Sesungguhnya, dalam perjalanan kali ini, kondisi kesehatan saya membuat saya sangat waspada terhadap diri sendiri. Kali ini, saya benar-benar menguras energi untuk bisa datang ke sini. Mengapa kali ini saya memberi tahu kalian? Saya ingin kalian tahu bahwa saya sendiri tidak tahu apakah masih ada kesempatan untuk melakukan perjalanan lagi. Ada. Tidak ada yang tahu. Orang yang paling tahu ialah diri sendiri. Ketika saya bertanya pada diri sendiri apakah saya masih bisa keluar lagi di masa mendatang, jawabannya ialah tidak tahu. Berhubung tidak ada yang tahu, saya ingin mengingatkan agar kalian sungguh-sungguh menggenggam jalinan jodoh.
Tadi kita mendengar bahwa di Keelung, para relawan mengikuti ceramah saya secara daring. Setiap hari, pagi-pagi sekali, relawan di sana selalu tekun mendengarkan Dharma. Ketika datang dan berbicara dengan saya, mereka memberi tahu saya bahwa mereka tidak pernah melewatkan ceramah saya. Mereka berkata, “Master, bab mana yang Master babarkan dan apa yang Master katakan, semuanya kami catat.” Memang benar, mereka memiliki catatan seperti ini.
Banyak relawan yang menulis buku catatan seperti ini. Lihatlah, setiap halamannya penuh dengan tulisan. Namun, tidak ada tulisan yang asal-asalan. Setiap goresan dan huruf ditulis dengan sangat rapi. Mereka membuat catatan yang mencakup seluruh isi Sutra. Sering kali kita merasa bahwa diri sendiri sudah sangat tekun, tetapi ketika dibandingkan dengan mereka, kita masih kalah.

Jadi, selama masih ada ruang untuk meningkatkan diri, hendaknya kita tekun dan bersemangat. Jangan mencari alasan dengan berkata, “Saya ingin belajar dengan tekun, tetapi Master sudah jarang memberikan ceramah.” Begitu banyak Dharma yang telah saya sampaikan dahulu dan masih tersimpan, terutama di Da Ai TV. Jika dahulu kalian belum sempat mendengarnya atau pernah mendengar tetapi sudah lupa, kalian masih bisa mendengarkannya kembali. Inilah cara untuk terus tekun dan bersemangat.
Generasi pertama Tzu Chi kini duduk di tempat ini. Jika kalian benar-benar memiliki rasa bakti kepada saya dan memiliki kasih yang mendalam terhadap Tzu Chi, hendaknya kalian membangun tekad dan ikrar dengan sungguh-sungguh.
“Master, kami ingin melaporkan bahwa Anak Anda akan selalu ada di sini. Kami akan terus teguh menapaki Jalan Bodhisatwa dan tidak akan pernah mundur. Kami membangun ikrar untuk menyucikan hati orang-orang di tanah Buddha, mewariskan silsilah Dharma, dan menyebarkan mazhab Tzu Chi. Kami akan mewariskan kebajikan dan cinta kasih dari generasi ke generasi di Jalan Bodhisatwa. Terima kasih, Master.”
Saya berharap ikrar ini benar-benar terukir di dalam hati dan pikiran kalian. Kita berjanji untuk terus berjalan bersama dari kehidupan ke kehidupan. Inilah harapan saya. Setiap kali relawan luar negeri kembali ke sini, saya selalu berkata bahwa kita memiliki jalinan jodoh di kehidupan sekarang. Saya berharap kita semua dapat membangun jalinan jodoh yang tidak terpisahkan dari kehidupan ke kehidupan.

