“Saya sungguh sangat bersyukur. Berkat doa Master, barulah Kepala Departemen Li dapat memimpin para dokter kita ke Tijuana untuk bekerja sama dengan para dokter setempat. Tahun lalu, mereka mengamati apa yang kita lakukan. Tahun ini, mereka sangat tersentuh dan turut bersumbangsih Bersama,” kata Cai Ci Xi, relawan Tzu Chi.

“Tahun pertama pergi ke sana, kami mendapati bahwa terhadap pasien berkebutuhan khusus, dokter setempat kurang berpengalaman. Mereka masih mengamati apa yang kita lakukan. Dengan berbagai pertimbangan, kami pun mengadakan simposium medis untuk pertama kalinya,” kata Li Yi-bang, Kepala departemen gigi untuk pasien berkebutuhan khusus RS Tzu Chi Hualien.

“Selain berbagi pengalaman dengan dokter setempat, kami juga mengadakan baksos kesehatan agar mereka dapat langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Saat melakukan kunjungan kasih, kami juga memberikan pelayanan medis saat ada yang membutuhkan,” pungkas Li Yi-bang.

Saya sangat sukacita dan bersyukur. Kalian semua sangat bersungguh hati dan memahami arah tujuan saya. Kalian harus tahu untuk menghargai waktu. Dengan menghargai waktu, kita akan menggenggam waktu untuk melakukan hal yang bernilai.

Tahun ini, Tzu Chi telah genap berusia 60 tahun. Kini, kita telah memasuki 60 tahun berikutnya. Inilah permulaan dari 60 tahun kedua Tzu Chi. Pencapaian kita selama 60 tahun ini membuat kita dipenuhi sukacita. Hingga kini, jejak langkah Tzu Chi bisa dilihat di seluruh dunia.

Sekarang, kita telah memasuki 60 tahun kedua Tzu Chi. Semoga perjalanan kita menjadi lebih stabil. Mari kita mengembangkan layar agar dapat berlayar dengan lancar.

“Saya bergabung dengan Tzu Ching pada tahun 2009. Saat itu, Dokter Liao Guan-xuan mengajak saya untuk bergabung dengan Klub Tzu Ching Universitas Kedokteran Kaohsiung. Kami terus berjalan bersama hingga akhirnya bergabung dengan TIMA. Pada tahun 2023, saya, Dokter Guan-xuan, dan Chen Ke-ning bersama-sama membentuk tim relawan medis muda,” kata Li Zi-ying, Dokter TIMA Kaohsiung dan Pingtung.

“Saya sangat bersyukur kepada Master yang memberi kesempatan pada kami untuk pergi ke luar negeri kali ini. Saya juga sangat bersyukur kepada para dokter senior atas bimbingan mereka selama baksos kesehatan dan dukungan para relawan dari Amerika Serikat dan Meksiko sehingga kami para relawan muda merasa sangat tenang. Mereka merupakan sandaran kami yang sangat penting,” lanjut Li Zi-ying.

“Selama ini, saya terus teguh menuju arah yang sama dan ingin mengikuti langkah Master. Namun, di tengah perjalanan, saya pernah merasa bahwa memikul tanggung jawab untuk melenyapkan penderitaan di dunia sepertinya melampaui batas kemampuan saya. Terkadang, saya tanpa sadar ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Namun, melihat para relawan lain begitu bekerja keras dan anak-anak begitu membutuhkan bantuan, saya merasa bahwa saya harus segera bangkit kembali untuk bersumbangsih,” pungkas Li Zi-ying.

Mari kita lebih bersungguh hati, terlebih para relawan muda. Kita mulai memasuki 60 tahun kedua Tzu Chi. Apakah yang seharusnya kita lakukan? Saya menggunakan perahu ini sebagai lambang Tzu Chi yang telah berusia 60 tahun. Kita bagaikan perahu yang telah mengembangkan layar. Kini, kita harus berusaha agar perahu ini dapat berlayar dengan lancar. Untuk itu, pikiran kita sangatlah penting.

Pikiran tidaklah berwujud. Pikiran yang tidak berwujud ini hendaknya kita wujudkan lewat tindakan nyata. Di Tzu Chi, kita memiliki cinta kasih yang tak terbatas dan jalinan kasih sayang yang tak berujung. Bagaimana cara kita memperpanjang jalinan kasih sayang dan memperluas cinta kasih? Semuanya bergantung pada kalian.

