Saya telah mendirikan Tzu Chi selama 60 tahun. Sejak tahun pertama, semuanya dimulai dari 50 sen. Tahun ini, saya secara khusus memberikan gantungan 50 sen dan 2 biji saga sebagai wujud doa bagi kalian semua. Setiap kali mengingat saya, hendaknya kalian membina berkah dan kebijaksanaan. Kedua biji saga ini diikat bersama dengan koin 50 sen. Koin 50 sen ini adalah modal awal berdirinya Tzu Chi. Enam puluh tahun telah berlalu, tetapi saya tetap berharap agar jiwa kebijaksanaan Tzu Chi dapat diwariskan dari generasi ke generasi.
Setiap tahun, kita harus mengingat bahwa 50 sen adalah modal awal Tzu Chi. Saya sangat berharap agar kisah ini dapat diwariskan dari generasi ke generasi, baik ke generasi ke-2, ke-3, ke-4, ke-5, ke-6, maupun sampai generasi ke-50 atau ke-5.000. Saya selalu berkata bahwa dalam Sutra Teratai, Buddha mengajarkan kepada kita untuk mewariskan ajaran-Nya dan jangan sampai ajaran-Nya dilupakan.
Buddha berpesan agar satu Bodhisattva menyebarkan ajaran kepada lima puluh orang. Saat membabarkan Sutra ini, Buddha berpesan agar setiap orang menyebarkan ajaran kepada lima puluh orang. Namun, saya berkata bahwa bukan hanya kepada 50 orang, melainkan kita harus mewariskannya kepada 50 generasi dan seterusnya tanpa putus hingga 5 ribu tahun bahkan 50 ribu tahun sampai Bodhisattva Maitreya mencapai kebuddhaan di dunia.
Ketika Buddha baru hadir di dunia, semoga tetap ada Bodhisattva yang meneruskan praktik 50 sen dan mencapai kebuddhaan. Kita tidak tahu apakah Bodhisattva Maitreya berada di antara kita saat ini, karena kehadiran-Nya masih ribuan tahun lagi. Saat ini, hendaknya kita membangun tekad dan ikrar.
Dua ribu lima ratus tahun yang lalu, ketika Buddha Sakyamuni hadir di dunia, apakah kita pernah hidup sezaman dengan Beliau? Sulit untuk dikatakan. Mungkin saat itu kita tidak memiliki jalinan jodoh untuk hidup sezaman dengan Buddha atau mungkin kita memiliki jalinan jodoh istimewa dan pernah berada di sisi Buddha, bahkan menjadi salah satu murid-Nya. Ini sulit untuk dipastikan. Begitulah kita hidup dari kehidupan ke kehidupan.
Jalinan jodoh dalam hidup itu sangat langka dan berharga. Di kehidupan saat ini, jumlah insan Tzu Chi sangat banyak. Namun, di kehidupan mendatang, apakah kita bisa bertemu dengan insan Tzu Chi? Tidak ada yang tahu. Bahkan, untuk diri saya sendiri, dalam kehidupan mendatang dan seterusnya, apakah saya masih bisa memiliki hubungan dengan Tzu Chi?
Di kehidupan ini, sayalah yang memulai Tzu Chi. Saat ini, saya berharap semuanya dapat mewariskan Tzu Chi. Apakah di kehidupan mendatang saya masih dapat bertemu dengan insan Tzu Chi? Saya pun tidak tahu. Oleh karena itu, di kehidupan saat ini, saya ingin semua orang menyebarluaskan Tzu Chi. Jika insan Tzu Chi tersebar luas di seluruh dunia, di kehidupan mendatang, kita masih dapat berjumpa kembali.
Jika kelak kita terlahir kembali ke dunia ini, kita harus membina berkah dan menjalin jodoh bajik secara luas. Kita juga harus sungguh-sungguh mempelajari ajaran Buddha agar memiliki kebijaksanaan. Itulah yang disebut membina berkah dan kebijaksanaan. Menjalin jodoh bajik dengan banyak orang dan menciptakan berkah bagi masyarakat disebut dengan membina berkah. Pada saat yang sama, kita juga harus membina kebijaksanaan dengan memahami ajaran Buddha serta mengerti kebenaran alam semesta dan segala isinya.
Hendaknya kita melatih diri dari kehidupan ke kehidupan. Di dunia ini, ada banyak orang yang penuh dengan kegelapan batin dan menyimpang dari prinsip-prinsip kebenaran. Ketika kegelapan batin muncul, kita akan menyimpang dari kebenaran. Sedikit saja penyimpangan, akan membuat kita jauh tersesat. Jadi, hendaknya kita menjaga pikiran dengan baik dan memahami kebenaran yang sejati. Di mana letak kebenaran sejati? Ke mana arah yang harus kita tuju? Saya ingin memberi tahu semuanya untuk terus melatih diri di jalan Tzu Chi karena Tzu Chi adalah sarana yang membawa ajaran Buddha hadir di tengah dunia.
Di zaman sekarang, teknologi sudah sangat maju. Setiap hari, ketika saya membabarkan Dharma, melalui teknologi informasi, perkataan saya akan tersebar secara luas. Jika kalian ingin melihat saya, cukup menekan satu tombol, saya akan muncul di hadapan kalian. Jika kalian ingin mendengarkan apa yang saya sampaikan beberapa tahun yang lalu, cukup pilih tanggalnya, kalian pun akan kembali ke tahun tersebut. Dengan menekan tanggal dan waktu, kalian dapat mengetahui bagaimana saya mendirikan Tzu Chi di masa muda. Kalian juga bisa mendengarkan tentang apa yang mendorong saya untuk mendirikan Tzu Chi.
Hendaknya kalian membangun tekad dan ikrar untuk mewariskan Tzu Chi dari generasi ke generasi. Setiap generasi memiliki begitu banyak orang. Saat ini, saya telah mewariskan semangat Tzu Chi kepada ratusan ribu orang. Jumlah yang besar ini adalah hasil dari upaya relawan yang terus mewariskannya dari generasi ke generasi dalam waktu yang lama. Bukankah dunia ini pada akhirnya akan menjadi Tanah Suci Bodhisattva? Selama ada niat dan tekad, pasti ada kekuatan.
Hendaknya kita menyelamatkan semua makhluk sehingga mereka dapat keluar dari Dunia Saha menuju tanah suci. Inilah harapan kita semua. Bodhisattva sekalian, begitulah kekuatan cinta kasih. Hendaknya semuanya menapaki Jalan Bodhisattva dengan cinta kasih dan kesungguhan hati. Saya mendoakan kalian semua.
Menciptakan berkah, membina kebijaksanaan, dan menyebarkan ajaran Buddha
Menyebarkan Tzu Chi ke seluruh dunia dan menjalin jodoh baik
Menggalang Bodhisattva demi mewujudkan tanah suci
Memiliki keyakinan, ikrar, dan praktik di jalan kebenaran