“Kali ini, kami sekeluarga datang bersama. Berhubung kesempatan seperti ini cukup langka, kami pun memanfaatkannya untuk datang bersama-sama. Sesungguhnya, jalinan jodoh saya dengan Tzu Chi sudah terjalin sejak saya masih kecil karena nenek saya sangat suka menonton Da Ai TV. Jadi, saya pun sering ikut menonton,” kata Lin Pei-yi, peserta kamp.
“Saya juga teringat saat masih kecil, Nenek sering berkata, ‘Kamu harus menjadi anak yang baik, berbakti, dan mendengarkan perkataan Master.’ Saya merasa bahwa nasihat itu sangat bermanfaat. Setelah pulang nanti, saya akan mengikuti pelatihan dan berharap dapat lebih banyak mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan serta bergabung dalam keluarga besar Tzu Chi,” pungkas Lin Pei-yi.
Kebajikan dan cinta kasih adalah warisan berharga setiap keluarga. Sesungguhnya, harta karun dalam kehidupan ada di dalam diri kita masing-masing. Setiap orang memiliki sebutir permata yang tersembunyi di dalam dirinya, hanya saja kita sendiri tidak menyadarinya.
Coba kita renungkan kembali, apa yang diwariskan orang tua, kakek dan nenek, atau bahkan leluhur kita kepada kita? Mereka selalu mewariskan cinta kasih, kebajikan, dan nilai-nilai moral. Saya percaya bahwa setiap orang memilikinya. Hanya saja, kita mungkin tidak menyadarinya, tidak mempraktikkannya, atau belum mempraktikkannya secara menyeluruh. Inilah sesuatu yang dimiliki oleh setiap orang.
“Profesi saya ialah apoteker. Saya sudah membuka apotek di Banqiao selama 42 tahun. Sekarang, saya ingin memperluas pengaruh saya. Selain menjaga kesehatan para pelanggan, saya juga ingin membimbing mereka untuk menapaki Jalan Bodhisatwa,” kata Chen Xue-hong, peserta kamp.
“Setiap hari, kami melakukan daur ulang di pasar. Setelah itu, kami juga mendengarkan Dharma setiap hari. Keluarga kami benar-benar menjadi makin harmonis. Hubungan antara anak dan orang tua juga sangat baik. Di Banqiao, kami akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menginspirasi anak-anak, rekan kerja, dan para pelanggan kami. Kami berharap mereka juga dapat menapaki Jalan Bodhisatwa,” kata Zhou Pei-chen, relawan Tzu Chi.

Kita bisa melihat sekelompok orang yang bisa dijadikan sebagai teladan. Mereka merupakan pengusaha yang sukses. Ketika berbicara tentang kesuksesan, yang saya maksud bukan hanya memiliki bisnis yang besar. Tentu saja, semua orang sudah mengetahui hal itu. Namun, saya sangat mengagumi batin dan cara mereka berperilaku terhadap orang lain. Semua itu merupakan bentuk kesuksesan.
Bagi saya, dalam kehidupan ini, menghasilkan uang banyak dan membangun bisnis yang besar adalah hal yang biasa. Dalam hal menjadi manusia yang baik dan bagaimana menggerakkan banyak orang untuk menuju arah yang benar, itulah hal yang paling bernilai. Kita semua dapat sering berbagi tentang bagaimana menjadi manusia yang baik, melakukan hal baik, dan membawa manfaat bagi dunia. Inilah yang layak dibagikan kepada semua orang.
Tentu saja, kita membutuhkan lebih banyak orang untuk berkumpul bersama sehingga dapat berbagi satu sama lain. Ketika sedang bersama seseorang dan semua orang merasa tenang, nyaman, dan dapat belajar darinya, itulah kesuksesan dalam menjadi manusia. Jika ada sesuatu yang baik dalam diri kita dan orang lain dapat belajar dari kita, kehidupan seperti itulah yang benar-benar sukses.
Dalam interaksi antarmanusia, kita hendaknya berjuang demi kebaikan semua orang. Ketika seseorang melakukan sesuatu dengan baik, orang lain dapat belajar darinya dan sukses bersama. Itulah yang disebut dengan kelompok. Saya sering berkata, “Satu orang mungkin dapat berjalan dengan cepat, tetapi sekelompok oranglah yang dapat berjalan lebih jauh.” Inilah kekuatan kelompok dan inilah kesuksesan yang sesungguhnya. Inilah yang dapat memberikan manfaat bagi dunia.

