“Hari ini, meski sedang dilanda topan, IGD rumah sakit tetap beroperasi. Demikian pula, tim kardiologi juga tidak berhenti bertugas. Siapa yang memikul tanggung jawab itu? Mereka semua. Di usia yang begitu muda, mereka sudah berani memikul tanggung jawab besar ini. Tim Departemen Kardiologi RS Tzu Chi Taipei selalu menjaga mutu pelayanan medis sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang efektif. Semua ini juga tidak lepas dari dukungan tim bedah yang bekerja sama dengan kami,” kata Zhang Heng-jia, Wakil Kepala RS Tzu Chi Taipei.

Meski hari ini sedang dilanda topan, para dokter dan perawat tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Mereka menjaga profesi, menjalankan kewajiban, dan melaksanakan setiap tugas dengan sungguh-sungguh. Jadi, saya merasa sangat tenang.

Kehidupan manusia hanya sebatas satu tarikan napas. Bagaimana kita melindungi kehidupan? Setiap orang hidup dari napasnya. Ada orang yang tampak sehat-sehat saja, tetapi ketika napasnya berhenti dan tidak segera mendapat pertolongan, nyawanya bisa saja tidak tertolong lagi. Jadi, untuk mengatakan siapa yang benar-benar sehat sangatlah sulit.

Saat seseorang berada dalam kondisi darurat, jika ada tenaga medis yang siap melindunginya, itulah sebuah jaminan bagi kehidupannya. Jika tidak ada jaminan seperti itu, kehidupan manusia benar-benar hanya bergantung pada tarikan napas. Ketika seseorang tidak dapat bernapas lagi, semuanya bisa berakhir. Jika masih sempat mendapatkan pertolongan darurat dan dibawa ke tempat yang dapat memberi penanganan, itu merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa.

Jumlah penduduk begitu banyak, sedangkan jumlah rumah sakit terbatas. Berkat adanya rumah sakit ini, ada begitu banyak dokter yang dapat memberikan pertolongan dan pasien dapat dibawa ke rumah sakit kita. Ketika ada pasien yang napasnya sudah berhenti dan memiliki jalinan jodoh untuk dibawa ke rumah sakit kita, kita memiliki kesempatan untuk mengulurkan tangan menyelamatkan nyawanya. Inilah arti penting pelayanan medis yang merupakan satu-satunya harapan untuk mempertahankan hidup.

Saya selalu berpikir bahwa pelayanan medis sangatlah penting. Setiap kali memikirkannya, saya merasa semua ini sangat bernilai. Hari ini, kita sedang dilanda topan. Saya sangat bersyukur karena Tzu Chi memiliki begitu banyak orang yang bersama-sama melindungi masyarakat. Kekuatan alam memang sangat besar. Sebesar apa pun kekuatan manusia, tetap sulit untuk melawan kekuatan alam. Yang dapat kita lakukan ialah menjaga ketulusan.

Kita semua harus saling peduli dan bersungguh hati. Dengan hati yang tulus, hendaknya kita mengerahkan segenap hati dan kekuatan dan berdoa bersama. Namun, sering kali manusia baru berdoa ketika sudah tidak ada jalan lain. Itulah kelemahan manusia. Jadi, kita harus terus mengingatkan diri agar senantiasa mawas diri dan tulus.

Kita juga harus menjalankan tugas dan tanggung jawab profesi masing-masing. Dengan demikian, masyarakat akan hidup dalam kedamaian. Terima kasih, dokter sekalian yang pada saat seperti ini tetap sepenuh hati melindungi kehidupan.

“Sejak tanggal 7 Juli, kami telah meminta para koordinator survei kasus untuk mulai menghubungi seluruh relawan penanggung jawab kasus. Kami meminta mereka menghubungi penerima bantuan melalui telepon atau melakukan kunjungan langsung ke rumah. Berhubung masih ada beberapa hari sebelum topan datang, kami melakukan persiapan lebih awal,” kata Kakak Zhuang Wen-fu, mewakili relawan Hualien membagikan laporan mengenai persiapan mitigasi bencana.

“Kami meminta para relawan pemerhati untuk mengunjungi rumah penerima bantuan karena topan kali ini diperkirakan cukup besar. Kami khawatir ada penerima bantuan yang kurang memiliki kewaspadaan terhadap topan atau belum melakukan persiapan mitigasi dengan baik. Jadi, kami meminta para relawan penanggung jawab untuk lebih sering mengunjungi dan memastikan apakah setiap keluarga sudah melakukan persiapan menghadapi topan dengan memadai,” lanjut Kakak Zhuang Wen-fu.

