“Saya telah sepakat dengan suami saya untuk menolak pemasangan pegangan jika ada relawan yang datang menawarkannya. Tahun ini, mereka berkata, “Pasanglah pegangan di rumah agar Master tenang.” Karena itulah, saya akhirnya menyetujuinya. Setiap kali menggunakan pegangan yang dipasang, saya bersyukur kepada Master yang begitu mengasihi murid-muridnya. Saya sangat bersyukur,” kata kata Lin Liao Mei-xia, relawan Tzu Chi Taoyuan.
“Hari ini, saya datang untuk berterima kasih kepada Master. Saya akan menjalankan Tzu Chi hingga napas terakhir,” pungkas Lin Liao Mei-xia.
Dunia ini sungguh penuh dengan cinta kasih. Inilah cinta kasih berkesadaran para Bodhisatwa. Saya bersyukur mendengar tentang pemasangan pegangan. Janganlah kita meremehkan pegangan ini. Ini bermanfaat untuk mencegah kejatuhan. Jika ada yang belum, segeralah pasang di rumah kalian. Kalian tidak perlu sungkan.
Sejak muda, kalian terus bersumbangsih tanpa bersikap perhitungan. Sesungguhnya, pemasangan pegangan ini semula dilakukan untuk penerima bantuan kita. Adakalanya, penerima bantuan berkata, “Terima kasih, Master. Berkat pegangan yang Tzu Chi pasang ini, keselamatan kami menjadi lebih terjamin. Sebelumnya, kami hanya bisa bertumpu pada tembok. Akan tetapi, terkadang kami juga bisa terjatuh. Dengan adanya pegangan dari Master ini, keselamatan kami lebih terjaga.”
Jadi, Bodhisatwa sekalian, kita telah lanjut usia. Janganlah kita memaksakan diri. Meski hanya terjatuh sekali, konsekuensinya pun tidak terbayangkan. Karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, mari kita menjaga kesehatan masing-masing. Kita harus meningkatkan kewaspadaan. Dalam aktivitas sehari-hari, kita harus selalu ingat untuk memperhatikan keselamatan diri. Pikiran ini harus selalu ada. Saya sendiri pun demikian. Saya selalu mengingatkan diri sendiri untuk memperhatikan keselamatan diri.

Saat beraktivitas, kita harus meningkatkan kewaspadaan. Diri sendiri harus waspada. Jika kita waspada, orang-orang di sekitar kita akan tenang dan ini tidak membutuhkan biaya. Jika kita lengah, biaya yang harus dikeluarkan mungkin sangat besar. Jadi, mari kita menjaga kesehatan diri sendiri.
“Master berharap kami dapat mencurahkan perhatian kepada saudara se-Dharma lansia dan memasang pegangan bagi mereka agar dalam kehidupan sehari-hari, mereka bisa lebih aman dan tenang. Anggota tim kami sungguh luar biasa. Kami berlima selalu siap untuk bergerak. Jadi, sepanjang perjalanan ini, kami sangat bersyukur. Berkat welas asih Master, kami dapat mengembangkan potensi kebajikan dalam kehidupan kami,” kata Chen Rui-ci, relawan Tzu Chi Hsinchu.
“Setiap kali melihat saudara se-Dharma bersukacita dan tersenyum saat menggunakan pegangan, kami juga merasa dipenuhi sukacita dalam Dharma. Senyuman dan ketenangan sesama relawan merupakan pengakuan terbesar bagi tim kami,” kata Xu Jia-lai, relawan Tzu Chi Hsinchu.
Saat melihat ada yang membutuhkan, kita pasti hendak memberikan bantuan. Demikianlah insan Tzu Chi membangkitkan hati Bodhisatwa dan menapaki Jalan Bodhisatwa setiap hari. Segala sesuatu yang kita lakukan bertujuan untuk menolong orang lain.

