“Setelah selesai membersihkan rumah sakit, berikutnya kami akan menuju sekolah. Kami akan bekerja sama dengan pemerintah kota, pihak militer, kepolisian, para relawan, dan berbagai pihak lainnya. Kami berharap dapat membersihkan area ini secepat mungkin,” kata Su Qi-feng, relawan Tzu Chi Malaysia.

“Hari ini, kami melihat alat-alat berat sudah datang untuk membantu membersihkan lumpur di sekolah. Pihak sekolah juga mengerahkan banyak anak muda untuk membantu proses pembersihan. Jadi, kami membagi tugas menjadi 2 kelompok,” kata Wang Qi-zhen, relawan Tzu Chi Malaysia.

“Ketika melihat insan Tzu Chi datang ke sini, saya merasa penuh harapan. Saya berharap rumah sakit ini dapat kembali beroperasi,” kata Madukar Dahal, Kepala RS Baireni.

Di saat seperti ini, kita semua menyatukan hati dan tekad. Berapa banyak insan Tzu Chi yang bergerak? Berapa banyak hal yang telah kita lakukan? Bagaimana cara kita mendedikasikan diri? Jika kita melihatnya dengan sungguh-sungguh, Bodhisatwa memang selalu muncul di dunia. Sesungguhnya, ketika ada hal baik, semua orang pasti mendukungnya. Insan Tzu Chi memperhatikan setiap orang yang dapat dijangkau.

Ketika masuk ke rumah para lansia, relawan kita selalu membentangkan tangan untuk merangkul mereka, menggandeng tangan mereka, atau menepuk pundak mereka dan berkata, “Insan Tzu Chi sudah datang, tenanglah. Kami akan membantu membersihkan rumah Anda. Jika atap rumah bocor, kami akan memperbaikinya.” Inilah kehangatan dan cinta kasih yang diberikan oleh insan Tzu Chi.

Seberapa besar cinta kasih ini? Semuanya bermula dari bagian-bagian kecil yang kemudian kita sambungkan satu per satu hingga menjadi kekuatan yang besar. Di dunia ini, kita tidak dapat hidup tanpa cinta kasih. Jadi, yang kita butuhkan ialah cinta kasih berkesadaran. Cinta kasih harus terus dibentangkan. Kita harus terus membentangkan cinta kasih hingga jalan yang semula penuh rintangan dapat menjadi rata. Inilah misi insan Tzu Chi.

Kita perlu saling bergandengan dan berjalan bersama. Belakangan ini, saya selalu berkata bahwa kita harus menggalang Bodhisatwa. Kita perlu terus menyerukan hal ini. Kita juga perlu membentangkan tangan dan menggandeng orang satu per satu. Jadi, hendaknya kita bersumbangsih secara nyata di Jalan Bodhisatwa di dunia. Harus ada yang membangkitkan cinta kasih terlebih dahulu, barulah kekuatan cinta kasih dapat terhimpun. Saya merasa sangat tersentuh.

Selama ada tekad untuk melakukannya, kita pasti bisa mewujudkannya. Tzu Chi telah berjalan selama 60 tahun hingga hari ini. Mengingat masa itu, saya berada di antara usia produktif dan paruh baya dan para insan Tzu Chi berusia 20-an, 30-an, 40-an, hingga 50-an tahun. Saat ini, mereka pasti sudah lanjut usia, terutama yang pada masa itu berusia 40 hingga 50 tahun. Terlebih lagi, pada masa itu, jumlah insan Tzu Chi belum sebanyak sekarang. Jadi, kalian dapat membayangkan betapa saya merindukan para insan Tzu Chi tersebut.

Sebenarnya, jumlah mereka memang tidak banyak. Namun, kini mereka juga sudah menua. Ada yang kondisinya sama seperti pohon yang daunnya sudah mulai menguning, ranting-rantingnya mengering, dan daunnya berguguran. Inilah proses kehidupan yang perlahan layu. Namun, saya menghibur diri dengan berpikir bahwa mereka telah kembali. Kini, ada banyak Bodhisatwa cilik, remaja, dan muda yang perlahan memulai langkah di Tzu Chi. Karena itu, kini jumlah relawan remaja dan muda kita tidaklah sedikit.

Saat ini, kita sangat membutuhkan upaya untuk menghimpun kekuatan cinta kasih dan ketulusan. Ketulusan yang sesungguhnya harus memiliki kekuatan. Hendaknya kita semua membangkitkan hati yang tulus dan jangan pernah meremehkan kekuatan ketulusan ini. Kita harus benar-benar tulus. Inilah yang disebut kekuatan batin, yaitu kekuatan yang berasal dari hati. Banyak hal membutuhkan kekuatan dan energi. Ada energi langit, bumi, dan manusia.

Kekuatan dan energi ini benar-benar dapat menyingkirkan keburukan dan menghimpun kebajikan. Hanya dengan menghimpun kekuatan kebajikan, barulah kita dapat menyingkirkan keburukan dan menyembuhkan luka batin. Kita memiliki sebuah lagu yang berkaitan dengan menyembuhkan luka batin. Namun, yang kita lakukan bukan hanya ini, melainkan juga menghalau bencana.

Kita harus benar-benar membangkitkan kekuatan yang membawa kedamaian dan kita harus memiliki keyakinan. Di dunia ini, ada begitu banyak kekuatan dari berbagai agama. Setiap agama pada dasarnya memiliki tujuan dan niat yang benar. Hanya saja, budaya di setiap negara berbeda. Meski demikian, semuanya tetap disebut agama.

Agama yang benar ialah agama yang membimbing orang-orang untuk berjalan ke arah yang benar. Jadi, semua umat beragama hendaknya bersatu dengan keyakinan yang tulus dan niat yang benar untuk menciptakan atmosfer yang positif. Apa pun agama yang kita anut, dan agama apa yang saya anut. selama kita dapat membina pikiran benar dan cinta kasih agung, jalan kita akan sangat lapang.

Belakangan ini, saya terus berkata bahwa kita harus belajar. Belajar bukanlah sesuatu yang dapat kita selesaikan hanya dalam satu kehidupan, melainkan dari kehidupan ke kehidupan. Dalam setiap kehidupan, kita harus memiliki hati yang murni seperti anak-anak. Setiap kali memulai kehidupan, kita harus kembali belajar.

Apa yang harus kita pelajari? Kita harus belajar menapaki Jalan Bodhisatwa. Bodhisatwa adalah makhluk berkesadaran. Kita memiliki cinta kasih yang sangat murni, yaitu cinta kasih Bodhisatwa. Kita semua telah bersama-sama membuka Jalan Bodhi yang agung. Jalan ini sangatlah lurus. Hendaknya kita bersama-sama menghimpun niat baik dan terus bersungguh hati.

Ada begitu banyak hal yang patut kita syukuri. Namun, di masa mendatang, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan akan makin banyak. Di zaman sekarang, kita harus meningkatkan kewaspadaan. Kita harus menggunakan hati yang tulus untuk berdoa semoga pikiran manusia dapat selaras serta setiap orang memiliki cinta kasih dan kesadaran untuk berjalan di jalan yang lurus dan rata.

Bodhisatwa muncul untuk membawa kehangatan bagi dunia

Mewujudkan cinta kasih agung dan kehangatan dengan tindakan nyata

Menghimpun kebajikan dengan tulus untuk melenyapkan bencana

Membina keharmonisan antaragama dengan cinta kasih berkesadaran

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 02 September 2026

Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia

Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela

Ditayangkan Tanggal 04 September 2026