“Master, sepuluh tahun lalu, kami mengguncang seluruh dunia dengan ikrar kami. Hari ini, kami kembali dengan ikrar baru kami sebagai persembahan untuk Master,” ucap relawan Tzu Chi Amerika Serikat.
“Seluruh murid Jing Si AS mengucapkan selamat ulang tahun kepada Master. Kami akan memberi persembahan dengan Dharma untuk membalas budi Master serta memikul tanggung jawab untuk menyebarkan silsilah Dharma dan mazhab Tzu Chi di Barat. Kami akan selalu mengingat pesan Master untuk menyatukan hati seluruh insan Tzu Chi AS dan tidak melupakan jerih payah selama 60 tahun ini. Mohon Master tenang.”
Jangan melupakan ikrar yang kalian bangun hari ini. Jagalah ikrar ini agar teguh tak tergoyahkan dalam masa miliaran kalpa. Saudara sekalian, saya sangat tersentuh.
Jalinan kasih sayang antara saya dan insan Tzu Chi AS sangatlah mendalam. Pada masa itu, Nenek Lembah Silikon menabur benih di California Utara. Demikianlah Tzu Chi bermula di California Utara. Janganlah kita melupakan orang-orang yang telah membimbing banyak orang saat itu. Saya sungguh sangat bersyukur.
Hingga kini, sudah berlalu 30 hingga 40 tahun. Semoga persamuhan Dharma ini selamanya tidak akan berakhir, bahkan pesertanya bisa terus bertambah. Ingatlah bahwa sepanjang hidup saya, Dharma yang saya pahami terbatas, hal yang saya lakukan juga tidak seberapa, tetapi saya memiliki hati yang lapang dan pikiran yang murni.
Saya mengasihi semua orang dengan kelapangan hati. Cinta kasih ini adalah cinta kasih agung yang murni dan tanpa pamrih. Saya juga berharap kalian dapat memahami isi hati saya. Setiap insan Tzu Chi berkata bahwa mereka mengasihi saya. Saya berharap setiap orang dapat memperluas cinta kasih terhadap saya ini menjadi cinta kasih terhadap semua makhluk, hati yang lapang, dan pikiran yang murni.
Kita harus mentransformasi hati makhluk awam menjadi hati makhluk suci yang lapang dan murni. Kita harus meneladan kelapangan hati dan cinta kasih Buddha yang tak terhitung jumlahnya. Kita harus berpegang teguh pada tekad ini dalam masa miliaran kalpa. Bukan hanya di kehidupan sekarang, di kehidupan lampau, kita pun telah menjalin jodoh baik.

Di kehidupan ini, saya selalu sangat bersyukur. Selain bersyukur kepada semua orang, saya juga bersyukur kepada diri sendiri yang di berbagai kehidupan lampau yang tak terhingga terus menjalin jodoh baik dengan semua orang. Jika saya tidak terus menjalin jodoh baik dengan orang-orang, bagaimana mungkin ada orang yang bersukacita begitu mendengar nama saya?
Saat bertemu dengan saya, orang-orang bersedia membangun tekad dan ikrar meski menganut agama yang berbeda dengan saya. Jadi, di Tzu Chi terdapat banyak relawan yang menganut agama yang berbeda. Namun, semuanya memiliki tekad yang sama, yaitu menjalankan Tzu Chi.
“Pada masa pandemi di tahun 2020, saya bergerak untuk menggalang hati dan cinta kasih serta mengajak teman saya untuk menjadi donatur. Suami saya juga sangat berdedikasi. Dia membantu beberapa keluarga keturunan Tionghoa memperbaiki saluran air dan listrik secara gratis dan memperkenalkan Tzu Chi pada mereka,” kata Su Rui-juan, relawan Tzu Chi.
Kita sepenuh hati berbagi tentang apa yang Tzu Chi lakukan. Ini semua demi ajaran Buddha dan semua makhluk. Buddha datang ke dunia demi satu tujuan utama. Tujuan utama ini ialah mengajarkan praktik Bodhisatwa dan membimbing semua makhluk. Kini, saya berharap kalian juga dapat membimbing semua makhluk.
Kita harus menyebarkan Dharma di dunia untuk membimbing semua makhluk tanpa memandang perbedaan agama. Kita menghormati semua agama yang mengajarkan hal yang benar. Kita berbagi dengan orang-orang tentang Tzu Chi agar cinta kasih Tzu Chi dapat meresap ke dalam hati mereka. Saat bertemu dengan orang yang berjodoh dengan kita, asalkan kita berbagi tentang Tzu Chi, mereka pasti akan bersukacita dan turut bergabung.

