“Selama 2 tahun terakhir, kami sering keluar untuk mengikuti berbagai kegiatan baksos kesehatan. Dari situlah saya benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan semangat kerelawanan,” kata Weng Hui-ling, Kepala Departemen Urologi.
“Dua tahun ini sebenarnya sangat melelahkan, ditambah lagi saya memikul tanggung jawab sebagai kepala departemen. Namun, kami tidak mengharapkan imbalan apa pun, kami hanya memberikan apa yang mampu kami lakukan dan menggunakan keahlian yang dimiliki untuk membantu semua orang. Meski secara fisik dan mental merasa lelah, kami tetap merasa sangat bahagia. Sains adalah kode kehidupan, sedangkan ajaran Buddha adalah kode kebijaksanaan dalam kehidupan,” pungkas Weng Hui-ling.
“Saya juga sangat berterima kasih kepada CEO dan Wakil Kepala RS Lin Ting-guang yang telah meletakkan dasar yang sangat baik bagi Departemen Kardiologi RS Tzu Chi Dalin. Saya merasa bahwa kita harus meneruskan apa yang telah dirintis sebelumnya,” kata Li Yi-da, Kepala Departemen Kardiologi.
“Hendaknya kita membimbing para junior dengan terus tekun dan bersemangat. Kami akan terus berusaha mengembangkan berbagai metode pengobatan. Selama ada kebutuhan pasien, kami akan mempelajarinya. Harapannya, RS Tzu Chi Dalin dapat memberikan pelayanan dan penanganan jantung seperti yang dilakukan di pusat medis,” pungkas Li Yi-da.
Saya merasa sangat bersyukur mendengar laporan dari Dalin. Hualien dan Dalin hanya dipisahkan oleh satu pegunungan. Namun, saya tetap harus mengitari gunung dan melewati perairan untuk dapat sampai ke Dalin. Jadi, memang terasa sangat jauh.
Namun, teknologi saat ini memberikan banyak kemudahan. Sekarang, kalian berada di Dalin dan saya berada di Hualien. Kita memang terpisahkan oleh gunung, tetapi tetap terasa seolah-olah kita berada di hadapan satu sama lain. Ditambah lagi, beberapa dokter datang langsung dan sekarang berada di sisi saya sehingga terasa tidak ada jarak di antara kita. Terlebih lagi, setiap kali pergi ke Dalin, saya selalu menginap di area asrama. Setiap pagi, para tenaga medis selalu datang berkumpul. Meski ruangannya kecil, kami duduk sejenak dan berbincang bersama.

Ketika saya tiba di rumah sakit, setiap departemen berbagi cerita tentang bagaimana mereka menyelamatkan kehidupan pasien serta kehangatan hubungan antara dokter dan pasien. Semua ini merupakan keindahan dan kehangatan di dunia. Sungguh, ketika melakukan perjalanan setiap tahun, tempat yang paling saya sukai ialah Dalin. Di sana terasa seperti sebuah keluarga. Terlebih lagi, kita memiliki semangat misi yang sama. Rasanya seperti menjalankan salah satu bagian dari usaha keluarga. Ini terasa sangat hangat.
“Rumah sakit besar di tengah ladang.” Hari ini, ketika mendengar ungkapan itu, rasa manis tebu kembali terasa. Dahulu, tempat itu merupakan ladang tebu. Saya juga pernah berada di ladang tebu itu ketika semua orang sedang menebang tebu sebelum menyerahkan lahan tersebut kepada Tzu Chi. Saya sendiri juga berdiri di tengah ladang dan melihat orang-orang menebang tebu. Lahan ini kelak digunakan untuk melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih.
Saya juga sangat berharap pada rumah sakit ini. Bagaimana lahan ini dapat dijadikan rumah sakit? Saya berharap rumah sakit ini dapat mencapai standar internasional. Jadi, ketika kita mengubah pemikiran, kita akan merasakan bahwa semua ini sungguh bernilai.
Sesungguhnya, dari segi jarak, perjalanan dari Hualien menuju Dalin memiliki jarak geografis yang paling jauh. Namun, Dalin justru sangat dekat di hati. Marilah kita menginventarisasinya kembali. Ketika rumah sakit ini beroperasi, orang-orang terus berdatangan. Sesungguhnya, sejak awal rumah sakit ini mulai beroperasi, hingga sekarang pun kondisi di Dalin tidak banyak berubah. Jumlah staf kita terus bertambah dan semuanya tetap menjalankan tanggung jawab dengan mantap di sana.
Selain ada di Dalin, kini juga ada di Douliu dan Chiayi. Tanggung jawab yang kita emban juga makin besar. RS Tzu Chi Dalin benar-benar memberikan pelayanan yang sangat luas. Dari apa yang saya dengar, hampir semua insan Tzu Chi di wilayah Changhua ke selatan datang berobat ke Dalin. Mereka yang dari wilayah utara Pingtung juga datang ke Dalin. Jadi, RS Tzu Chi Dalin telah memberikan pelayanan kepada banyak insan Tzu Chi.
Namun, rumah sakit ini bukan dibangun khusus untuk insan Tzu Chi, melainkan dibangun untuk masyarakat setempat. Tentu saja, insan Tzu Chi juga merupakan bagian dari masyarakat setempat. Jadi, mereka juga memiliki rasa kedekatan dengan rumah sakit kita dan turut menjadi relawan di sana.

