Saya bersyukur melihat begitu banyak Bodhisatwa muda yang sangat tekun dan bersemangat. Saya juga melihat para Bodhisatwa senior hadir untuk melindungi Dharma. Saya merasa sangat bersyukur dan tersentuh.

Baru menyaksikan pertunjukan singkat ini saja, tubuh dan batin saya sudah sangat tersentuh oleh keindahan yang kalian tampilkan. Saya merasakan bahwa setiap gerakan kalian benar-benar selaras dan begitu rapi. Keindahan yang tampak dari keseluruhan formasi membuat saya sangat sukacita dan penuh dengan keyakinan.

Ketika seluruh pementasan ini dipadukan menjadi satu kesatuan, masyarakat di seluruh dunia akan menyaksikannya. Harapan saya terhadap kalian sangatlah besar. Saya sangat bersyukur dan tersentuh. (Terima kasih, Master.) Terima kasih. Kalian harus bersemangat. (Baik.)

Keindahan itu benar-benar terasa dalam keseluruhan penampilan. Saya melihat bagaimana tim ini bersatu dan bagaimana Ci Yue hadir untuk melakukan evaluasi. Ini menunjukkan bahwa selama ini, semuanya telah dipersiapkan tahap demi tahap. Ladang pelatihan ini benar-benar memiliki manfaat.

Relawan Tzu Chi di wilayah Zhonghe dan Yonghe sangat baik dan harmonis. Tempat ini terlihat sangat rapi dan cukup luas sehingga benar-benar menjadi tempat yang penuh keharmonisan. Di tempat yang begitu luas ini, saya menyaksikan Bodhisatwa Taiwan Utara berkumpul.

Saya juga mendengar bahwa relawan dari Taichung, Kaohsiung, dan Tainan turut datang berkumpul di sini. Hal ini membuat saya merasa bahwa saya sangat beruntung. Ke mana pun saya pergi, saya selalu bertemu murid-murid yang datang dari jauh atau berasal dari daerah setempat. Di antara semuanya, selalu terjalin keakraban yang begitu erat. Jadi, saya merasa sangat bersyukur.

Saya berterima kasih kepada Bodhisatwa sekalian atas semangat dan cita-cita yang sejalan. Tujuan saya ialah kita semua dapat bersatu dan harmonis. Inilah makna dari melatih diri.

Saya berharap melalui kesempatan ini, semuanya dapat bersatu layaknya sedang mempersiapkan sebuah ladang pelatihan bertaraf dunia yang akan ditampilkan kepada insan Tzu Chi seluruh dunia. Bahkan, yang bukan insan Tzu Chi pun dapat menyaksikannya dan memperoleh nilai pembelajaran. Saya berharap seluruh dunia dapat melihat bahwa agama Buddha di Taiwan sangat indah dan harmonis.

“Dengan pikiran bajik menyerap Dharma ke dalam hati; dengan mawas diri dan berhati tulus mempraktikkan Dharma dalam kehidupan; dengan cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin membawa Dharma ke tengah masyarakat; dengan tulus, benar, yakin, dan sungguh-sungguh menerapkan Dharma dalam setiap Tindakan,” kata Tang Mei-yun, relawan Tzu Chi.

“Bagi saya, yang terpenting bukanlah mempertunjukkan keterampilan. Saya ingin berbagi makna di balik pertunjukan ini. Saya selalu ingat bahwa sebelum memulai pertunjukan roda Cyr, saya akan menggenggam hati setiap orang di kedua tangan saya, lalu menuliskan kata ‘damai’ di atas tanah. Harapan saya ialah melalui roda Dharma yang diwujudkan melalui roda Cyr ini, setiap orang dapat memperoleh ketenangan batin. Saya juga berharap dunia ini dipenuhi oleh lebih banyak kebajikan,” kata Yang Shi-hao, Seniman Roda Cyr.

“Kakek Guru pernah mengatakan bahwa siklus kebajikan hanya dapat berlanjut melalui cinta kasih dan rasa syukur. Dua hal itulah yang selalu saya simpan di dalam hati,” pungkas Yang Shi-hao.

