“Saya bergabung dengan Tzu Chi pascagempa 921. Saat itu, saya bersekolah di Pingtung. Lewat siaran Da Ai TV, saya melihat sosok insan Tzu Chi yang mengenakan seragam biru putih. Saat itu, saya sangat tersentuh. Kemudian, saya mendapati sebuah klub sekolah yang bernama Klub Tzu Ching. Saya lalu bergabung dengan Klub Tzu Ching,” kata Lin Da-hong, Alumnus Tzu Ching.
“Master berkata bahwa di dunia ini, jangan hanya diri kita yang menjadi lebih baik. Kita harus membantu lebih banyak orang untuk menjadi lebih baik. Karena itu, saya mengikuti langkah alumni Tzu Ching serta para paman dan bibi Tzu Chi dalam menjalankan Tzu Chi. Tahun ini, saya telah 27 tahun bergabung di Tzu Chi,” ungkap Lin Da-hong.
“Setelah lulus dan menghadapi krisis ekonomi pada tahun 2008, saya mengalami depresi. Saya masih ingat saat pertama kali bertemu Master di Kantor Cabang Tzu Chi Pingtung pada 27 tahun lalu, saya mengajukan satu pertanyaan pada Master,” lanjut Lin Da-hong.
Lin Da-hong melanjutkan “Saya berkata, ‘Master, mengapa di dalam benak saya sering timbul pemikiran yang tidak baik?’ Master berkata pada saya, ‘Hentikanlah keburukan yang sudah timbul, cegahlah keburukan yang belum timbul, kembangkanlah kebajikan yang telah timbul, dan bangkitkanlah kebajikan yang belum timbul.’ Empat kalimat ini selalu saya ingat hingga sekarang.”
“Kata-kata itu juga membantu saya melewati masa-masa depresi itu. Setelah sembuh, saya juga berikrar untuk menyembuhkan lebih banyak orang. Saya memutuskan untuk menjangkau seratus sekolah dan mengadakan seminar untuk membangkitkan spirit kaum muda Taiwan,” pungkas Lin Da-hong.
Kita bisa melihat para alumni Tzu Ching yang masih ingat bahwa mereka pernah menjadi anggota Tzu Ching. Sehari menjadi anggota Tzu Ching, seumur hidup adalah insan Tzu Chi. Berkat Asosiasi Tzu Ching, kalian dapat berhimpun kembali. Saya berharap jalinan kasih sayang di antara kalian dapat bertahan hingga selamanya.

Saudara sekalian, kalian telah menjalin jodoh baik dengan Tzu Chi. Jangan sia-siakan jalinan jodoh ini, genggamlah dengan baik. Saya sangat berharap setiap orang dapat selalu terhubung dengan Tzu Chi. Dengan demikian, barulah mereka dapat lebih sering bersumbangsih bagi masyarakat dan dunia.
Mungkin ada orang yang akan berkata, “Meski tidak sering datang ke Tzu Chi, saya tetap bersumbangsih bagi masyarakat.” Saya tidak menyangkal pernyataan seperti ini, tetapi tanpa Tzu Chi, kesempatan untuk bersumbangsih akan lebih sedikit. Kesempatan untuk bersumbangsih tetap ada, tetapi tidak sesering di Tzu Chi. Saya harap kalian dapat menggenggam jalinan jodoh dengan Tzu Chi.
Sesungguhnya, waktu dalam hidup kita tidaklah banyak, hanya puluhan tahun. Adakalanya, saya juga berpikir bahwa hati kaum muda gampang berubah. Namun, dalam upacara pelantikan setiap tahunnya, selalu ada anggota Tzu Ching yang dilantik menjadi relawan Tzu Chi. Saat saya hendak menyematkan kartu relawan, mereka selalu berkata, “Master, anak Anda telah kembali.”
Saya lalu menatap mereka dan berpikir, “Kapan anak saya pergi?” Dalam sekejap, mereka telah menikah dan memiliki anak, bahkan anak mereka pun telah tumbuh besar. Mereka telah berkeluarga dan mengembangkan karier. Jadi, mereka telah mengalami perubahan besar. Demikianlah kehidupan.
Dalam waktu puluhan tahun ini, setiap orang pasti telah mengalami banyak hal di tengah masyarakat dan keluarga. Jadi, kehidupan tidaklah panjang, tetapi juga tidak singkat. Akan tetapi, ini bukanlah intinya. Intinya ialah menginventarisasi diri sendiri. Hendaklah kita menginventarisasi kehidupan diri sendiri. Setelah lulus, apakah yang kalian lakukan dalam hidup kalian?