Terkadang, saya juga mengatakan kepada para kepala rumah sakit, baik di wilayah utara, tengah, maupun selatan, untuk mewakili saya memperhatikan dan menjaga para insan Tzu Chi. Saya selalu memberikan pesan khusus seperti ini karena tanpa insan Tzu Chi, tidak akan ada Tzu Chi seperti sekarang ini. Berkat semuanya, pembangunan rumah sakit bisa terwujud sedikit demi sedikit.
Para anggota komite Tzu Chi dengan susah payah menghimpun tetes demi tetes sumbangsih. Rumah sakit ini dibangun dari himpunan satu demi satu potong batu bata dan sak semen. Saya pernah mengatakan bahwa jika hati dan usaha dapat diwujudkan dalam hal yang terlihat, semuanya benar-benar telah tercampur ke dalam semen. Setiap batu bata pun dapat menunjukkan sumbangsih setiap orang. Semua orang telah mencurahkan hati dan usaha dengan penuh ketulusan hingga akhirnya bangunan rumah sakit dapat terselesaikan dengan baik.
Kita semua berada dalam sistem Tzu Chi. Saya berharap kalian semua dapat menganggap tempat ini sebagai rumah sendiri. Hendaknya kita bersama-sama menjaga setiap ruangan dan memanfaatkannya dengan fleksibel. Kita pun harus menyatukan semangat dan kekuatan kita. Saya merasa sangat bersyukur. Yang terpenting ialah menjaga kesehatan jasmani dan batin setiap orang yang berada di sana. Semua ini sangatlah penting.

Dokter sekalian, saya sangat bersukacita melihat kehadiran kalian. Saya juga sangat berterima kasih karena di Dalin ada begitu banyak orang yang terus mendampingi. Meski jarak secara fisik begitu jauh, kalian semua tetap mengasihi saya. Melihat semua orang berkumpul bersama, saya merasa sangat bersukacita dan begitu dekat.
Saya juga sangat berterima kasih kepada kalian yang secara khusus datang sebagai perwakilan. Saya bisa merasakan kasih sayang yang begitu nyata, seperti anak-anak yang kembali ke rumah untuk mengunjungi saya. Saya sangat bersukacita. Jika ada waktu, kalian harus sering-sering kembali. Beribu-ribu kata pada akhirnya kembali pada satu hal, yaitu cinta kasih Bodhisatwa.
Belakangan ini, saya selalu mengatakan, “Hendaknya kita memperpanjang jalinan kasih sayang dan memperluas cinta kasih agung.” Inilah cinta kasih Bodhisatwa. Buddha juga mengajarkan bahwa kita harus memandang semua makhluk di dunia sebagai keluarga kita sendiri. Mereka yang lanjut usia harus kita anggap seperti orang tua sendiri; mereka yang sebaya harus kita anggap seperti saudara laki-laki dan perempuan kita; anak-anak kecil harus kita anggap seperti anak sendiri. Begitulah cara kita menapaki Jalan Bodhisatwa.
Para dokter dan perawat telah benar-benar terjun ke tengah masyarakat untuk melindungi kehidupan dan kesehatan. Saya sangat berterima kasih kepada semuanya.
Memiliki semangat misi untuk melindungi kesehatan
Membangun batu karang pelindung dengan pikiran yang bajik
Memandang pasien sebagai keluarga dan memperluas cinta kasih agung
Meneruskan semangat dengan cinta kasih Bodhisatwa
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 12 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 14 Agustus 2026