“Terkadang, ketika penghuni di sini perlu pergi berobat, mereka harus diantar menggunakan bus khusus atau ambulans. Terkadang, mereka juga harus mengantre. Namun, ketika TIMA datang, para penghuni tidak perlu mengantre dan melalui berbagai prosedur. Ini benar-benar kabar yang sangat menggembirakan. Para penghuni sangat berterima kasih,” kata Hong Yao-shan, Direktur Ren Ai Home Taitung.

“Sesungguhnya, kita dan Ren Ai Home sudah lama menjalin kerja sama. Kami juga sangat senang mendapat kesempatan hari ini untuk membangkitkan tekad dan datang ke Ren Ai Home untuk memberikan pelayanan kepada semuanya,” kata Zhang Xiao-bei, Kepala Departemen Keperawatan RS Tzu Chi Guanshan.

Merawat lansia sangatlah penting. Saat ini, perawatan jangka panjang sangatlah dibutuhkan karena populasi makin menua dan jumlah anak muda makin sedikit. Akibatnya, makin banyak lansia yang harus bergantung pada lembaga perawatan untuk menjalani kehidupan. Ini memang keadaan yang tidak mudah.

Namun, meski usia masyarakat makin bertambah, asupan gizi saat ini lebih baik. Banyak orang berusia 60 hingga 70-an tahun masih bisa beraktivitas. Sekarang juga ada dorongan agar orang yang berusia 60-an tahun tidak langsung pensiun. Selama masih mampu, mereka sebaiknya terus bekerja. Pada usia tersebut, pikiran mereka masih jernih dan kondisi fisik masih baik. Jadi, biarkan mereka terus bekerja.

Saya merasa bahwa saat ini, kita perlu menggandeng setiap orang dengan kasih sayang. Dalam ajaran Buddha, kita berbicara tentang Bodhisatwa. Banyak orang memohon kepada Bodhisatwa Avalokitesvara dan Bodhisatwa lainnya. Namun, sesungguhnya Bodhisatwa ada di tengah dunia. Setiap orang dapat menjadi Bodhisatwa.

Belakangan ini, saya sering berkata bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki hakikat kebuddhaan. Setiap orang mempunyai hati yang baik dan inilah yang disebut dengan hakikat kebuddhaan. Setiap orang memiliki ini. Inilah Bodhisatwa dunia. Ren Ai Home merupakan bagian dari misi Bodhisatwa. Semua orang di sini bekerja karena cinta kasih dan demi merawat para lansia. Saya selalu mengatakan bahwa merawat lansia merupakan bentuk balas budi.

Lingkungan kehidupan yang kita nikmati saat ini merupakan hasil perjuangan generasi sebelumnya. Di wilayah yang tidak terlalu luas ini, kondisi kehidupan dan perekonomian relatif merata. Jadi, kita harus bersyukur. Dengan memiliki hati yang penuh rasa syukur, kita akan memahami pentingnya memberi manfaat dan membalas budi. Dengan begitu, masyarakat akan hidup dengan damai.

Dalam menjalankan misi amal, seperti yang baru saja saya sampaikan, kita perlu menjalin kasih sayang. Jangan terburu-buru pensiun ketika masih muda. Selama masih mampu, kita dapat saling merawat. Inilah yang disebut dengan jalinan kasih sayang. Orang yang sehat dapat merawat mereka yang kondisi fisik dan mentalnya lebih lemah. Orang yang sehat hendaknya membantu mereka yang lebih lemah. Inilah yang disebut merawat dengan kasih sayang. Jadi, kita perlu menenangkan hati.

Saya berharap Ren Ai Home Taitung dapat terus menjalankan semangat ini. Tak berbeda dari badan-badan misi Tzu Chi, semuanya juga berawal dari misi amal. Tzu Chi membimbing semua orang dengan ajaran Buddha. Hendaknya kita meyakini bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki hakikat kebuddhaan. Hakikat kebuddhaan ini perlu terus dipupuk.

Hendaknya kita saling membangkitkan hakikat kebuddhaan yang sudah ada dalam diri masing-masing dan bersama-sama melakukan hal yang baik. Kita hendaknya membangkitkan hakikat kebuddhaan yang sudah ada, mempraktikkan kebajikan, dan menapaki Jalan Bodhisatwa. Inilah cara yang dapat kita lakukan.