Setiap pagi, saat bangun, gerakkanlah tubuh kita untuk memastikan apakah kaki dan tangan kita bisa bergerak bebas. Jika bisa, pertama-tama, kita harus bersyukur masih bisa bergerak dengan bebas hari ini. Jadi, kita harus bersyukur. Agar bisa tetap bergerak dengan bebas, bukankah kita seharusnya menjaga keselamatan dengan pegangan? Meski kini kita masih bisa bergerak dengan bebas, tetapi kita juga harus ingat bahwa kita tak lagi muda. Jadi, akan lebih baik jika ada pegangan.
Laporkanlah kepada Divisi Kerohanian Tzu Chi dan mereka akan mengatur waktu untuk memasangnya. Semua hadirin di sini adalah insan Tzu Chi. Saya ingin mengingatkan kalian bahwa jika ada penerima bantuan kita atau kaum lansia yang membutuhkan pegangan, kalian juga bisa melaporkannya. Ini demi mencegah terjadinya kecelakaan. Setelah pegangan dipasang, kita akan merasa tenang. Kita harus melakukan yang seharusnya dilakukan. Saya sangat bersyukur.
Kalian hendaknya menyaksikan Da Ai TV. Saya sangat berharap kita dapat berjuang demi ajaran Buddha dan semua makhluk. Da Ai TV dapat menjalankan keduanya, yaitu demi ajaran Buddha dan semua makhluk. Demi ajaran Buddha, kita menyebarkan Dharma. Inilah tekad dan ikrar kita. Buddha datang ke dunia juga demi mengajarkan praktik Bodhisatwa. Bagaimana menggalakkan praktik Bodhisatwa?
Kita harus terus-menerus membagikan kisah masa kini untuk membimbing orang-orang berbuat baik. Ingatlah bahwa semuanya bergantung pada sebersit niat. Janganlah kita melakukan perbuatan keliru. Jika ada sesuatu yang baik, kita hendaknya memotivasi satu sama lain untuk melakukannya. Jika pikiran buruk terbangkitkan, kita hendaknya segera waspada. Jangan membiarkan pikiran buruk berkembang. Jika bertindak keliru karena berkembangnya pikiran buruk, kita akan menyesal seumur hidup.

Sesungguhnya, bukan hanya seumur hidup. Buddha mengajarkan tentang hukum sebab akibat. Kita memiliki tanggung jawab untuk mengajak orang-orang berbuat baik. Dengan membimbing orang berbuat baik, kita tidak akan merasa bersalah. Sebaliknya, hati kita akan sangat tenang. Jika kita menghasut orang untuk bertindak keliru dan orang itu benar-benar melakukannya, kita selamanya tidak akan tenang. Terlebih lagi, kita mengenal hukum sebab akibat.
Jadi, berbuat baik tidak akan salah. Sebanyak apa pun yang kita lakukan, itu tidak akan salah. Namun, jika kita membangkitkan pikiran buruk dan benar-benar melakukannya karena tidak waspada, kita akan menyesalinya. Sebagai umat Buddha, kita hendaknya senantiasa ingat akan hukum sebab akibat. Terlebih lagi, berbuat baik memang kewajiban semua orang.
Insan Tzu Chi telah melakukan banyak hal bagi masyarakat. Insan Tzu Chi juga sering berhimpun secara berkala untuk saling berbagi kisah dan pengalaman. Saya merasa bahwa ini sangatlah baik. Semua orang berbagi tentang apa yang diri sendiri lakukan dan mendengar apa yang orang lain lakukan. Ada sebagian orang yang malu untuk berbagi tentang apa yang telah dirinya lakukan. Jadi, orang lain dapat meminta mereka untuk berbagi pengalaman.
Adakalanya, mereka kembali ke Hualien untuk berbagi kisah dan pengalaman dengan saya. Saya sangat sukacita mendengarnya. Mereka berkata, “Master, kami bukan kembali untuk mengeklaim jasa. Kami hanya ingin membawa sukacita bagi Master.”
Saat para insan Tzu Chi melakukan hal yang benar, saya selalu sangat sukacita. Mereka terus mengakumulasi perbuatan benar dan kembali untuk berbagi kisah. Mereka telah menjadi saksi perbuatan baik satu sama lain. Dengan lebih sering membagikan kisah kebajikan, kita juga bisa membuka hati dan pikiran orang lain. Membuka hati dan pikiran orang lain sangatlah penting dan baik.
Menjaga keselamatan dan kesehatan dengan cinta kasih
Bersyukur, menyadari berkah, dan giat bersumbangsih
Mendengar Dharma, mengajak orang berbuat baik, dan melatih perhatian benar
Saling berbagi sukacita dalam Dharma dan memperluas ladang batin
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 16 Juli 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 18 Juli 2026