“Hal yang paling utama dalam pendidikan kedokteran saat ini ialah penerapan praktis. Setiap departemen akan memilih materi yang sesuai dengan karakteristik bidangnya. Seperti yang Master sampaikan bahwa kita perlu terus belajar dan sadar. Jika saya tidak terus melakukan refleksi untuk mengetahui apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik pada kesempatan berikutnya, peserta didik belum tentu mengalami kemajuan. Jadi, kami merasa bahwa kemampuan sangatlah penting,” kata Luo Wen-ling, Direktur Pusat Pengembangan Tenaga Pengajar.
“Selain itu, ada juga keterampilan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Sesungguhnya, sebagai bagian dari Tzu Chi, ada banyak pembelajaran yang tidak terlihat. Seluruh budaya kita sebenarnya berbeda dari sekadar kompetensi profesional. Saya pernah bertemu dengan seorang dosen dari universitas lain yang berkata kepada saya, ‘Mahasiswa Tzu Chi memang berbeda’,” lanjut Luo Wen-ling.
“Kali ini, salah satu pengajar memiliki seorang putri yang lulus dari Universitas Tzu Chi dan sekarang bekerja di rumah sakit lain. Ia pernah berkata kepada ayahnya, ‘Ayah, kalau Ayah melihat seorang dokter yang mau berjongkok agar sejajar dengan pasien dan berbicara dengan lembut kepada mereka, saya bisa katakan kepada Ayah bahwa dokter itu pasti lulusan dari Universitas Tzu Chi’,” pungkas Luo Wen-ling.
“Saya adalah dr. Gao Sheng-lun dari departemen pendidikan. Saya menempuh pendidikan kedokteran di sini. Setelah lulus, saya tetap bekerja di sini. Saya angkatan tahun 2003 dan merupakan lulusan angkatan ke-10. Saat itu, ada 13 teman seangkatan yang memilih untuk tetap bekerja di sini. Setelah menyelesaikan pelatihan, sekarang tinggal saya seorang yang masih bekerja di sini,” kata Gao Sheng-lun, Kepala Departemen Geriatri.
“Namun, mereka semua tetap berada di dalam Tzu Chi. Hanya saja, terkadang mereka memiliki pertimbangan keluarga atau rencana kehidupan lain. Saat ini, kami pun masih berkomunikasi satu sama lain dan tetap memberikan pelayanan kepada pasien dalam lingkungan Tzu Chi. dalam lingkungan Tzu Chi. Saya sangat berterima kasih kepada Master yang telah mendirikan Tzu Chi dan memberi kami kesempatan untuk belajar di sini,” pungkas Gao Sheng-lun.
Saya merasa sukacita dan tersentuh. Kehidupan ini tidak berlalu dengan sia-sia. Belakangan ini, saya terus menginventarisasi kehidupan dan merasa hidup ini sangatlah bernilai. Saya telah mendengar bagaimana anak-anak telah tumbuh dewasa. Setelah lulus, para mahasiswa Tzu Chi bekerja di berbagai bidang di tengah masyarakat. Ketika kembali ke sini, mereka selalu memperkenalkan diri dan berkata, “Master, anak Anda telah kembali.”
Dunia ini dipenuhi dengan kasih sayang. Namun, dalam kehidupan yang penuh jalinan kasih ini, kita tidak boleh melupakan kesadaran. Jika menjalani kehidupan dalam kebingungan, berarti kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk terlahir sebagai manusia. Sebaliknya, jika kita menjalani kehidupan tanpa kebingungan sedikit pun, hidup ini akan sangat bernilai. Jadi, dalam hidup ini, lakukanlah hal-hal yang benar. Itulah cinta kasih agung.

“Berhubung para pasien tidak dapat bergerak, ada beberapa staf yang dapat mengambil berbagai posisi untuk membersihkan setiap gigi pasien dengan baik. Tidak peduli betapa sulitnya posisi dan tingkat kesulitannya, mereka tetap berusaha melakukannya. Hal ini membuat saya sangat tersentuh,” kata Shen Fang-ji, Supervisor Departemen Keperawatan RS Tzu Chi Hualien.
“Kami memiliki ikrar yang kuat dan akan terus datang untuk membantu. Jadi, kami akan terus melakukannya sampai benar-benar tidak mampu lagi. Inilah visi kami,” kata Li Yi-bang Dokter gigi RS Tzu Chi Hualien.
Saya merasa bahwa hidup saya sangat bernilai. Hal paling baik yang saya praktikkan ialah cinta kasih. Tidak ada seorang pun yang tidak saya kasihi. Saya sendiri yang paling memahami diri saya. Memang benar, tidak ada seorang pun yang tidak saya kasihi.
Tahun ini, pencapaian misi Tzu Chi telah berjalan selama 60 tahun, sedangkan misi pendidikan telah berjalan hampir 40 tahun. Jadi, pencapaian Tzu Chi sangatlah cepat. Saya teringat bahwa dahulu semuanya dimulai dari 50 sen. Saya bukan orang kaya. Semuanya dimulai dari 50 sen. Jadi, kisah 50 sen itu harus kalian dalami dan pahami. Kisah 50 sen ini memiliki nilai inspirasi yang sangat besar. Tzu Chi benar-benar dimulai dari praktik 50 sen hingga berkembang sampai sekarang.
Setiap kali saya melihat anak muda atau paruh baya yang kembali ke sini dari luar negeri, mereka selalu berkata, “Master, saya sudah pergi selama puluhan tahun.” Saya bahkan tidak mengenali mereka. Namun, mereka akan memperkenalkan diri dan menceritakan kembali kehidupan mereka sebelum pergi. Memang benar, mereka memiliki jalinan jodoh yang erat dengan Tzu Chi.