Saya telah berusia 90 tahun. Sisa waktu saya mungkin tidak banyak. Mulai sekarang, kalian harus membangun tekad dan ikrar serta menunjukkan kepada saya bagaimana kalian menjalankan tekad dan ikrar kalian. Kini, teknologi sangatlah canggih. Saat ini, kita berada di Hualien, para relawan kita di luar negeri juga berhimpun bersama kita secara daring. Saat saya memberikan ceramah, mereka juga mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

Mengenai kemajuan teknologi, saya sangat bersyukur setiap hari. Hidup di era berteknologi canggih, saya bisa berkomunikasi dengan orang-orang dengan mudah. Setiap minggu, saat kita mengadakan rapat di sini, relawan di berbagai tempat dapat terhubung secara daring bagai kembali ke sisi saya. Contohnya sekarang, saat saya berbicara di sini, mereka juga mendengarkan dengan sungguh-sungguh secara daring. Jadi, mereka yang jauh juga terasa dekat.

Meski banyak saudara se-Dharma kita yang jauh dari kita, tetapi begitu waktunya tiba, asalkan mereka suka melihat saya dan mendengarkan ceramah saya, mereka akan meluangkan waktu untuk bertemu dengan saya dan berhimpun dengan sesama relawan secara daring. Karena itu, saya sangat bersyukur atas kemajuan teknologi sekarang.

Hendaklah kita memanfaatkan teknologi dengan baik. Dengan demikian, kita juga membalas kebaikan era ini. Jika teknologi yang telah dikembangkan sedemikian rupa hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang, itu sangat disayangkan. Jadi, meski kita bukan ahli teknologi, kita hendaknya memanfaatkan teknologi selagi kita bisa. Dengan memanfaatkan teknologi sebaik mungkin, kita dapat menciptakan pahala yang tak terhingga sekaligus memotivasi orang-orang yang mengembangkan teknologi.

Contohnya mikrofon ini, saya juga sering menggunakannya untuk menyebarkan ajaran Buddha. Mikrofon sangat bermanfaat bagi banyak orang. Saya juga menggunakan mikrofon untuk memberikan ceramah di sini sekarang. Jika kalian menyerap setiap ajaran saya ke dalam hati, berarti mikrofon ini telah membawa manfaat besar. Sebaliknya, jika kalian tak menanggapinya dengan serius, mikrofon ini akan menjadi tidak berguna dan tidak bernilai.

Jika kalian menyerap ajaran saya ke dalam hati serta meningkatkan ketekunan dan semangat kalian untuk kembali menyebarluaskan ajaran saya, pahala yang kalian ciptakan sungguh tak terhingga. Pahala benda ini pun tak terhingga. Prinsipnya sama. Jadi, saat kembali ke sini, kalian hendaknya bersungguh hati melihat dan mendengar.

Dalam pertemuan pagi relawan, saat para bhiksuni Griya Jing Si dan relawan kita berbagi kisah dan pengalaman, saya selalu bersungguh hati mendengarkan. Meski terkadang saya melupakan apa yang saya dengar, tetapi saat mendengarkan, saya sangat kagum dan sukacita. Meski yang bisa saya ingat tidak banyak, tetapi setelah terakumulasi, itu juga sangat berguna.

Saat mendengar para bhiksuni kita berbagi kisah, jika yang disampaikan sangat baik, saya sangat sukacita. Itu karena saya merasa bahwa ada yang mewarisi ajaran saya. Jika para relawan kita dapat berbagi pengalaman di berbagai tempat, saya akan makin sukacita. Saat orang-orang di tempat yang jauh mendengar apa yang dibagikan dan turut memperoleh manfaat, saya akan makin sukacita. Jadi, saya sangat sukacita.

Dapat hidup di era teknologi dan memanfaatkannya dengan baik, saya pun sangat sukacita. Intinya, jika dimanfaatkan dengan baik, teknologi mengandung Dharma yang dalam dan menakjubkan. Jika tidak dimanfaatkan, ia tidaklah bernilai. Jadi, semua orang harus bersungguh hati.

Tzu Chi yang berusia 60 tahun bagai perahu yang telah mengembangkan layar

Memperpanjang jalinan kasih sayang dan memperluas cinta kasih dengan tindakan nyata

Memanfaatkan teknologi untuk tekun dan bersemangat melatih diri

Menyebarkan Dharma demi manfaat semua makhluk mendatangkan pahala yang tak terhingga

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 31 Agustus 2026

Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia

Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela

Ditayangkan Tanggal 02 September 2026