“Saat itu, dr. Cai Sheng-zong datang untuk memeriksa. Beliau melihat kondisi pupil matanya dan merasa sepertinya masih ada sedikit harapan. Jadi, beliau bertanya kepada kami apakah bersedia memberinya kesempatan untuk mencoba,” kata Istri A-hu.
“Kami bisa datang 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Dengan kunjungan yang lebih sering, kami juga dapat memantau kondisi pasien saat berada di rumah,” kata Chen Zhong-kui, Wakil Kepala Departemen Pengobatan Tradisional Tiongkok RS Tzu Chi Hualien.
Ketika sakit, seseorang mengalami penderitaan paling berat. Pengobatan dan obat-obatan diberikan sesuai dengan penyakit untuk meringankan penderitaan akibat sakit yang dialami. Jadi, saya selalu mengucapkan syukur. Baik pengobatan Barat maupun pengobatan tradisional Tiongkok, saya selalu menghormati keduanya. Di Tzu Chi, kita selalu berpegang pada prinsip “bersyukur, menghormati, dan mengasihi”. Dalam pengelolaan, kita juga berpegang pada prinsip “cinta kasih sebagai pola manajemen; sila sebagai sistem”. Jadi, semuanya memiliki sila dan kedisiplinan.
Setiap orang harus memiliki kedisiplinan dan menaati aturan. Saya selalu berkata bahwa saya sangat bersyukur atas sistem pelayanan kesehatan Tzu Chi. Saya juga sangat bersyukur atas setiap rumah sakit. Cara setiap kepala rumah sakit mengelola rumah sakit membuat saya tidak perlu khawatir. Mereka selalu menjalankannya dengan penuh semangat dan terus mengembangkan pelayanan secara nyata. Jadi, saya merasa sangat bersyukur. Ketika rasa syukur dan hormat menyatu, itulah yang disebut dengan cinta kasih.
Sepanjang hidup ini, terhadap siapa pun, apa pun, dan segala sesuatu, saya selalu membangun rasa syukur, hormat, dan cinta kasih. Selama kita menaati aturan, mampu mendisiplinkan diri, dan memiliki cinta kasih terhadap sesama, kita akan dapat menyadarkan diri sendiri dan orang lain. Saya percaya bahwa segala sesuatu tidak terlepas dari sistem seperti ini. Segala sesuatu juga tidak terlepas dari prinsip bersatu, harmonis, saling mengasihi, bergotong royong, saling menghormati, dan saling bersyukur. Dengan demikian, saya percaya bahwa segala sesuatu dapat dilakukan dengan sangat baik.
“Kebutuhan pasien di wilayah timur sebenarnya meningkat dua kali lipat. Setiap tahun, ada hampir 100 pasien yang menjalani operasi dengan bantuan robot da Vinci. Oleh karena itu, tim kami pun terus bertumbuh, keterampilan kami makin matang, dan efisiensi pelayanan juga terus meningkat,” kata Jiang Yuan-hong, Kepala Departemen Urologi Onkologi.

Jadi, pelayanan kesehatan itu harus terus mengikuti perkembangan zaman dan berkembang secara aktif. Semua ini harus didorong dengan sepenuh hati dan cinta kasih. Di seluruh rumah sakit, baik bidang medis, administrasi, maupun setiap departemen, semuanya harus memiliki kesatuan dan keharmonisan. Namun, terhadap pasien, terlebih lagi diperlukan kesatuan, keharmonisan, dan kerja sama yang baik antara dokter dan pasien.
Pasien perlu memahami aturan dan pola hidup seperti apa yang harus mereka jalankan. Dokter juga perlu memberikan edukasi kepada mereka. Jadi, terhadap pasien, kita harus memperlakukan mereka seperti orang tua yang merawat anak sekaligus seperti guru yang membimbing murid. Hubungan seperti inilah yang harus kita satukan.
Saya merasa sangat bersyukur. Tentu saja, dunia medis tidak pernah berhenti berkembang dan akan terus mengikuti perkembangan zaman. Kita pun harus terus melakukan penelitian. Jadi, para profesor, doktor, dan guru juga harus mencurahkan perhatian pada penelitian ini dan terus melakukannya. Pada akhirnya, antara kehidupan satu dan lainnya, haruslah selalu bersatu, harmonis, dan saling mengasihi.
Saya juga pernah mengatakan bahwa dalam penelitian, terkadang kita harus menggunakan hewan. Lalu, bagaimana kita dapat mengungkapkan rasa syukur terhadap hewan? Bagaimanapun cara kita mengungkapkannya, kita harus menyadari bahwa hewan-hewan itu juga telah menanggung penderitaan. Jadi, bagaimana kita membalasnya? Kita harus menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya.
Sebagai dokter, kita harus menggunakan cinta kasih untuk merawat pasien. Dengan demikian, terciptalah siklus cinta kasih.
“Saya menyadari ketika pergi bermain bola, setiap kali hendak melompat, kaki saya terasa lemas. Perlahan-lahan, hingga akhir tahun 2019, gerakan saya menjadi makin aneh dan tidak lagi mengikuti apa yang ingin saya lakukan,” kata Tu Bo-yu, pasien penyakit langka.
“Ia memiliki gen ABCD1. Ketika gen ini mengalami kerusakan, bagaimana kita mengatasinya? Ternyata, tubuh kita masih memiliki ABCD2 dan ABCD3. Keduanya memiliki sebagian fungsi yang dimiliki oleh ABCD1,” kata Lin Xin-rong, Kepala RS Tzu Chi Hualien.
“Dengan memanfaatkan berbagai basis data mengenai pengobatan tradisional Tiongkok, kami mencari jenis-jenis tanaman herbal yang dapat bekerja pada ABCD2 dan ABCD3 sehingga meningkatkan ekspresinya dan menghasilkan efek kompensasi yang baik untuk menggantikan kekurangan fungsi ABCD1,” kata Zhang Jian-guo, Konsultan Senior RS Tzu Chi Hualien.

