“Ada empat dokter dalam departemen kami yang 365 hari dalam setahun dan 24 jam dalam sehari selalu siap siaga untuk menyelamatkan pasien yang mengalami strok iskemik akut karena penyumbatan di pembuluh darah otak,” kata Xu Yuan-yu, Kepala departemen radiologi.

“Kami mengarahkan kateter ke gumpalan darah untuk mengangkat gumpalan darah itu. Gumpalan darah itu sangat kecil, hanya 1 cm lebih, tetapi setelah ia diangkat, aliran darah yang tersumbat pun lancar kembali dan pasien dapat pulih dengan cepat,” lanjut Xu Yuan-yu.

“Penyelamatan darurat ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam. Ini bukan hasil kerja keras kami saja, melainkan hasil kerja sama yang harmonis dari para dokter dan perawat di IGD, departemen saraf, departemen bedah saraf, dan departemen kami,” pungkas Xu Yuan-yu.

“Saat pasien strok dilarikan ke IGD, makin cepat kita melarutkan atau mengangkat gumpalan darah mereka, makin kecil pula dampak bagi pasien, bahkan mungkin bisa menghindari disabilitas. Waktu sangatlah penting. Jika melewati batas waktu, ada sebagian tidak tertolong. Jadi, dalam menjalankan setiap langkah, kami terus berusaha untuk mempersingkat waktu,” kata Chao You-chen, Kepala RS Tzu Chi Taipei.

“Setiap tahun, dokter radiologi yang dibina di Taiwan tidak seberapa. Jadi, sulit untuk memperoleh ahli di bidang ini. Ada satu poin yang sangat penting, yaitu ponsel harus ada di samping mereka setiap waktu karena mereka harus selalu siaga untuk mengangkat gumpalan darah atau menghentikan pendarahan. Kita tidak tahu akan ada pasien yang datang atau tidak. Akan tetapi, tetap harus ada orang yang bersiaga. Jadi, ini sangat tidak mudah,” pungkas Chao You-chen.

Saya sangat bersyukur. Dalam pertemuan pagi beberapa hari ini, saya juga melihat tim medis kita. Kalian sungguh sangat luar biasa. Saya menaruh harapan paling besar pada misi kesehatan. Di antara Empat Misi Tzu Chi, saya sering berkata bahwa misi amal dan kesehatan merupakan dua misi terpenting yang ingin saya bangun dahulu. Di seluruh dunia, di negara mana pun pasti ada orang kurang mampu. Misi amal bertujuan untuk menolong orang-orang yang kurang mampu dan menderita.

Kemudian, misi kesehatan. Misi kesehatan jauh lebih penting lagi. Setiap orang yang terlahir di dunia ini tak luput dari fase lahir, tua, sakit, dan mati. Mengalami penuaan dalam hidup adalah hal yang alami. Sering dikatakan bahwa kelahiran membawa penderitaan. Penderitaan seperti apakah itu? Rasa sakit bagaikan disayat-sayat oleh pisau. Namun, setelah dewasa, kita tidak mengingatnya lagi.

Saat lahir, bayi merasakan rasa sakit yang sangat mendalam hingga ke tulang dan sumsumnya. Karena itulah, bayi menangis saat lahir. Seluruh organ tubuhnya terasa sakit. Namun, rasa sakit ini telah kita lupakan sekarang. Seiring waktu, setiap orang mengalami fase lahir, tua, sakit, hingga akhirnya mati. Kehidupan selalu penuh dengan penderitaan. Namun, ada pula yang kehidupannya sangat bernilai meski penuh dengan penderitaan. Kehidupan mereka bernilai karena mereka menyelamatkan kehidupan.

Jadi, saya sangat bersyukur pada sistem medis kita. Mereka bersungguh hati menyelamatkan kehidupan. Belajar tidak ada habisnya. Meski seorang dokter sudah meraih gelar doktor, dia tetap harus belajar dengan tekun dan bersemangat. Karena itu, dokter dihormati oleh orang-orang memang sudah seharusnya. Dokter juga harus menghargai profesi mereka.

