“Ada seorang kakek yang mengalami edema pada kedua kakinya. Beliau naik kapal dari Lanyu pada pagi hari, lalu naik kereta api ke Hualien. Saya berusaha untuk membantunya dengan menyelesaikan semua pemeriksaan dalam sehari agar beliau tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk kedua kalinya. Karena itu, saya menghubungi rekan kerja di bagian USG agar beliau dapat menjalani pemeriksaan tanpa terputus,” kata Zhang He-xiang, Dokter spesialis nefrologi.
“Pada sore hari pukul 5 lewat, hasil pemeriksaannya sudah keluar semua. Setelah menjelaskan hasil pemeriksaan kepada beliau, saya memutuskan untuk memberikan resep ulangan. Di Taiwan Timur, obat-obatan resep ulangan mungkin hanya ada di pusat medis kita. Karena itu, saya menghubungi Puskesmas Lanyu dan perawat di sana memberi tahu saya bahwa mereka akan mendiskusikannya dengan kepala farmasi,” lanjut Zhang He-xiang.
Zhang He-xiang melanjutkan “Lalu, kepala farmasi mereka berkata bahwa saat memesan obat-obatan dari penyuplai pada bulan berikutnya, beliau juga akan memesan obat untuk kakek tersebut. Dengan demikian, kakek itu bisa menebus obat di Lanyu tanpa harus setiap bulan bolak-balik ke RS Tzu Chi Hualien.”
“Meski ini hanyalah sebuah aksi kecil, tetapi saya memperoleh rasa sukacita dan pencapaian yang sangat besar. Ini membuat saya tahu bahwa hal-hal yang kita lakukan di sini benar-benar dapat membawa manfaat bagi warga di Taiwan Timur,” pungkas Zhang He-xiang.
Saya sangat bersyukur mendengarnya. Kita semua memiliki kesatuan hati dan ikrar. Kita bisa bersatu hati karena memiliki cinta kasih yang sama. Kesatuan hati kita berasal dari cinta kasih yang tulus. Kita juga memiliki tekad dan ikrar yang sama. Kita bukan mengejar keuntungan pribadi, melainkan berusaha menjaga kesehatan masyarakat.
Kita berada di Hualien yang sangat luas. Begitu turun dari pegunungan, kita bisa melihat wilayah pesisir. Kita benar-benar menjangkau pegunungan dan pesisir. Selain itu, ada pula pedesaan yang akses transportasinya tidak memadai. Berhubung tinggal di lingkungan seperti ini, baik sakit ringan maupun berat, orang-orang cenderung menunda untuk berobat. Selain akses transportasi yang kurang memadai, kondisi ekonomi juga menjadi salah satu penyebabnya. Karena itulah, mereka sering menunda untuk berobat sehingga saat memeriksakan diri ke dokter, biasanya penyakit mereka sudah cukup parah.

Kita sering menyanyikan sebuah lagu yang berbunyi, “Melintasi gunung demi gunung. Untuk apa melintasi gunung dan bukit? Demi kehidupan orang yang dikasihi.” Bahkan, tengah malam pun mereka akan melakukan perjalanan dengan membawa pasien. Dari sini bisa diketahui bahwa pelayanan medis sangatlah penting di Taiwan Timur.
Kini, kita harus memikul tanggung jawab atas pelayanan medis. Berhubung berada di Taiwan Timur, tanggung jawab kita sangatlah besar. Karena itu, setiap departemen kita harus lengkap. Jika hati kalian tidak penuh dengan cinta kasih, kalian tidak akan mendedikasikan diri di Hualien. Bagaimanapun, di dalam benak orang-orang, Hualien tetaplah wilayah yang terpencil.
Kita harus memiliki semangat Albert Schweitzer yang bersedia bersumbangsih di wilayah terpencil. Setiap kali teringat akan para dokter kita dan mendengar kisah yang kalian bagikan, saya bersyukur. Saya merasa bahwa tanpa cinta kasih, kalian tidak akan mendedikasikan diri di Hualien. Kalian datang ke Hualien dengan tekad dan ikrar untuk melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih.
Saya juga sangat bersyukur kepada para relawan Tzu Chi. Saat melihat foto rumah sakit kita yang besar, saya tahu bahwa ini bukan sekadar fasilitas medis. Agar fasilitas medis kita bisa berakar di sini, kita membutuhkan edukasi, yaitu sekolah kedokteran. Karena itulah, kini kita memiliki universitas di Hualien yang jurusannya sangat lengkap.
Demi memberikan pelayanan medis, barulah kita bekerja keras mendirikan gedung besar ini. Saat mata saya melihat bangunan tersebut, saya sangat bersyukur. Ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan para insan Tzu Chi. Belakangan ini, saya sering mengulas tentang “50 sen”. Bisa mewujudkan semua ini dengan praktik donasi 50 sen, ini sangatlah menakjubkan. Janganlah kita meremehkan kebajikan kecil, lalu enggan melakukannya. Jangan meremehkan kekuatan kecil. Hendaklah kita senantiasa bersyukur.