Para dokter juga harus berterima kasih kepada pasien karena mereka adalah guru bagi dokter. Terkadang, dari seorang pasien, kalian menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah kalian temui. Tiba-tiba, kalian menemukan kondisi yang sangat sulit ditangani dan bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi?” Jadi, dokter tidak boleh berhenti belajar, melainkan harus terus menelusuri dan meneliti.
Kemudian, kalian menemukan bahwa ternyata ada jenis bakteri tertentu atau sesuatu yang sangat kompleks yang muncul di dalam tubuh pasien.Ini menunjukkan bahwa tubuh manusia merupakan sebuah mikrokosmos, sedangkan Bumi adalah makrokosmos sebagaimana dijelaskan dalam ajaran Buddha. Jadi, alam semesta itu dipenuhi dengan berbagai fenomena. Untuk memahaminya dengan benar memang sangat sulit. Namun, kita harus tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai manusia.
Meski ajaran Buddha memiliki begitu banyak prinsip kebenaran, selama kita mampu menjalankan Lima Sila dan Sepuluh Kebajikan, di dalamnya sudah terkandung prinsip “bersyukur, menghormati, dan mengasihi”. Inilah landasan moral yang sangat penting dalam menjalani kehidupan sebagai manusia.
Saya sering berkata bahwa kita harus menjaga tekad dan mempraktikkan ajaran. Tekad yang dipilih seorang dokter adalah jalan kedokteran. Jadi, jika seorang dokter mampu berpegang teguh pada jalan itu, itulah yang disebut dengan menjaga tekad dan mempraktikkan ajaran. Dengan begitu, ia pasti akan menjadi dokter yang baik, bahkan dokter yang sangat unggul. Inilah nilai kehidupan. Nilai seorang dokter terletak pada sumbangsihnya demi kehidupan.

“Selama 40 tahun ini, rumah sakit kita berkembang dari rumah sakit daerah menjadi pusat medis. Hal ini menunjukkan bahwa semua staf benar-benar terus memberikan pelayanan kepada pasien, serta terus melakukan inovasi dan pengembangan,” kata Lin Xin-rong, Kepala RS Tzu Chi Hualien.
“Setiap hari, pekerjaan saya ialah mengidentifikasi kebutuhan di lapangan dan menyederhanakan serta mengintegrasikan pekerjaan keperawatan sehingga pekerjaan keperawatan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dengan begitu, kami pun memiliki lebih banyak waktu untuk memberikan perhatian kepada pasien,” kata Li Yan-zheng, Pengawas Departemen Keperawatan RS Tzu Chi Hualien.
“Kami terus mempelajari hal-hal baru. Melalui sumber daya yang tersedia di rumah sakit, kami belajar banyak hal baru dalam bidang medis, cara kerja yang baru, bentuk kerja sama yang baru, bahkan mulai menuju pola kerja yang memanfaatkan AI. Saya merasa bahwa kami terus bertumbuh bersama rumah sakit,” kata Huang Yu-hui, Kepala Tim Pekerja Sosial Kantor Pelayanan Sosial RS Tzu Chi Hualien.
Terima kasih.
Hendaknya kita semua memiliki ketulusan dan cinta kasih agung tanpa pamrih. Saya percaya bahwa perjalanan ini masih sangat panjang dan tidak ada akhirnya. Kita harus mewariskan sistem pelayanan medis yang baik. Pendidikan serta nilai-nilai budaya humanis juga harus terus kita kembangkan. Jadi, terhadap pasien, kita harus memiliki rasa syukur. Dokter-dokter yang baik memiliki rasa syukur dan hormat kepada pasien. Demikianlah para dokter kita.
Ketika berbicara dengan pasien dan insan Tzu Chi, saya berkata, “Hendaknya kalian berterima kasih kepada tenaga medis.” Ketika berbicara dengan para dokter, saya berkata, “Hendaknya kalian berterima kasih kepada relawan dan pasien.” Hendaknya kita saling berterima kasih dan saling menghormati. Inilah hal yang sangat berharga dari sistem Tzu Chi.
Membangun rasa syukur, rasa hormat, dan cinta kasih agung
Menjaga tekad dan mempraktikkan ajaran sebagai dokter humanis
Mewariskan semangat tanpa pamrih untuk melangkah maju bersama
Bekerja sama dengan harmonis dalam mempraktikkan ikrar
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 19 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 21 Agustus 2026