“Pada tanggal 7 September, rumah sakit kembali memberikan pelayanan rawat jalan dan gawat darurat. Kepala RS sangat tersentuh dan berkata bahwa ini berkat Tzu Chi. Saya juga memuji para staf rumah sakit yang dari pagi hingga malam giat membersihkan rumah sakit tanpa henti. Tanpa mereka, kami tidak mungkin mewujudkan semua ini,” kata Chen Ji-min, relawan Tzu Chi Malaysia.

Kita telah melihat kondisi di Nepal. Saya sangat bersyukur kepada para relawan dari Singapura dan Malaysia yang segera memberikan laporan tentang apa yang mereka lihat dan dengar di sana. Kita bisa melihat kondisi rumah sakit setempat. Saya bersyukur kepada para insan Tzu Chi yang mengajak pihak pemerintah, militer, dan ibu-ibu setempat untuk turut membantu. Asalkan ada banyak orang yang bergerak, kekuatan yang terhimpun akan sangat besar dan misi pun bisa dituntaskan dengan cepat.

“Sekolah Menengah Shree Bageshwari terletak di belakang rumah sakit. Saat saya baru tiba, hanya ada sedikit relawan dan orang tua murid yang datang untuk membantu. Karena itu, saya berkata kepada kepala sekolah, ‘Berdasarkan pengalaman penyaluran bantuan kami, kita harus mengajak orang tua murid yang penuh cinta kasih untuk turut membantu.’ Saya sangat bersyukur kepala sekolah menerima saran saya ini. Beliau lalu menyampaikan hal ini di grup orang tua murid,” kata Su Qi-feng, relawan Tzu Chi Malaysia.

“Saya sangat bersyukur para orang tua murid bersedia untuk turut berkontribusi. Selama beberapa hari ini, setiap hari ada lebih dari 400 orang yang bergerak untuk membantu. Berhubung banyak orang yang mendukung, semua kursi dan meja telah dibersihkan,” pungkas Su Qi-feng.

Kita bisa melihat sekolah dan rumah sakit yang telah dibersihkan secara tuntas. Ada hal yang bisa ditunda, tetapi pengobatan dan pendidikan tidak bisa ditunda. Saat ada orang yang terluka atau jatuh sakit, mereka membutuhkan penanganan dan pertolongan sesegera mungkin. Pendidikan juga tidak bisa ditunda. Karena itu, kita mengutamakan rumah sakit dan sekolah. Rumah sakit dan sekolah telah dibersihkan sehingga dapat beroperasi kembali.

Ketika anak-anak dapat kembali bersekolah, para orang tua pun dapat tenang dan fokus pada upaya pembersihan untuk memulihkan kampung halaman mereka. Saya sangat bersyukur kepada para Bodhisatwa dari Malaysia dan Singapura yang telah mendedikasikan diri di sana. Mereka dapat memberikan kontribusi besar di sana karena telah sangat berpengalaman dalam bantuan bencana internasional. Saya sungguh sangat bersyukur kepada para Bodhisatwa dari Malaysia dan Singapura atas dedikasi mereka.

Tentu saja, saya juga bersyukur kepada warga setempat yang merupakan relawan kita. Kita hanya memiliki beberapa relawan setempat di sana. Salah satunya adalah Nirdesh Shakya. Dia sudah lama menyatakan berguru pada saya. Kali ini, dia telah mengerahkan kekuatan besar. Sebagai warga Nepal, dia lebih leluasa untuk berkomunikasi dengan pemerintah setempat. Baik dari sisi bahasa maupun yang lainnya, dia lebih leluasa. Jadi, ini berkat adanya jalinan jodoh.

Segala sesuatu yang kita lakukan di Nepal, pemerintah setempat telah melihatnya serta sangat bersyukur dan tersentuh atas sumbangsih insan Tzu Chi. Sungguh, selama beberapa hari mengikuti perkembangan di Nepal, saya sangat berharap bisa menjangkau Nepal, tetapi tidak bisa. Akan tetapi, saya bisa melihat dukungan penuh dari warga setempat. Murid-murid juga diajak untuk membantu upaya pembersihan. Orang yang membantu sangatlah banyak. Saya sangat tersentuh.

