Seiring meningkatnya populasi dunia, timbullah konflik antarmanusia yang memicu banyak masalah. Karena itu, dunia menjadi kacau. Konflik antarmanusia juga berkembang menjadi konflik antarnegara. Semua ini bermula dari hal-hal kecil. Dunia ini sangatlah luas. Beberapa tahun belakangan ini, perubahan iklim menjadi makin ekstrem dan bencana makin kerap terjadi.
Kini, kita harus segera menginspirasi orang-orang. Jangan sekadar memberikan bantuan berupa uang. Sebanyak apa pun uang yang dimiliki, kita tetap tidak bisa menyelamatkan semua orang. Yang terpenting, berusahalah untuk mengurangi bencana dan terus membina cinta kasih. Dengan adanya cinta kasih, semua orang akan bersedia untuk bersumbangsih. Saat ada banyak orang yang melakukannya, berkah pun akan tercipta. Berkah akan mendatangkan energi berkah dan dapat menghalau bencana. Makin banyak berkah, makin sedikit pula bencana.
Jika ada banyak orang yang berhati bajik, secara alami iklim akan menjadi bersahabat. Ketika setiap individu dalam sebuah kelompok bertemperamen baik, barulah kelompok itu akan indah. Jika ada beberapa individu dalam kelompok itu yang bertemperamen buruk dan gampang marah, bisakah kelompok itu tetap indah dan murni? Sangat sulit. Karena itu, semua orang hendaknya menghimpun energi kebajikan dan membina diri. Untuk membina diri, kita harus meningkatkan kekuatan cinta kasih dan mengembangkan kebijaksanaan.
Melihat orang lain menderita, kita merasa tidak tega dan dengan sendirinya mencurahkan cinta kasih. Cinta kasih ini adalah cinta kasih agung yang sering dibahas di Tzu Chi. “Tzu Chi” berarti menyelamatkan dengan welas asih. Ini juga menunjukkan bahwa setiap insan Tzu Chi penuh cinta kasih dan welas asih. Kita semua bertekad untuk menyelamatkan semua makhluk di seluruh dunia. Jadi, di Tzu Chi, kita bersumbangsih dengan cinta kasih.
Tzu Chi telah menjangkau seluruh dunia. Di mana pun ada penderitaan, asalkan mendengar atau melihatnya, insan Tzu Chi akan saling berbagi informasi. Kita akan mencari tahu di mana bencana terjadi dan kapan waktu yang tepat untuk memberikan bantuan. Ada berbagai cara untuk memberikan bantuan. Orang yang memiliki waktu dan tenaga bertekad untuk terjun secara langsung dan memberikan bantuan dengan tenaga, sedangkan orang yang tidak memiliki waktu tetap mencurahkan cinta kasih mereka dengan mengajak orang-orang untuk turut bersumbangsih dengan uang dan tenaga.
Tetes demi tetes donasi yang terhimpun dapat digunakan untuk menolong orang yang membutuhkan. Dengan himpunan kekuatan semua orang, kita dapat menyalurkan bantuan yang cukup ke negara-negara yang dilanda bencana. Dengan adanya banyak orang, segala sesuatu lebih mudah dilakukan. Karena itu, kita harus terus menginspirasi orang-orang yang penuh cinta kasih dengan membagikan kisah dan pengalaman kita. Jika tidak tega melihat orang lain menderita, kita harus bergerak untuk menginspirasi lebih banyak orang.
Tetes demi tetes donasi yang terhimpun bagaikan tetes demi tetes air yang membentuk lautan. Donasi yang terakumulasi sedikit demi sedikit ini dapat kita gunakan untuk menolong orang yang membutuhkan. Inilah yang dilakukan oleh Yayasan Tzu Chi. Ini juga merupakan tanggung jawab kita. Saya sangat tersentuh. Saya berharap setiap orang dapat membangkitkan niat baik dan bersumbangsih. Kita harus memiliki rasa empati.
Ada banyak orang yang hidup di lingkungan yang buruk, mengalami malagizi, dan kesehatannya tidak baik. Karena itulah, kita harus mendirikan Tzu Chi dan memperluas jangkauan Tzu Chi. Orang yang menderita terdapat di seluruh penjuru dunia. Kita membutuhkan lebih banyak tangan. Bodhisatwa Avalokitesvara memiliki seribu tangan dan seribu mata. Saat 500 orang bersama-sama mengulurkan tangan, jumlah tangannya mencapai seribu. Jika setiap orang dapat menginspirasi 10 orang lagi, berapakah jumlah tangannya?
Kini, teknologi sangatlah maju. Dengan pengeras suara, saat kita berbicara, orang-orang dapat mendengarnya. Asalkan bertekad untuk sering mendengar dan mempelajari Dharma serta sering berlatih, kita pasti bisa menyebarkan Dharma. Di tempat kalian berada, asalkan ada sebuah mikrofon dan beberapa pengeras suara di sekitarnya, kalian bisa berbicara kepada banyak orang dan menginspirasi mereka untuk mengulurkan tangan dan bekerja sama dengan harmonis. Bayangkanlah, betapa indahnya.
Bodhisatwa sekalian, kita semua memiliki potensi masing-masing. Bangkitkanlah cinta kasih di dalam hati terlebih dahulu. Setelah cinta kasih di dalam hati terbangkitkan, barulah kita bisa mengembangkan potensi kebajikan. Ini mustahil jika cinta kasih tidak terbangkitkan. Banyak orang pandai di tengah masyarakat, tetapi mereka belum tentu membawa manfaat bagi orang banyak. Yang kita butuhkan bukan sekadar pandai. Kita juga harus membangkitkan kebijaksanaan. Dengan kebijaksanaan, barulah kita dapat mengerahkan potensi kebajikan.
Menciptakan berkah sedikit demi sedikit untuk mengurangi bencana
Himpunan kebajikan secara alami mendatangkan keharmonisan
Membina diri, menumbuhkan kebijaksanaan, dan memperluas cinta kasih
Mengembangkan potensi kebajikan untuk memberi pertolongan kala mendengar suara penderitaan