Persembahan melalui seni sangatlah penting. Itu juga merupakan salah satu bentuk persembahan. Seperti yang pernah saya sampaikan kepada Ci Hong, “Hendaknya Anda memberikan persembahan melalui seni dan menggunakan pertunjukan untuk membimbing orang menyelami Dharma.” Pertunjukan yang diadaptasi dari teks atau artikel akan menjadi warisan yang dapat diteruskan hingga selamanya. Jadi, manfaatkanlah bakat yang Anda miliki.

Melihat kalian semua membuat saya merasa sukacita. Saat berkunjung ke Aula Jing Si Shuanghe, saya melihat dari lantai atas bahwa semua orang berlatih dengan sungguh-sungguh. Saya juga melihat Ci Yue terus memberikan arahan dengan lantang. Dahulu, saya sering menegurnya, tetapi hari ini, ketika melihat beliau mengatur setiap kelompok, saya justru sangat mengaguminya. Berhubung jumlah pesertanya sangat banyak, beliau harus berdiri di lantai atas untuk mengatur setiap kelompok. Mendengar semua itu membuat hati saya penuh sukacita. Inilah sukacita Dharma.

Pertunjukan juga bisa mengandung Dharma. Dharma memerlukan orang-orang yang mampu untuk menyusun dan mengemasnya. Tanpa proses itu, tidak akan ada Dharma. Kita dapat menggunakan berbagai metode praktis agar Dharma dapat meresap ke dalam hati semua orang. Jadi, saya merasa sangat bersukacita karena memiliki jalinan jodoh dengan kalian semua. Berbagai profesi telah berkumpul di sini.

Tahun ini, saya terus mengatakan bahwa usia saya sudah 90 tahun. Apa lagi yang masih harus saya lakukan? Rasanya perjalanan hidup ini sudah hampir mencapai titik akhir. Namun, ketika saya mendengar dan melihat semua yang telah kalian lakukan, saya merasa bahwa perjalanan hidup ini sangat bernilai. Sepanjang perjalanan hidup ini, saya telah berhimpun dengan para insan berbakat. Saya merasa sangat bersyukur dapat menjalani kehidupan ini.

Di masa mendatang, masih akan ada begitu banyak warisan yang dapat ditinggalkan untuk dunia. Saya berharap Jalan Tzu Chi dapat terus ditempuh dengan sungguh-sungguh. Selama jalannya tidak menyimpang, ini akan selalu menjadi jalan yang membawa manfaat bagi masyarakat melalui berbagai metode praktis. Inilah Jalan Bodhisatwa yang sesungguhnya.

Kelak, sekalipun saya sudah tidak ada lagi, kalian harus tetap mengingat semua yang saya sampaikan. Inilah Jalan Bodhisatwa yang sesungguhnya. Ketika seorang Bodhisatwa ingin membimbing orang lain, tentu harus menggunakan berbagai metode praktis. Janganlah melakukan kejahatan sekecil apa pun, tetapi lakukanlah segala kebajikan. Selama kita tidak melakukan perbuatan buruk dan senantiasa mempraktikkan kebajikan, semua yang kita lakukan itu benar.

Ingatlah bahwa kita harus mempersembahkan Dharma kepada semua makhluk dan menggunakan Dharma untuk membimbing semua makhluk. Dari kehidupan ke kehidupan, kita harus menjadi pribadi yang mampu terjun ke tengah masyarakat untuk membimbing sesama. Salah satu cara yang sangat baik ialah melalui pertunjukan. Namun, pertunjukan juga memerlukan jalinan jodoh agar mampu menarik banyak penonton. Semua ini bergantung pada sebab dan kondisi.

Ketika ada benih dan tanah yang mendukung, barulah dunia ini akan menjadi indah, seperti dengan adanya hutan dan taman bunga. Semua itu hanya dapat terwujud di dunia yang penuh berkah.

Keindahan dan kerapian terpancar dalam evaluasi pementasan adaptasi Sutra

Relawan dari seluruh Taiwan berhimpun untuk mengerahkan potensi bajik

Menyebarkan Dharma dan makna luhur melalui pertunjukan seni

Menebarkan berkah bagi dunia dan membimbing insan yang berjodoh

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 14 Juli 2026

Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia

Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela

Ditayangkan Tanggal 16 Juli 2026