Masyarakat membutuhkan para pengusaha yang menjalankan bisnis. Dalam setiap transaksi bisnis, semuanya harus melakukannya dengan hati yang tulus. Dengan demikian, perdagangan yang dilakukan akan mendapatkan kepercayaan dari semua orang. Jika seluruh Taiwan dapat melakukan hal seperti ini, itulah keberhasilan Taiwan.
Taiwan tidak cukup hanya memiliki satu orang yang baik. Taiwan harus memiliki banyak orang baik yang melakukan perbuatan bajik dan menjalankan usaha yang baik. Usaha yang baik harus dimulai dari misi yang benar. Jadi, ada misi dan usaha. Usaha kita harus selaras dengan kebenaran.
Kalian yang menjalankan usaha, hendaknya menambahkan misi ke dalamnya. Misi itu seperti ketika kita datang ke Aula Jing Si dan berkumpul bersama. Ketika datang ke sini, kita tidak membicarakan bisnis, melainkan misi. Tekad dan ikrar saya ialah bersumbangsih bagi dunia. Bagaimana kita dapat mengupayakan kesejahteraan bagi kehidupan manusia? Semua ini disebut dengan misi.
Jika di seluruh Taiwan hanya Anda seorang yang sukses, apakah itu dapat disebut kesuksesan? Tentu belum cukup. Seseorang harus mampu memengaruhi banyak orang. Jika seluruh masyarakat Taiwan adalah orang baik dan orang yang berhasil dalam usahanya, Taiwan bisa menjadi Tanah Suci. Ini membutuhkan partisipasi setiap orang.
Berkat setiap orang dari kalian, Taiwan dapat berubah menjadi Tanah Suci. Inilah yang sedang kita upayakan sekarang. Saya juga memegang teguh harapan seperti ini. Saya berharap semua orang di Taiwan dapat mengarah pada hal yang baik dan memiliki niat baik. Hendaknya kita bersama-sama mewujudkannya. Jika hanya saya seorang, tentu tidak ada gunanya.

Saya melihat kalian semua telah mendengar perkataan saya. Namun, kalian hendaknya tak hanya mendengarnya, tetapi juga mempraktikkannya dalam keluarga kalian. Ketika kalian mendengar perkataan saya dan merasakan manfaatnya, saya akan bersyukur apa yang saya sampaikan sesuai dengan kebutuhan kalian.
Ketika kalian dapat menerima perkataan saya dan mempraktikkannya dalam menghadapi berbagai persoalan, itulah nilai yang sesungguhnya. Dengan begitu, keluarga kalian menjadi harmonis dan usaha kalian dapat berjalan dengan lancar. Itulah nilai yang kalian miliki.
Jika kalian mendengar Dharma dan menerapkannya dalam kehidupan sehingga menciptakan nilai, saya akan sangat bersukacita. Saya akan merasa bahwa perkataan yang saya sampaikan dapat membawa kedamaian bagi keluarga kalian dan kesuksesan bagi usaha kalian. Saya merasa sangat sukacita. Inilah nilai kehidupan saya. Jadi, saya sangat berharap kepada kalian semua.
Kali ini, kalian sudah datang dan mulai memahami Tzu Chi. Tentu saja, hanya datang sekali seperti ini masih belum cukup. Saya berharap kalian dapat lebih banyak terlibat. Bersama para komisaris kehormatan dan teman-teman baik, hendaknya semuanya berjalan bersama. Pada kesempatan berikutnya, giliran kalian yang mengajak orang lain datang. Kita harus melakukan hal seperti ini agar masyarakat dapat hidup dengan damai.
Saya berharap saat datang kembali nanti, kalian dapat mengajak orang lain datang bersama kalian. Setelah pulang, kalian juga harus aktif berbuat baik bersama orang-orang baik. Teruslah berbagi dengan banyak orang. Jika ada hal-hal baik, hendaknya kita melakukannya bersama-sama. Kita memanfaatkan kesempatan, tetapi bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan untuk berhimpun dan berinteraksi demi membawa manfaat bagi orang banyak. Inilah hasil yang kalian peroleh dari kedatangan kali ini.
Setelah pulang, kalian semua harus bersatu untuk menciptakan kekuatan yang lebih besar. Inilah kekuatan cinta kasih. Saya mendoakan kalian semua.
Menjadikan kebajikan dan cinta kasih sebagai warisan berharga di dalam keluarga
Membawa manfaat bagi dunia menjadikan batin kaya
Membangun tekad dan ikrar untuk meringankan penderitaan sesuai kondisi
Menolong semua makhluk dengan tindakan nyata
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 25 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 27 Agustus 2026