Terhadap para dokter yang bergabung di Hualien, saya sangat bersyukur. Saya juga berharap para dokter yang datang ke Hualien dapat berpikir bahwa ini adalah kesempatan yang berharga karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bekerja di sini. Saya sering berkata bahwa orang-orang sangat bersyukur kepada para dokter di sini. Semua insan Tzu Chi tahu tujuan saya mendirikan rumah sakit. Saat mengatakan bahwa Tzu Chi memiliki fasilitas medis, semua insan Tzu Chi sangat sukacita dan tenang.
Setelah orang-orang bergabung dengan Tzu Chi, Tzu Chi membangkitkan cinta kasih mereka dan mengubahnya menjadi cinta kasih yang menyeluruh. Karena itulah, saat mendengar “relawan Tzu Chi datang”, baik Ibu Yi De yang memperhatikan murid di sekolah maupun anggota komite dan Tzu Cheng yang mencurahkan perhatian di rumah sakit, kalian juga harus bersyukur ada begitu banyak relawan Tzu Chi yang mendampingi kalian.
Para dokter dan perawat kita harus menangani banyak pasien. Mereka berfokus pada mengobati penyakit dan agak sulit untuk berinteraksi dengan pasien. Namun, ada para anggota komite dan Tzu Cheng yang dapat menjangkau rumah sakit untuk mendampingi pasien, mendengarkan keluh kesah mereka, dan sebagainya. Para relawan mendampingi mereka, menghibur mereka, dan mengurai keluh kesah mereka. Ini merupakan dukungan besar bagi dokter dan perawat.
Para relawan menggantikan kalian untuk menghibur batin pasien, sedangkan kalian menggunakan cinta kasih dan keterampilan medis untuk mengobati penyakit pasien. Jadi, mengenai Empat Misi Tzu Chi di Hualien, yang terpenting ialah misi kesehatan. Berkat misi kesehatan, barulah kita bisa memiliki sekolah kedokteran dan universitas.

“Kami tahu bahwa Hualien dan Taitung membutuhkan lebih banyak tenaga medis. Terlebih pascabanjir tahun lalu di Guangfu, kita bisa melihat banyak dokter penyakit dalam, termasuk saya beserta adik kelas saya yang masih mahasiswa kedokteran tahun keenam, yang memberikan pelayanan medis di Guangfu,” kata Lin Yu-li, Wakil kepala departemen penyakit dalam.
“Dia pun menjadi tahu bahwa para korban bencana mengalami berbagai kesulitan dan dibutuhkan lebih banyak dokter untuk mendedikasikan diri di Hualien dan Taitung. Karena itu, saat tiba masa penempatannya, kami berhasil mengundangnya untuk bergabung di RS Tzu Chi Hualien. Dia merupakan mahasiswa Universitas Tzu Chi yang sangat berprestasi,” pungkas Lin Yu-li.
Jadi, kita memiliki dokter yang baik dan rumah sakit yang berkualitas. Saat teringat akan hal ini, kalian hendaknya menunaikan tanggung jawab kalian dalam memberikan pelayanan medis di Hualien. Jika bisa demikian, saya yakin bahwa kita akan memiliki pelayanan medis dan pendidikan yang berkualitas di sini. Singkat kata, kita memiliki fisik, batin, dan kehidupan yang stabil di sini.
Hualien sungguh merupakan tempat yang sangat baik. Saya sangat bersyukur atas setiap misi Tzu Chi. Kita memiliki badan misi kesehatan dan pendidikan di sini. Saya juga berharap para dokter dan profesor dapat mengerahkan segenap hati dan tenaga. Kita yang tinggal di sini hendaknya membawa manfaat bagi wilayah setempat.
Berkat kita, kualitas pendidikan meningkat dengan stabil. Berkat rumah sakit kita, kehidupan orang-orang pun lebih terjaga. Kita melindungi kehidupan dan kesehatan. Yang terpenting, kita melakukannya dengan cinta kasih agung yang tulus. Saya rasa, ini sangatlah penting.
Menyatukan hati dan ikrar dengan cinta kasih agung yang tulus
Menjangkau wilayah terpencil untuk membawa manfaat bagi semua makhluk
Para relawan bekerja sama untuk memberikan penghiburan
Menyediakan pelayanan medis yang stabil untuk melindungi kesehatan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 17 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 19 Agustus 2026