Kita harus menggenggam kesempatan untuk berbuat baik. Untuk berbuat baik, kita harus menjaga perilaku diri sendiri dengan baik. Saat orang-orang yang sering berbuat baik menghadapi rintangan dalam hidup mereka, mereka pasti bisa mengatasinya dengan mudah. Setelah bergabung dengan Tzu Chi dan menyerap Dharma ke dalam hati, kehidupan mereka menjadi lebih nyaman.
Mereka tidak melekat terhadap apa pun dan selalu bersikap penuh pengertian. Orang-orang yang tidak melekat dan penuh pengertian pasti bisa menjalani hidup dengan lebih damai. Saya berharap kalian dapat lebih sering berinteraksi dengan orang baik dan para Bodhisatwa yang menjalankan misi Tzu Chi. Dengan demikian, kehidupan kalian akan berbeda.
Kalian juga hendaknya saling mengundang untuk kembali mengikuti kegiatan Tzu Chi ataupun mencurahkan perhatian satu sama lain. Jadi, kalian bisa kembali menjalin jodoh dengan para Bodhisatwa yang masih ada di Tzu Chi dan bersama-sama mencurahkan perhatian pada dunia.
Saya yakin, meski telah lulus, kalian tetap adalah orang baik. Hanya saja, jarang ada kesempatan bagi kalian untuk melakukan hal baik. Kini, dengan mendekatkan diri kalian dengan Tzu Chi, mungkin akan ada lebih banyak kesempatan untuk berbuat baik. Berbuat baik bukan hanya untuk dunia.
Ajaran Buddha mengatakan bahwa makin dekat dengan orang baik, makin banyak kesempatan untuk berbuat baik; makin dekat dengan Bodhisatwa, makin banyak kesempatan untuk menciptakan berkah. Jadi, makin banyak berbuat baik, makin banyak orang baik yang kita kenal dan makin lapang pula hati kita sehingga kita lebih mudah memaafkan orang lain. Orang yang tahu untuk memaafkan orang lain adalah orang yang memperlakukan diri sendiri dengan baik.

Saudara sekalian, saya mendoakan kalian. Jika ada waktu luang, sering-seringlah kembali. Jika ada jalinan jodoh, kalian juga hendaknya berpartisipasi dalam kegiatan Tzu Chi. Saya juga mengundang kalian untuk kembali menjadi anggota komite Tzu Chi. Dengan demikian, kalian akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan membimbing orang-orang yang belum bergabung dengan Tzu Chi agar mereka dapat memahami Tzu Chi. Dengan demikian, barulah kita bisa menyucikan masyarakat dan dunia dengan cepat.
Saya sering berkata bahwa harapan saya ialah menyucikan hati manusia, mewujudkan masyarakat yang harmonis, dan … (Membebaskan dunia dari bencana.) Itu tidaklah mudah. Jika setiap orang sama seperti saya, setiap hari berpikir untuk menginspirasi orang-orang bergabung dengan Tzu Chi, orang-orang akan tahu untuk mewujudkan keharmonisan masyarakat. Orang ini tidak akan melakukan kesalahan dan pasti akan kembali menginspirasi orang lain untuk mewujudkan keharmonisan masyarakat. Saat masyarakat harmonis, barulah kehidupan mereka bisa tenteram dan sejahtera.
Menggenggam jalinan jodoh istimewa dengan Tzu Chi
Menginventarisasi kehidupan dan membawa manfaat bagi dunia
Mendekatkan diri dengan insan mulia dan menuju kebajikan
Tahu untuk memaafkan dan menciptakan berkah demi mewujudkan keharmonisan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 21 September 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 23 September 2026