“Pagi ini, di Pusat Tanggap Bencana Hualien yang berada di Aula Jing Si, Kakak Si Bei mengatur seluruh tim Heqi. Kami membagi relawan ke dalam 10 rute dan mengerahkan sekitar 20 hingga 30 relawan untuk bergerak sejak pagi, ketika angin dan hujan belum terlalu kuat. Mereka mengantarkan barang bantuan darurat serta mengunjungi para penerima bantuan. Inilah rangkaian persiapan dan langkah awal yang kami lakukan dalam misi amal,” pungkas Kakak Zhuang Wen-fu.

“Berhubung Yilan diperkirakan menjadi wilayah yang pertama kali terdampak topan, kami sudah mulai bergerak sejak hari Senin. Kami mencurahkan perhatian kepada saudara se-Dharma, donatur, penerima bantuan serta mengatur jadwal piket. Semua upaya sudah kami lakukan sejak hari Senin,” kata Kakak Wu Hong-tai, mewakili relawan Yilan membagikan laporan mengenai persiapan mitigasi bencana.

Terima kasih kepada relawan dari berbagai daerah, terutama para Tzu Cheng. Ketika topan datang, setiap orang menjalankan tanggung jawabnya dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Hal ini membuat saya sangat terharu.

Saat ini, jumlah lansia makin banyak sehingga kita harus memberi perhatian khusus. Jadi, saya berharap semua orang senantiasa meluangkan waktu untuk menelepon mereka. Bahkan, ketika mulai terasa embusan angin, segeralah menghubungi dan memastikan bahwa para relawan lansia berada dalam keadaan aman. Jika hujan mulai turun deras, ingatkan mereka untuk segera menuju tempat yang lebih aman. Saya yakin kalian semua mampu melakukannya. Hanya saja, saya merasa khawatir sehingga ingin terus mengingatkan kalian.

Saya merasa sangat bersyukur dan dipenuhi berkah. Kita memiliki begitu banyak orang baik yang berkumpul di Taiwan. Setiap kali terjadi sesuatu di Taiwan, semua orang langsung menunjukkan kepedulian dan bergerak bersama. Seperti di Hualien, saya melihat para relawan sudah mulai bergerak untuk mencurahkan perhatian. Dari wilayah tengah hingga selatan, semuanya saling terhubung secara daring untuk berbagi informasi. Ini membuat saya merasa sangat tenang.

Saya berharap semuanya terus berdoa dengan tulus. Dari laporan yang saya dengar, semua persiapan sudah dilakukan. Namun, yang paling penting ialah tetap mawas diri dan menjaga ketulusan. Kekuatan alam sangatlah besar dan tidak dapat dilawan oleh kekuatan manusia, selain melalui ketulusan hati. Jadi, kita harus senantiasa mawas diri dan tulus.

Meski demikian, kita juga tidak boleh mengabaikan persiapan sebelum bencana datang. Persiapan yang kita lakukan menunjukkan bahwa kita benar-benar peduli. Jika hanya berkata, “Hati saya tulus dan saya selalu berdoa,” tetapi tidak mengambil tindakan nyata, itu tidaklah benar. Hati yang tulus dan tindakan nyata harus berjalan seiring demi Taiwan.

Wilayah Taiwan tidak luas, tetapi topan kali ini membawa angin yang sangat kencang. Badan Meteorologi juga terus memberikan laporan. Jadi, meski kekuatan topan tampak sedikit melemah, kita sama sekali tidak boleh mengendurkan kewaspadaan. Semoga kekuatan angin terus melemah dan curah hujan juga berkurang. Jadi, kita harus tetap menjaga ketulusan hati dan tidak boleh lengah.

Tentu saja, semua persiapan yang telah dilakukan itu tidak boleh diremehkan. Kita harus tetap berpegang pada langkah-langkah yang telah dipersiapkan. Inilah yang disebut ketulusan.

Menjalani tanggung jawab dalam kesiapsiagaan menghadapi topan

Melindungi kehidupan melalui pelayanan medis

Menghimpun kepedulian dan menyatukan kekuatan

Berdoa untuk kedamaian dunia dengan sikap mawas diri dan tulus

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 11 Juli 2026

Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia

Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela

Ditayangkan Tanggal 13 Juli 2026