“Pada tanggal 26, rapat kami selesai sekitar pukul 12 malam. Dokter Nirdesh Shakya kembali ke rumahnya dan saya kembali ke kamar saya. Pukul 1.30 hingga 2 dini hari, dia masih mengirim pesan kepada saya dan bertanya apakah saya sudah tidur. Hari itu, dia berkata kepada saya, ‘Hari ini, saya sangat lelah. Namun, ketika memikirkan para korban bencana, saya tidak bisa tidur’,” kata Zhao Xin-yu, relawan Tzu Chi Singapura.

“Master, saat itu, dia berkata bahwa dia memahami apa yang pernah disampaikan oleh Master. Ketika terjadi bencana, Master juga tidak bisa makan dan tidur. Dia mengatakan bahwa saat itu, dia dapat merasakan welas asih Master. Jadi, di malam itu, bahkan hingga 3 hari berikutnya, kami tidak tidur. Kami terus memikirkan bagaimana cara membantu para korban bencana. Selama 3 hari tersebut, Dokter Nirdesh Shakya pun demikian. Bahkan, dia sampai tidak makan,” pungkas Zhao Xin-yu.

Terima kasih. Untuk melakukan sesuatu, tubuh kita harus sehat. Hanya dengan tubuh yang sehat, barulah kita bisa memberikan kekuatan bagi negara masing-masing. Jadi, jagalah kesehatan dengan baik. Makan dan tidur harus tetap teratur. Jalani kehidupan seperti biasa. Saya tahu bahwa Anda sangat bersemangat dalam bersumbangsih. Saya sangat berterima kasih. Jika tidak ada Anda di Nepal, mungkin kita juga tidak akan dapat memberikan bantuan dalam bencana besar kali ini. Semua ini berkat Anda.

“Ketika saya membawa tempat tidur lipat ke rumah-rumah keluarga terdampak bencana, akhirnya saya menemukan jawaban atas pertanyaan yang selama ini saya tanyakan sejak tahun 2015, mengapa saya memilih jalan ini? Hingga hari itu, akhirnya saya tahu jawabannya,” kata Nirdesh Shakya, relawan Tzu Chi Nepal.

“Kini, saya makin memahami pentingnya ajaran Buddha dan makin memahami misi yang diemban Master bagi umat manusia. Saya menyadari bahwa welas asih bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan, terutama ketika orang-orang sedang mengalami penderitaan,” pungkas Nirdesh Shakya.

Anda sudah menjalin jodoh dengan saya selama belasan tahun dan sudah memahami bagaimana pekerjaan Tzu Chi. Saya yakin bahwa pascabencana kali ini, Anda dapat menjalankan misi Tzu Chi di Nepal dengan baik. Anda juga perlu mengajak teman-teman lainnya untuk bersama-sama bersumbangsih bagi negara sendiri dengan segenap hati dan tenaga.

Dengan bersumbangsih bersama Anda, mereka akan memahami nilai dari menjalankan misi Tzu Chi. Ketika suatu negara mengalami bencana atau ada banyak orang menghadapi kesulitan, kita dapat membantu mereka. Jadi, kita perlu meneladan semangat Buddha. Saya berharap Anda dapat memahami semangat Buddha dan mengajak lebih banyak orang.

Lihatlah bagaimana para Bodhisatwa Malaysia dan Singapura mengerahkan kekuatan untuk terjun ke tengah masyarakat. Saat ini, ajaklah teman-teman Anda untuk bergabung bersama dengan para relawan Malaysia. Ke depannya, jika Anda ingin melakukan lebih banyak hal bagi Nepal, Anda sudah memiliki kekuatan. Jadi, manfaatkanlah kesempatan ini.

Lebih seringlah berinteraksi dengan para relawan dari Singapura dan Malaysia serta belajar dari mereka. Tanyakan mengapa mereka begitu bersungguh-sungguh dan tidak takut menghadapi kesulitan. Banyaklah bertanya dan belajar dari mereka. Para Bodhisatwa Malaysia dan Singapura juga hendaknya berbagi tentang kesungguhan hati dan cinta kasih kalian dalam menjalankan misi Tzu Chi.

Wariskanlah semangat itu kepada dr. Nirdesh Shakya dan teman-temannya. Dengan demikian, Tzu Chi dapat terus memiliki kekuatan untuk melakukan lebih banyak hal bagi Nepal. Jika tidak, ketika mereka kembali dan Anda sendirian, kekuatan itu akan berkurang. Jadi, ajaklah teman-teman Anda untuk datang dan melihat.

Hendaklah kalian berusaha untuk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan bagi negara kalian. Dengan demikian, barulah perdagangan setempat dapat terus berkembang. Jadi, Anda perlu membantu masyarakat Nepal agar dapat berkembang dan sejahtera.