Jika kalian tidak mencurahkan cinta kasih, meski memiliki pengetahuan yang sangat tinggi dan melakukan banyak penelitian, tetap akan ada jarak antara kalian dan orang-orang. “Saya tidak ada hubungan apa pun denganmu. Kamu bukanlah pasien saya. Saya cukup mengobati penyakit pasien saja.” Jika kalian berpikir demikian, berarti tidak ada kasih sayang.

Di antara dokter dan pasien hendaknya terdapat jalinan kasih sayang. Dengan adanya jalinan kasih sayang dengan pasien, barulah kita bisa disebut dokter yang bernilai. Terkadang, kita mendengar pasien mengucapkan kata “dokter saya”. “Dokter saya” yang mereka ucapkan itu menunjukkan kedekatan mereka dengan dokter mereka.

Pada umumnya, orang hanya berkata, “Saya pergi berobat ke dokter. Dokter” hanyalah sebuah sebutan umum. Namun, “dokter saya” terdengar sangat dekat di hati. Jadi, antara dokter dan pasien hendaknya ada jalinan kasih sayang. Para dokter kita memiliki jalinan kasih sayang dengan para pasien mereka sehingga dapat turut merasakan kepedihan dan penderitaan pasien. Demikianlah hendaknya hubungan dokter dan pasien.

Saat melihat pasien mengalami luka atau menderita penyakit, meski tubuh mereka yang mengalaminya, tetapi batin kita turut merasakan penderitaan itu. Karena itulah, kita bersungguh hati merawat mereka. Berhubung dapat turut merasakan rasa sakit mereka, kita pun bersungguh hati mengobati mereka. Singkat kata, kita sungguh harus memandang penting kasih sayang antara dokter dan pasien.

Bertemu dengan dokter yang baik bukan berarti penyakit pasien langsung sembuh saat itu juga. Namun, dengan adanya kasih sayang itu, pasien akan lebih bisa menerima penyakitnya. Jika dokter hanya mengobati tanpa kasih sayang dan merasa tidak memiliki hubungan apa pun dengan pasien, pasien akan makin menderita. Jadi, butuh dokter untuk meringankan penderitaan pasien.

Dokter menepuk-nepuk badan pasien untuk menghibur dan meringankan penderitaan mereka. Inilah yang harus dilakukan oleh para dokter kita. Dokter yang baik juga disebut Tabib Agung. Para dokter sangat dihormati orang-orang karena profesi ini berkaitan dengan nyawa manusia. Setiap orang sangat menyayangi nyawa diri sendiri. Karena itulah, semua orang menghormati dokter. Ingatlah untuk menjadi dokter yang baik dan wariskan semangat ini kepada generasi berikutnya.

Putri Dokter Zheng juga memilih jurusan kedokteran. Saya sangat sukacita. Kelak, dia juga akan menjadi seorang dokter. Dia adalah anak yang sangat patuh dan tahu untuk menapaki Jalan Tzu Chi. Dokter yang bergabung dengan Tzu Chi juga merupakan Bodhisatwa. Jika orang-orang mendengar bahwa seorang dokter dapat mengobati penyakit secara efektif, mereka akan memujinya dokter yang baik dan sangat memercayai dokter tersebut.

Singkat kata, saya sangat bersyukur atas Empat Misi Tzu Chi. Terhadap misi kesehatan, saya berharap para dokter kita dapat menggantikan saya untuk membimbing lebih banyak dokter yang baik. Pendidikan Tzu Chi selalu tak luput dari cinta kasih, terlebih di fakultas kedokteran kita yang ada di Hualien.

Hualien adalah tempat bermulanya misi Tzu Chi. Karena itu, ajaklah murid-murid kalian agar lebih sering kembali ke rumah kita bersama, Griya Jing Si. Ingatkanlah mereka untuk kembali ke Griya Jing Si saat libur guna memahami Griya Jing Si dan sikap kita terhadap kehidupan. Jika bisa demikian, mereka pasti akan menjadi dokter yang baik.

Terus tekun dan bersemangat karena belajar tidak ada habisnya

Dokter yang penuh kasih sayang dapat turut merasakan penderitaan pasien

Menyelamatkan kehidupan dengan keterampilan yang menakjubkan

Membina generasi penerus dan mewariskan semangat

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 05 Agustus 2026

Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia

Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela

Ditayangkan Tanggal 07 Agustus 2026