Tahun ini, ada beberapa hal yang membuat saya sangat kehilangan. Beberapa relawan Tzu Chi dari berbagai negara yang selama ini bertanggung jawab atas misi Tzu Chi dan merupakan murid-murid yang sangat dekat di hati saya, tiba-tiba berpulang.
Bapak Tino Chu sebenarnya sudah memiliki janji dengan saya. Ketika ditanya apa yang akan beliau lakukan besok, beliau menjawab, “Saya akan menjalankan misi Tzu Chi.” Itu berarti beliau sudah memiliki janji untuk hari esok. Dalam kehidupan ini, sayalah yang membimbingnya untuk masuk ke Tzu Chi. Selama hampir dua puluh tahun ini, beliau telah menjadi relawan senior dan melakukan begitu banyak hal. Namun, beliau tiba-tiba pergi.
Saya pun berkata kepada para relawan kita, “Jangan lupa untuk menggandeng tangan saya kelak.” Kelak, saya berharap mereka yang akan menuntun saya karena mereka telah pergi lebih dahulu dan sudah lebih mengenal jalannya. Jadi, nanti giliran mereka yang menggandeng tangan saya. Jalan Tzu Chi harus terus ditapaki. Saat ini, sebagian relawan sudah terlahir di keluarga lain dan menginspirasi relawan Tzu Chi di sana. Jadi, saya percaya bahwa insan Tzu Chi akan terus membimbing keluarganya untuk bergabung di Tzu Chi dan ikut menjalankan misi.
Mereka pernah mengatakan bahwa masih banyak hal yang harus mereka kerjakan. Mereka sudah membuat janji untuk hari esok. Jadi, mereka pasti akan datang kembali untuk melakukan hal tersebut. Oleh karena tekad mereka yang begitu teguh, kita harus mendoakan mereka. Beberapa orang ini adalah rekan seperjalanan kita di kehidupan mendatang yang akan bersama-sama menapaki Jalan Bodhisatwa. Saya sungguh meyakini hal ini. Jadi, hendaknya kita bersungguh hati.

Saat ini, jika berbicara tentang kehidupan sekarang, masih banyak hal yang harus terus kita kerjakan. Saya sendiri, sebelum menyelesaikan satu langkah, saya sudah mulai mempersiapkan langkah berikutnya. Bahkan, ketika seseorang belum benar-benar menapaki Jalan Bodhisatwa, saya sudah mengajaknya untuk membimbing orang-orang yang berada di belakangnya. Jadi, hendaknya kita melangkah dengan mantap dan saling bergandengan tangan untuk berjalan bersama.
Jika suatu hari nanti, kehidupan kita ini berakhir dan kita terlahir di tempat lain, jalinan jodoh Tzu Chi akan tetap menyinari kita. Di mana pun kita berada, kita akan dapat melihat jalan di depan kita. Kita akan melangkah dengan baik dan mantap. Selama kita tidak meninggalkan jalan Tzu Chi dalam kehidupan ini, di kehidupan yang akan datang, saat membuka mata, kita akan bertemu dengan insan Tzu Chi dan kembali melangkah di jalan Tzu Chi. Inilah yang sungguh-sungguh ingin saya sampaikan. Ini merupakan pesan yang sangat penting.
Kita harus selalu percaya bahwa Buddha datang ke dunia untuk mengajarkan jalan menuju kebuddhaan. Itulah sebabnya saya berusaha mewujudkan ajaran dalam Sutra Makna Tanpa Batas dalam kehidupan nyata. Selama 30 hingga 40 tahun terakhir, saya telah membentangkan ajaran ini menjadi sebuah jalan. Sejak itu, saya terus melangkah di jalan itu dan hari ini, kita dapat memiliki komunitas yang besar. Jadi, hendaknya kalian mempelajari Sutra Makna Tanpa Batas agar bisa melihat jalan di kehidupan yang akan datang.
Dalam kehidupan ini, kita harus memahami Sutra ini. Kita harus segera mengajak lebih banyak orang untuk menapaki jalan ini. Kelak, jalan inilah yang akan kita gunakan untuk mengajak semua orang bersama-sama menapaki Jalan Bodhisatwa. Kita harus menapaki Jalan Bodhisatwa di kehidupan ini, begitu pula di kehidupan mendatang. Saya sangat berterima kasih kepada semuanya. Hendaknya kita bersama-sama mempraktikkan Jalan Bodhisatwa dalam kehidupan ini.
Menggenggam jalinan jodoh untuk mendengarkan Dharma
Membangun tekad dan ikrar untuk melayani dengan tekun serta bersemangat
Guru dan murid berjanji untuk menapaki Jalan Bodhisatwa
Membimbing semua makhluk di dunia dengan Sutra Makna Tanpa Batas
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 24 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 26 Juni 2026