Berhubung para Bodhisatwa Malaysia dan Singapura telah membawa semangat saya ke sana, ajaklah teman-teman Anda untuk mempelajarinya. Ketika mereka kembali, Anda dapat melanjutkan estafet ini. Dengan begitu, Anda dapat membangkitkan kekuatan warga setempat. Jadi, yang terpenting ialah terlebih dahulu menginspirasi warga setempat untuk menjadi pelindung Dharma. Setelah itu, kami yang berada di belakang kalian akan terus memberikan dukungan.

Hati masyarakat juga harus tenang dan kehidupan mereka harus stabil. Dengan demikian, Nepal dapat bangkit kembali. Jadi, hendaknya Anda menggenggam kesempatan ini. Apakah Anda mengerti? (Mengerti. Terima kasih.)

“Terima kasih, Master. Empat tahun yang lalu, Master mengizinkan para murid dari Malaysia dan Singapura untuk kembali ke kampung halaman Buddha guna menempa diri. Saya percaya, seperti yang Master sampaikan, ini merupakan sebuah jalinan jodoh yang besar. Demi kampung halaman Buddha, kami datang ke tempat ini untuk mengemban ajaran dan misi Master dan Buddha. Saya percaya bahwa Tzu Chi di tempat ini akan memainkan peran besar dalam menggerakkan masyarakat,” kata Chen Ji-min, relawan Tzu Chi Malaysia.

“Di wilayah terdampak bencana, kami juga melihat cinta kasih Tzu Chi yang membantu para korban untuk kembali bangkit. Kami percaya bahwa tempat yang dilanda bencana juga dapat menjadi titik awal bagi perjalanan Jalan Bodhisatwa kami. Di sini akan menjadi tempat munculnya benih Bodhi,” pungkas Chen Ji-min.

“Hanya dalam kondisi seperti ini, kita dapat memahami tentang ketidakselarasan empat unsur alam dalam ajaran Buddha. Dari sini, kami belajar untuk dapat lebih tekun, bersemangat, dan memanfaatkan jalinan jodoh untuk terus melangkah maju. Kami berharap dapat mengikuti langkah Master untuk berjuang demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk. Kami akan benar-benar menyerap Dharma. Melalui jalinan jodoh kali ini, kami ingin menyebarkan Dharma dengan sungguh-sungguh,” kata Qiu Jian-yi, relawan Tzu Chi Singapura.

Saya sangat mengapresiasi tekad yang kalian bangkitkan. Saya sangat mengagumi kalian. Benar-benar seperti yang sering saya katakan, ketika saya mengatakan satu hal, kalian melakukannya sepuluh hingga seratus kali lipat. Saya hanya memberikan sedikit arahan, tetapi kalian langsung melangkah dengan mantap. Saya sangat mengagumi kalian.

Sesungguhnya, setiap pagi, ketika saya memberikan penghormatan kepada Buddha, saya selalu teringat dengan Nepal. Sekelompok relawan Tzu Chi selalu muncul dalam benak saya saat saya memberikan penghormatan. Saya sangat mengagumi dan berterima kasih kepada kalian. Tanpa kalian, semuanya benar-benar tidak akan berjalan meski kita memiliki dr. Nirdesh Shakya yang juga merupakan benih Tzu Chi di Nepal.

Saya sangat berharap sebelum kalian kembali, kalian dapat lebih banyak berinteraksi dengannya. Wariskanlah semangat dan cinta kasih kalian padanya. Jika memungkinkan, ketika teman-temannya datang, kalian dapat mewakilinya untuk menyemangati dan mendorong mereka. Saya berharap kekuatan Tzu Chi di Nepal dapat berakar makin kuat. Dengan begitu, barulah Nepal dapat tertolong.

Dalam bencana kali ini, kalian benar-benar menyucikan hati manusia. Kalian bukan hanya menyucikan dengan tetesan air, tetapi juga menggali sumur sehingga air dari sumur ini dapat membasahi tenggorokan mereka dan menumbuhkan jiwa kebijaksanaan mereka.

Saya berharap kalian dapat membimbing mereka dan berkata, “Kami telah menggali sumur di sini. Selama kalian memiliki tekad, kekuatan setiap orang dapat menjadi sebuah sumur.” Teruslah semangati mereka yang ada di sana. Bagikanlah kepada mereka kekuatan dan proses dari tekad yang kalian bangkitkan.

Ketika kalian kembali, baik ke Malaysia maupun Taiwan, apa yang kalian lihat dan dengar juga perlu dibagikan kepada semua orang. Inilah ajaran Buddha yang harus disebarkan di dunia. Ajaran Buddha senantiasa membangkitkan welas asih dan kekuatan cinta kasih. Inilah ajaran Buddha yang sesungguhnya.

Menjalankan ikrar Bodhisatwa dan menjadi teladan

Mendampingi dan mewariskan cinta kasih Tzu Chi

Berakar di wilayah setempat dan menghimpun kekuatan

Menggali sumur guna membasahi batin dan meneruskan jalinan jodoh bajik

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 23 September 2026

Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia

Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela

Ditayangkan Tanggal 25 September 2026