Semua orang sangat bekerja keras. Mereka bekerja di bawah terik matahari. Cuaca di sana sangatlah panas. Pascabanjir, relawan kita menjangkau daerah bencana. Kita bisa membayangkan kondisi daerah yang diterjang banjir hingga porak-poranda. Jadi, penyaluran bantuan penuh tantangan. Kita bisa membayangkannya. Meski demikian, mereka tetap damai dan tenang.

Dalam telekonferensi dengan mereka beberapa hari ini, saya tidak pernah mendengar mereka mengeluh lelah. Mereka selalu aktif menyurvei kondisi bencana, memberikan laporan selengkap mungkin, dan melakukan perencanaan yang matang tentang apa yang ingin dan bisa mereka lakukan. Demikianlah mereka bersumbangsih. Karena itu, saya juga sangat tenang. Namun, saya juga merasa tidak sampai hati karena mereka menghadapi berbagai kesulitan di sana.

Selain cuaca yang sangat panas, tempat tinggal mereka juga kurang nyaman. Berbagai kesulitan yang mereka hadapi sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Meski demikian, mereka tetap bertahan di sana dan akan terus memberikan bantuan. Bodhisata sekalian, kalian juga harus peduli akan hal ini. Meski hidup kita aman dan tenteram, kita harus tetap peduli terhadap wilayah yang dibantu oleh Tzu Chi.

Kita juga harus memikirkan bagaimana cara memberikan dukungan pada mereka. Kita hendaknya berbagi tentang hal ini dengan orang-orang. Dengan mengimbau orang-orang untuk membangkitkan tekad dan mencurahkan cinta kasih, kita juga menciptakan berkah. Saya sering mengulas tentang berkah. Energi berkah bagaikan lapisan pelindung yang melindungi Bumi beserta segala isinya.

Hendaklah kita mengimbau orang-orang untuk memberikan bantuan dengan cinta kasih. Bencana kali ini sungguh mendatangkan dampak bencana serius bagi Nepal. Kita hendaknya memberikan bantuan dan penghiburan. Asalkan kita bersumbangsih dengan kesungguhan hati dan ketulusan, mereka pasti bisa merasakannya. Yang penting, kita harus mencurahkan cinta kasih.

Saya sangat bersyukur mendengar laporan relawan kita beberapa hari ini. Sebelum bencana ini terjadi, hati saya terasa sangat tidak nyaman dan bertanya-tanya apakah akan terjadi sesuatu di suatu tempat. Pikiran seperti ini terus muncul dalam benak saya. Ternyata, bencana terjadi di tanah kelahiran Buddha.

Beberapa tahun belakangan ini, saya terus berkata bahwa saya sangat berharap dapat memperbaiki kondisi di tanah kelahiran Buddha. Saya terus berpikir untuk memperbaiki kondisi di tanah kelahiran Buddha. Adakalanya, saya diam-diam merenungkan sesungguhnya apa yang ingin saya perbaiki di sana. Kini, saya sudah mendapatkan jawabannya.

Saudara sekalian, sebagai murid-murid saya, kalian hendaknya menghimpun kekuatan untuk mewujudkan harapan saya. Mengenai bencana di Nepal kali ini, kita sungguh membutuhkan kekuatan yang lebih besar untuk memberikan bantuan. Memulihkan operasional sekolah dan rumah sakit setempat, ini tidak boleh ditunda dan harus dilakukan sesegera mungkin.

Insan Tzu Chi segera bergerak untuk mengatasi kesulitan warga

Memulihkan operasional rumah sakit dan sekolah sesegera mungkin pascabencana

Bekerja sama dengan kesatuan hati untuk menghimpun energi berkah

Membawa perubahan positif bagi tanah kelahiran Buddha

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 09 September 2026

Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia

Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela

Ditayangkan Tanggal 11 September 2026