“Di Universitas Tzu Chi, hal yang sangat ditekankan ialah praktik langsung, termasuk pengalaman sebagai relawan. Sesungguhnya, di rumah sakit, ada pula pengamatan dan perenungan mengenai fase lahir, tua, sakit, dan mati. Saya merasa bahwa manusia perlu mendapatkan inspirasi,” kata Dokter Zhang Qun-ming, angkatan kedua Fakultas Kedokteran Universitas Tzu Chi.
“Saya berharap kita dapat melenyapkan penderitaan sehingga pasien dapat memperoleh kebahagiaan. Ilmu kedokteran merupakan ilmu yang dibangun di atas kepedulian dan perasaan,” kata Dokter Zhang Qun-ming.
Saya terus mendengar bahwa Tzu Chi telah membantu banyak orang mencapai keberhasilan. Inilah kehidupan. Jika kita menginventarisasi kehidupan, hal yang paling bernilai bukanlah seberapa banyak uang yang kita miliki. Yang terpenting ialah jangan melakukan kesalahan.
Hari ini, semua yang saya dengar adalah kisah-kisah tentang orang baik dan perbuatan baik. Setidaknya, setiap orang menghormati dan melindungi kehidupan dengan cinta kasih. Para dokter sekalian telah mencapai banyak hal. Terlebih lagi, semuanya tidak menyimpang dari arah yang benar.
Saya berharap semuanya dapat memastikan bahwa arah kehidupan yang kalian pilih sudah benar. Untuk perjalanan hidup selanjutnya, selama kalian tetap menjaga misi, semangat, dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh, saya yakin perjalanan hidup kalian tidak akan menyimpang. Kehidupan kalian akan memiliki nilai yang sangat berharga.

Saya juga berharap kalian dapat membuat catatan kehidupan setiap hari. Jika kalian membuat catatan tersebut dan membangun hubungan baik dengan para pasien, kelak semuanya dapat dikumpulkan menjadi sejarah Tzu Chi dan sejarah sistem pelayanan kesehatan Tzu Chi. Kita dapat mengumpulkan kisah bagaimana para dokter menangani penyakit, melindungi pasien dengan cinta kasih, dan menghormati kehidupan.
Pikiran seperti ini harus selalu ada dan diwujudkan dengan tindakan dalam setiap waktu. Dalam menjalani kehidupan seperti ini, seseorang tidak hanya bisa menyembuhkan tubuh pasien, tetapi juga menyembuhkan hati mereka. Yang terpenting ialah ia dapat terjun ke tengah masyarakat untuk menyembuhkan berbagai penyakit di dunia.
Baik itu penyakit dalam kehidupan manusia, persoalan dalam cara pandang kehidupan, maupun prinsip yang berlaku di alam semesta, tidak ada yang tidak dapat dipahami.Saya sering menyampaikan kepada kalian bahwa prinsip kebenaran ajaran Buddha sungguh sangat halus dan berlaku universal. Semuanya merupakan prinsip yang sangat mendalam dan luas.
Ketika mendengar tentang pelayanan kesehatan, sistem medis pada hakikatnya juga mengandung prinsip-prinsip kebenaran. Hendaknya kita terus memperluasnya. Kita juga perlu memperluas hati yang mengasihi manusia dan semua sesuatu serta menerapkan ketulusan tanpa pamrih. Di sanalah terdapat prinsip kebenaran yang mendalam. Saya juga ingin menyemangati semua orang.
Waktu berlalu dengan sangat cepat, sedangkan kehidupan manusia tidak kekal dan kita tidak tahu kapan waktunya berakhir. Jadi, hendaknya kita menghargai kehidupan. Caranya ialah dengan memanfaatkan kehidupan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat. Ketika kalian melayani masyarakat, kehidupan akan menjadi bernilai. Ingatlah untuk mencatat dan menghimpun semua pengalaman ini.
Saya berharap perjalanan dalam sistem medis ini dapat disusun menjadi bagian dari sejarah misi kesehatan sebagai salah satu dari Empat Misi Tzu Chi.
Menjalankan cinta kasih agung dengan cinta kasih berkesadaran
Menghimpun tetes demi tetes kebajikan untuk menakhodai perahu cinta kasih
Menjaga misi kesehatan dan mewujudkan ikrar yang luas
Melayani dengan ketulusan tanpa pamrih dan menorehkan sejarah
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 05 Oktober 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 07 Oktober 2026