Empat Misi Tzu Chi diawali dari misi amal. Justru karena dimulai dari misi amal, kita menyadari betapa pentingnya pelayanan medis. Seberapa pun kayanya seseorang, tetap membutuhkan tubuh yang sehat. Namun, di dunia ini banyak orang yang miskin dan sakit. Mereka yang hidup dalam kemiskinan dan menderita penyakit, membutuhkan cinta kasih dari sesama. Cinta kasih ini harus menjangkau orang-orang yang kurang mampu dan menderita. Oleh karena itu, kita membutuhkan rumah sakit yang benar-benar memiliki cinta kasih.

Selama puluhan tahun ini, kita juga melihat perubahan iklim yang menyebabkan banyak negara mengalami bencana yang besar. Banyak pula yang warganya hidup dalam kemiskinan. Mereka tidak hanya terkena bencana, tetapi juga hidup dalam kesulitan. Inilah yang perlu diperhatikan oleh Tzu Chi. Jadi, misi amal internasional sungguh-sungguh merupakan tanggung jawab yang berat. Tentu saja, hati saya juga sangat khawatir terhadap perubahan iklim ini. Terkadang, kita tidak bisa menahan bencana yang ada. Kita hanya bisa terus menanam kebajikan dan berkah.

Saya sering mengatakan bahwa kita harus menciptakan berkah dan memupuk energi berkah. Energi berkah sangatlah penting. Selain energi langit dan energi bumi, yang terpenting ialah energi manusia. Jika semua orang menciptakan berkah, energi berkah ini akan membuat manusia hidup damai. Jika iklim dan cuaca bersahabat, dunia pun akan damai. Jadi, kita harus benar-benar membangkitkan tekad besar.

Dahulu, ketika Tzu Chi menjalankan misi, ada orang yang berkata, “Tzu Chi selalu menjalankan bantuan internasional. Mengapa tidak membantu Taiwan?” Ketika mendengar hal itu, saya langsung berkata, “Tidak boleh berkata seperti itu. Kita harus selalu berharap Taiwan dalam keadaan aman dan penuh berkah.” Bencana di dunia sangatlah banyak. Ketika mendengarnya, kita harus segera bertindak. Itulah yang disebut benar-benar memiliki berkah. Memang seperti itulah Tzu Chi selama ini bekerja.

Ketika ada yang berdonasi, saya akan bertanya, “Dana ini ingin digunakan untuk apa?” Mereka menjawab, “Master ingin menggunakannya untuk apa?” Saya berkata, “Saya akan memasukkannya ke laut besar Tzu Chi. Di mana ada yang membutuhkan, kita bisa membawa bantuan ke sana.” Saya sangat berterima kasih atas cinta kasih yang kalian berikan. Tentu saja, saya juga berterima kasih kepada ketua badan misi amal Tzu Chi dan para staf yang telah mewakili saya memikul banyak tanggung jawab.

Saat ini, usia saya sudah lanjut. Terkadang, saya merasa khawatir. Waktu terus berjalan dan kehidupan manusia juga terus berlalu. Waktu bertambah, usia kehidupan berkurang. Namun, misi ini akan berlangsung selamanya. Jika kita yang memikul tanggung jawab misi ini memiliki cinta kasih agung tanpa pamrih, misi Tzu Chi akan berlangsung selamanya. Saya merasa sangat bersyukur. Selain sumbangsih Saudara sekalian, bagaimana cara kita menjalankan misi juga sangatlah penting.

Belakangan ini, sejak akhir tahun hingga sekarang, tubuh saya terus bertahan dengan susah payah. Namun, saya merasa tenang karena Tzu Chi memiliki ketua badan misi amal yang memiliki wawasan internasional. Sebelumnya, beliau memang sudah berpengalaman memimpin perusahaan besar. Kini, beliau bertekad membantu saya. Saya merasa sangat tenang. Saya merasa bahwa inilah silsilah Dharma kita.

Ajaran Jing Si adalah giat mempraktikkan jalan kebenaran; mazhab Tzu Chi adalah Jalan Bodhisatwa di dunia. Kalian harus mengingat kalimat ini. Kita semua adalah insan Tzu Chi. Hendaknya kita tekun mempraktikkan jalan kebenaran dalam mazhab Tzu Chi. Saya sendiri adalah seorang umat Buddha. Tentu saja, saya sering mengatakan bahwa Tzu Chi tidak membeda-bedakan agama. Apa pun agamanya, kita harus menghormati dan mengasihi semuanya. Bantuan itu tidak membeda-bedakan siapa pun.

Saya selalu memegang prinsip “demi ajaran Buddha, demi semua makhluk”. Ini kalimat yang disampaikan guru saya saat saya menjadi bhiksuni dan berguru padanya. Saat pertama kali bertemu, beliau berkata kepada saya, “Jalinan jodoh saya dan Anda tidak terbayangkan. Anda harus selalu mengingat untuk bekerja demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk.” Inilah misi yang diwariskan guru saya kepada saya. Saya tidak berani untuk melupakannya.

Hendaknya kalian juga menyampaikan tentang cinta kasih berkesadaran kepada umat Buddha. Ketika Buddha di dunia, di dalam Sutra Teratai disebutkan bahwa Buddha berharap dapat mewariskan ajaran-Nya kepada 50 orang. Namun, saya berkata harus 50 generasi. Hendaknya kita menjalin jodoh baik dengan semua orang di dunia karena Buddha pun telah menjalin jodoh baik dengan semua orang di dunia. Oleh karena itu, ketika membabarkan Dharma, semua orang mau mendengarkan. Setelah mendengar ajaran Buddha, semua orang mau menapaki Jalan Bodhisatwa.

Era kita ini sangat dipenuhi berkah. Ketika memiliki berkah, hendaknya kita menghargai berkah. Menghargai berkah berarti kita harus menciptakan berkah. Melihat kalian terus menciptakan berkah seperti ini, saya berkata bahwa kalian adalah orang bijaksana yang hidup di tengah berkah. Apakah itu cukup? Saya ingin memberi tahu kalian untuk lebih banyak berbuat baik dan jangan terlalu boros. Uang yang terbuang sia-sia seharusnya dapat digunakan untuk melakukan kebaikan bagi dunia. Itulah berkah yang sesungguhnya.

Jika hanya menikmati berkah, hari demi hari akan berlalu begitu saja. Waktu terus berjalan dan usia kehidupan ikut berkurang. Usia kehidupan saya pun terus berkurang. Saat ini, usia kehidupan terus berkurang seiring berjalannya waktu. Setiap malam di vihara, saat menjalankan kebaktian, semuanya akan melafalkan doa pertobatan. Kita merenungkan apakah di masa lalu sudah menciptakan berkah. Apakah pernah menyakiti orang lain? Apakah pernah melakukan kesalahan? Kita harus bertobat setiap hari.

Setelah bertobat, kita juga harus membangun ikrar untuk bersumbangsih bagi dunia. Inilah yang disebut menciptakan berkah. Hendaknya kita bertobat atas masa lalu dan berikrar menciptakan berkah untuk masa depan.

Mengemban tanggung jawab besar dalam misi amal

Menolong mereka yang sakit dan kesulitan serta melindungi dunia

Menghargai jalinan jodoh Dharma dan mewariskan ikrar agung

Bertobat atas masa lalu dan giat menciptakan berkah