“Tahun ini saya berusia 88 tahun. Hari ini, saya sangat bersyukur memiliki kesempatan datang ke Hualien untuk bertemu Master. Saya ingin berbagi pengalaman dalam membuat kue ku. Membuat kue ku memerlukan kesabaran dan ketelitian. Isinya yang manis melambangkan hati kita yang harus tulus dalam bertutur kata baik dan melakukan hal baik. Ketika kue ku selesai dibuat dan dibagikan kepada semua orang, itu berarti kita sedang memberikan doa yang tulus kepada orang lain,” kata Xu Chen Xiang-mei, relawan Tzu Chi.
“Saya sangat senang melayani sebagai tim konsumsi karena bisa menjalin jodoh baik dengan banyak orang. Melihat semua orang makan dengan senang, saya juga merasa Bahagia,” kata Zhang Lian, relawan Tzu Chi.
Saya melihat bahwa wilayah Hsinchu benar-benar memiliki nilai budaya humanis yang sangat kuat. Terlebih lagi, relawan di sini sangat tekun dan bersemangat. Yang paling penting ialah semuanya harus bekerja dalam kesatuan dan keharmonisan. Tahun ini, Tzu Chi telah berusia 60 tahun. Ketika memikirkan ini, saya pun teringat akan usia saya dan menyadari bahwa sisa waktu saya tidak banyak lagi. Jadi, hendaknya kita semua lebih tekun dan bersungguh-sungguh.
Semua yang kembali ke sini adalah relawan senior. Belakangan ini, saya sering berpikir bahwa senior berarti usia kita sudah lanjut. Namun, jika dipikirkan lagi, Tzu Chi bermula dari para Bodhisatwa senior ini. Tzu Chi berkembang dari tidak ada menjadi ada dan terus tersebar luas. Semua ini membutuhkan satu orang, sepuluh orang, seratus orang, seribu orang, hingga puluhan ribu orang. Ini tidak bisa dilakukan seorang diri. Kita perlu mengajak lebih banyak orang untuk bergabung.
Ketika relawan kembali dan berbagi laporan dengan saya, semuanya tidak lepas dari Empat Misi Tzu Chi dan Delapan Jejak Dharma. Melalui Empat Misi Tzu Chi dan Delapan Jejak Dharma, kita benar-benar dapat bersumbangsih bagi masyarakat dan menciptakan keharmonisan di dunia. Saya merasa bahwa inilah nilai kehidupan. Kehidupan kita bernilai saat kita bisa berhimpun dengan banyak orang. Jika hanya satu orang saja, sehebat apa pun kemampuannya, tetap akan terasa sendiri dan kekuatannya sangat lemah.
Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, saya sering membicarakan kunang-kunang. Seberapa pun terangnya seekor kunang-kunang, ia akan tetap terlihat sendirian. Namun, jika sekelompok kunang-kunang berkumpul, akan tampak seperti langit yang penuh dengan bintang. Banyaknya bintang yang menghiasi langit membuat alam semesta terlihat begitu luas. Dengan adanya bulan, langit menjadi makin terang dan pandangan kita pun dapat menjangkau lebih jauh.
Sesungguhnya, jika hanya ada bulan di langit, tetap akan terasa sepi. Jika seluruh langit dipenuhi bintang, suasananya akan terasa ramai. Tentu saja, ditambah dengan bulan di langit, cahayanya akan makin terang. Jadi, yang lebih penting itu bintang atau bulan? Bintang harus banyak agar memiliki teman-teman di langit yang sama-sama bercahaya hingga langit tampak semarak. Jika hanya ada bulan saja, akan terasa sangat sepi. Jadi, kita tidak perlu berpikir bahwa diri sendiri harus melakukan hal yang sangat besar atau memiliki kemampuan yang sangat tinggi. Tidak perlu berpikir seperti itu.
Setiap orang cukup menunaikan kewajiban sesuai kemampuannya masing-masing. Jika semua orang berhimpun dalam kesatuan dan keharmonisan, itulah keindahan dunia. Saat ini, yang paling kurang di dunia ialah semangat kesatuan dan keharmonisan. Setiap malam, saya selalu menyaksikan berita internasional dan merasakan bahwa setiap negara ingin menjadi yang paling kuat dan paling menonjol. Setiap negara merasa bahwa merekalah yang paling cemerlang dan kuat. Sesungguhnya, tidak perlu demikian.
Jika setiap orang bisa sungguh-sungguh menjadi seperti satu bintang, kita dapat hidup damai dan tenteram. Sama prinsipnya dengan kerajinan tangan yang kalian buat dengan sangat indah. Karya yang paling indah bagi saya ialah jagung ini. Sesungguhnya, jagung itu lebih baik satu butir saja atau satu bonggol utuh? Sebagai manusia, hendaknya kita bekerja sama dengan harmonis. Dengan demikian, kekuatan di dunia akan menjadi besar dan sumber daya pun akan berlimpah.
Saya sering mengatakan bahwa untuk mengetahui kondisi tanah, yang paling penting ialah mengamati permukaannya. Sebidang tanah dapat menghasilkan biji-bijian yang berlimpah. Dari semua yang kalian bawa ke sini, manakah yang bukan hasil bumi? Bumi benar-benar bisa menghasilkan segala sesuatu, termasuk manusia yang juga berdiri di atas bumi. Jadi, terhadap segala sesuatu di bumi dan terhadap semua manusia di dunia, kita harus senantiasa bersyukur dan menghormati.
Setiap hari, saya selalu berkata bahwa kita harus memperpanjang jalinan kasih sayang dan memperluas cinta kasih agung. Semua yang ada di dunia ini membutuhkan kasih sayang. Hubungan antarmanusia juga membutuhkan cinta kasih. Kasih yang dimaksud adalah kasih sayang Bodhisatwa; cinta kasih ini adalah cinta kasih agung dunia. Jadi, kedua hal ini jangan sampai digunakan dengan keliru. Jika kita memahaminya dengan benar, jalinan kasih sayang dan cinta kasih agung dapat membawa manfaat bagi masyarakat.
Yang terpenting ialah kita harus menciptakan berkah bagi diri sendiri. Dengan cinta kasih, kita menjadi Bodhisatwa. Dengan kasih sayang, kita menjadi partner Bodhisatwa. Menjadi Bodhisatwa tidak dapat dilakukan sendirian. Karena itu, butuh jalinan kasih sayang yang tak berujung. Jika tidak diiringi dengan kesadaran, cinta kasih bisa digunakan secara keliru. Kita memiliki jalinan kasih sayang Bodhisatwa yang tak berujung dan cinta kasih agung yang dapat merangkul seluruh alam semesta.
Jadi, kita bukan hanya mengasihi sesama manusia, tetapi juga menghargai semua materi. Inilah yang disebut welas asih. Semuanya harus mengingat hal ini. Saya hanya ingin semuanya ingat untuk memperpanjang jalinan kasih sayang sebagai Bodhisatwa dunia dan memperluas cinta kasih agung hingga hati setiap orang dipenuhi cinta kasih dan secara alami akan bekerja sama dengan harmonis. Inilah keindahan.
Membentangkan jalan dengan cinta kasih selama 60 tahun
Himpunan kekuatan banyak orang mewujudkan sesuatu yang tidak ada menjadi ada
Menyalakan cahaya untuk menerangi dunia
Bodhisatwa berjalan bersama dalam keharmonisan