“Dari total Kartu Keluarga (KK) ada 515. Semuanya sudah menerima. Ini sangat luar biasa, sangat luar biasa sekali hati baik dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Hanya doa yang bisa kami panjatkan. Semoga Tuhan senantiasa membimbing dan menjaga di setiap langkah hidup mereka,” kata Feri, Kepala Desa Ladur.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kebaikan (relawan). Relawan menyelimuti saya dan kami pun berpelukan,” ungkap Yohanes Bosco, korban bencana.

“Betul-betul ini TTD (Tim Tanggap Darurat Tzu Chi) sangat menantang. Jadi bagi saya sangat happy, bisa cepat menolong masyarakat yang membutuhkan. Ya memang pesan Guru juga (Master Cheng Yen) di mana ada bencana, anda mesti cepat sampai di tempat, cepat membantu mengurangi beban mereka,” kata Liwan Kho, relawan Tzu Chi.

Waktu berjalan begitu cepat. Setengah bulan demi setengah bulan, hari-hari terus berlalu tanpa henti. Bulan ini kita melewati tanggal 1, bulan berikutnya kembali tiba tanggal 1. Setiap tahun, kita terus menjalani tanggal 1 dan 15. Setengah bulan demi setengah bulan terus berlalu.

Namun, apakah kita dapat memastikan bahwa dari tanggal 1 bulan ini hingga tanggal 1 bulan berikutnya, kita akan tetap menjalani kehidupan dengan tenteram? Tidak ada yang tahu. Jawabannya ialah ketidakkekalan. Apakah setiap hari kita akan selalu dapat menjalani kehidupan dengan aman, tenteram, dan lancar? Setengah bulan demi setengah bulan berlalu, apakah semuanya akan selalu demikian? Jawabannya sungguh ialah “ketidakkekalan”.

Justru karena kehidupan ini tidak kekal, kita harus menjaga ketulusan. Setiap detik, kita harus menjaga niat yang baik. Dengan sebersit niat, kita dapat mempraktikkan ketekunan melalui perbuatan, ucapan, dan pikiran. Hendaknya kita menjaga kebajikan. Ada kebajikan dalam hati dan ada kebajikan dalam tindakan. Dengan demikian, setiap niat adalah niat baik.

Bodhisatwa sekalian, janganlah menganggap remeh setiap detik dan menit. Tujuan kita dalam melatih diri ialah membangkitkan niat baik untuk terus melangkah maju dengan tekun dan bersemangat. Apabila kita lengah dan muncul sebersit niat buruk, mungkin akan sulit bagi kita untuk melepaskan diri. Niat buruk itu akan terus ada dalam setiap detik dan menit kehidupan kita.

Jadi, kita harus memahami bahwa setiap detik dan menit, kita harus menjaga niat kita dengan baik. Sebersit niat yang menyimpang akan membuat langkah kita ikut menyimpang hingga tersesat jauh. Saudara sekalian, jagalah niat dalam hati dengan baik. Arah yang kita tempuh tidak boleh menyimpang sedikit pun.

Bodhisatwa sekalian, seiring waktu berlalu, usia kehidupan kita pun berkurang. Ketika detik dan menit berlalu, usia kehidupan kita pun ikut berkurang. Seiring berlalunya hari demi hari, usia kehidupan kita juga terus berkurang. Saudara sekalian, hendaknya kita setiap saat mengingat tentang ketidakkekalan.

Terlahir sebagai manusia merupakan suatu berkah. Meski kehidupan manusia penuh dengan penderitaan, tetapi di alam manusia ini, kita senantiasa diingatkan akan ketidakkekalan yang mendorong kita untuk terus tekun dan bersemangat. Apa yang dimaksud dengan tekun dan bersemangat? Kita harus senantiasa mengingatkan diri sendiri untuk tidak perhitungan terhadap orang lain dan lebih banyak menjalin jodoh baik.

Ya, waktu dan ketekunan tidak dapat dipisahkan. Kita harus tekun dan terus menggenggam waktu. Ada waktu, barulah kita memiliki kesempatan untuk tekun dan bersemangat. Ketika tidak ada waktu lagi, semuanya akan berhenti. Jadi, hendaknya kita menghargai waktu dan melayani dengan tekun serta bersemangat.

Kehidupan manusia memang penuh dengan penderitaan. Namun, selama berada di dunia ini, kita hendaknya senantiasa mawas diri dan bersungguh-sungguh melatih diri. Jika bisa mawas diri dan memahami pentingnya melatih diri, kita dapat berbuat lebih banyak kebaikan di dunia dan bertutur kata baik.

Setiap saat, kita dapat berbuat baik. Berbakti kepada orang tua adalah sebuah kebaikan; menaruh belas kasih kepada semua makhluk adalah kebaikan; membawa bantuan dengan tindakan nyata juga adalah kebaikan. Teruslah mengakumulasi kebaikan. Orang baik akan memperoleh hasil yang baik. Hendaklah kita senantiasa mengingatkan diri sendiri akan hal ini.

Jika kita melihat dunia secara lebih luas, begitu banyak negara sedang mengalami penderitaan. Kemiskinan, penderitaan, perubahan iklim, bencana alam, bencana akibat ulah manusia, dan ketidakkekalan dalam kehidupan terus terjadi. Kita tidak tahu berapa banyak peristiwa akibat ketidakkekalan yang terjadi di dunia hanya dalam satu hari kemarin.

Kita masih dapat menjalani kehidupan dengan aman dan hari kemarin telah berlalu. Hari ini kembali dimulai, tetapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari ini. Jadi, hendaknya kita membina ketulusan. Kita harus bersyukur atas apa yang telah berlalu dan menyambut masa depan dengan ketulusan. Hendaknya setiap orang senantiasa mawas diri.

Kalian harus ingat, “Seiring berlalunya waktu, usia kehidupan kita pun ikut berkurang. Bagai ikan yang kekurangan air, apa kebahagiaan yang diperoleh?” Jangan biarkan diri kita hanya menjalani hidup dengan bersenda gurau. Itu tidak boleh. Kita harus menjalani kehidupan dengan sungguh-sungguh.

Ketika ada orang yang membutuhkan, kita harus segera memberikan bantuan. Ketika terjadi sesuatu di berbagai penjuru dunia, kita harus membangkitkan rasa belas kasih. Jika ada yang dapat kita bantu, lakukanlah semaksimal mungkin. Jadilah orang baik yang melakukan perbuatan baik setiap hari.

Hal yang paling sederhana ialah menyapa orang lain dengan tutur kata yang baik. Inilah yang terpenting. Jadilah orang baik yang melakukan perbuatan baik dengan tindakan nyata. Saya berharap semuanya dapat benar-benar memahami apa yang saya sampaikan.

Hendaknya kita saling mengingatkan dan saling mendorong untuk terus tekun dan bersemangat. Ingatlah ini dengan baik. Saya mendoakan kalian semua. Terima kasih.

Senantiasa tekun dan bersemangat di tengah waktu yang terus mengalir

Mengingatkan diri akan ketidakkekalan untuk terus berbuat baik

Menggarap ladang berkah dengan Tiga Kebajikan

Menjaga welas asih dengan hati yang tulus

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 08 September 2026

Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia

Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela

Ditayangkan Tanggal 10 September 2026