“Kami mulai menjalankan program untuk mengajari warga lansia menggunakan ponsel. Lewat program ini, dalam setahun, kami telah mengajari 200 warga lansia. Kami mengajari mereka menggunakan ponsel untuk menerjemahkan Kata Renungan Jing Si dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Mandarin dan menjelajahi situs web Tzu Chi. Karena itu, mereka akhirnya bergabung menjadi relawan Tzu Chi,” kata Chen Yun-ti, relawan Tzu Chi.
Tunaikanlah tanggung jawab kita untuk berbagi bahwa di antara sekian banyak agama, salah satunya adalah agama Buddha. Berbagilah tentang ajaran Buddha dan apa yang kita lakukan.
Tunaikanlah tanggung jawab kita untuk berbagi tentang kebaikan ajaran Buddha agar orang-orang tahu bahwa di antara sekian banyak ajaran, salah satunya adalah ajaran Buddha.
Buddha mengajarkan untuk menjalankan segala kebajikan dan menghindari segala kejahatan. Kebenaran seperti ini bisa kita bagikan kepada semua orang. Jadi, saya sungguh sangat sukacita.
Kalian kembali ke sini dan memberi tahu saya bahwa kalian selalu terhubung satu sama lain dan saling memperhatikan. Kalian kembali untuk mengunjungi saya dan saya memberikan arahan pada kalian. Kalian semua adalah murid saya.
Sebagai saudara se-Dharma di Amerika Serikat, kalian harus menjaga satu sama lain. Di kehidupan mendatang, mari kita meneruskan jalinan jodoh sebagai saudara se-Dharma dalam keluarga besar Tzu Chi dan terus menapaki Jalan Bodhisatwa.

Bodhisatwa sekalian, saya mengkhawatirkan peristiwa di seluruh dunia. Kita hendaknya memetik hikmah dari peristiwa yang terjadi dan mawas diri. Saat ini, kita harus percaya bahwa yang terpenting ialah mentransformasi pikiran manusia.
Setiap orang hendaknya membangkitkan pikiran baik. Jangan membangkitkan sedikit pun pikiran buruk. Saat kita merasa tidak senang terhadap seseorang, berarti kita membangkitkan pikiran buruk. Jika pikiran buruk ini terbangkitkan, kita harus segera mengingatkan diri sendiri untuk tak lagi membangkitkan pikiran buruk.
Kita hendaknya mendoakan orang-orang dengan tulus. Dengan doa yang tulus, jalinan jodoh buruk akan memudar secara alami dan kelak, kita mungkin bisa berteman baik dengan mereka. Jadi, lebih banyaklah menjalin jodoh baik dan jangan menjalin jodoh buruk. Inilah yang ingin saya sampaikan pada kalian dengan tulus. Saya juga senantiasa mengingatkan diri sendiri seperti ini.
Kita harus yakin bahwa dengan benih dan jalinan jodoh baik, dari kehidupan ke kehidupan, kita akan selalu bisa mendukung satu sama lain dalam pelaksanaan misi Tzu Chi. Saya pasti juga demikian di kehidupan lampau. Jadi, inilah yang ingin saya bagikan pada kalian. Terima kasih.
Murid-murid Jing Si AS menabur benih kebajikan dan memiliki jalinan jodoh mendalam dengan Master
Memiliki hati yang lapang, pikiran yang murni, dan cinta kasih tanpa pamrih
Membangun ikrar untuk menjalankan Tzu Chi dengan teguh
Menjalin jodoh baik untuk membimbing semua makhluk