Saya berharap semuanya memiliki arah dan tujuan yang sama dan terus belajar bagaimana menjadi orang yang baik. Jika semua orang bisa menjadi orang baik, dunia ini akan memiliki lebih banyak insan berbudi luhur yang melakukan perbuatan baik. Inilah tanah suci para Bodhisatwa. Jadi, hendaknya kita senantiasa berterima kasih kepada banyak orang.

Entah kita mengenal mereka atau tidak, kita semua memiliki niat baik yang sama untuk melakukan perbuatan baik. Berkat itulah, kita dapat hidup dalam masyarakat yang tenteram. Kita harus saling berterima kasih. Demikianlah seharusnya kita berbuat baik. Orang yang baik dapat memengaruhi suasana di lingkungannya dan menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik. Inilah nilai dari orang yang baik dan nilai kehidupan itu sendiri. Jadi, ini juga merupakan pendidikan.

Kualitas seseorang tidak ditentukan oleh gelar yang dimilikinya, tetapi bagaimana ia menjadi manusia yang baik dan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain. Inilah orang baik, perbuatan baik, serta sosok yang patut dijadikan panutan.

Ren Ai Home Taitung benar-benar perlu terus dikelola karena semangat dan prinsip yang dipegang sangat baik dan tepat. Jadi, kita semua perlu memikul tanggung jawab untuk meneruskannya. Hal ini juga dapat disebut sebagai sebuah misi. Dengan semangat yang baik, kita merawat para lansia demi masyarakat. Mengapa kita perlu merawat lansia? Karena mereka telah memberikan kontribusi bagi masyarakat. Jadi, kita harus senantiasa bersyukur karena memiliki misi yang begitu baik.

Kita perlu berpegang teguh pada misi ini dan terus berusaha menjalankannya. Selama kita melaksanakannya dengan baik, secara alami akan ada banyak orang yang tergerak untuk berinteraksi dan saling mencurahkan perhatian. Hendaknya kita melakukannya dengan ketulusan. Apa yang kita lakukan juga harus tepat dan benar. Dengan ketulusan dan niat yang benar, kita dapat menjalankan misi ini dengan baik, bahkan menjadikannya makin baik.

Saat ini, perawatan jangka panjang merupakan hal yang sangat saya perhatikan. Saya sendiri juga makin bertambah usia. Dengan bertambahnya usia, kita dapat memahami bahwa ketika seseorang menua, ia benar-benar membutuhkan perhatian. Terkadang, saya berkata kepada diri sendiri, “Saya bersyukur masih ada begitu banyak orang yang merawat saya.” Saya sangat berterima kasih.

Semua yang duduk di sini hendaknya senantiasa bersyukur atas kehidupan yang kita miliki. Di luar lingkungan kehidupan kita, masih banyak orang yang kekurangan dan tidak memiliki kehidupan seperti kita. Mereka tidak memiliki orang yang merawat dan mendampingi mereka seperti dalam sebuah keluarga. Banyak lansia yang hidup sebatang kara dan tidak ada orang yang dapat diandalkan. Bagaimana nasib mereka?

Apa yang sedang kita lakukan saat ini merupakan upaya untuk menjadi tempat bersandar bagi para lansia yang hidup sebatang kara. Jadi, kalian adalah Bodhisatwa, makhluk yang memiliki cinta kasih berkesadaran. Seperti apakah Bodhisatwa itu? Seperti inilah wujudnya. Kalian semua telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan perhatian untuk mengurus kehidupan mereka. Jadi, hendaknya kita saling menyemangati.

Misi Bodhisatwa ialah melindungi lansia sebatang kara

Membawa manfaat dengan tindakan nyata dan jalinan kasih sayang

Mengemban tanggung jawab dengan rasa syukur dan menjadi teladan

Mengemban tugas dalam perawatan jangka panjang dengan ketulusan dan cinta kasih berkesadaran

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 18 Oktober 2026

Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia

Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela

Ditayangkan Tanggal 20 Oktober 2026