“Ternyata, bergabung di Tzu Chi bukan sekadar melakukan kebajikan, melainkan juga membina hati. Pada bulan Januari tahun ini, saya berpartisipasi dalam proyek penerangan panel surya untuk desa tanpa kewarganegaraan di Sandakan. Hal itu membuat saya merasakan bahwa meski sama-sama berada di Malaysia, jarak antara terang dan gelap sangatlah dekat. Saya bersyukur karena Tzu Chi memberi saya kesempatan untuk melangkah ke tempat yang penuh penderitaan. Hal ini juga mengingatkan saya untuk mengubah niat dari hanya berdonasi kecil hingga berani terjun langsung ke tengah masyarakat,” kata Luo Lai-ming, Pengusaha.

Bodhisatwa Malaysia sekalian, kita memiliki tekad dan perasaan yang sama. Saya merasa sangat bersukacita. Hal yang benar membutuhkan lebih banyak orang untuk melakukannya. Dunia dan masyarakat membutuhkan lebih banyak orang baik. Dengan begitu, barulah masyarakat dapat hidup damai dan dunia menjadi harmonis. Jika dunia damai dan harmonis, usaha pun akan stabil dan berkembang. Jadi, dunia dan masyarakat benar-benar membutuhkan orang-orang baik untuk mempraktikkan kebajikan bersama. Dengan begitu, barulah dunia dipenuhi berkah.

“Saya dan istri saya sama-sama alumni Tzu Ching. Saya telah mengenal Tzu Chi sejak tahun 1996. Saat itu, saya memiliki seorang teman sekelas yang keluarganya merupakan penerima bantuan Tzu Chi. Berkat jalinan jodoh itulah, saya mengetahui bahwa di dunia ini ada sebuah kelompok yang tanpa pamrih dan bersedia membantu kelompok yang lemah. Sejak saat itu, saya mulai menjadi donatur Tzu Chi. Saat ini, 30 tahun sudah berlalu dan anak-anak saya pun telah menjadi anggota Tzu Ching dan Tzu Shao,” kata Chen Fei-chang, relawan Tzu Chi.

“Tahun ini, saya memiliki jalinan jodoh untuk mengambil cuti selama satu tahun sehingga saya bisa menjalankan Tzu Chi bersama keluarga. Dalam setengah tahun terakhir, saya berpartisipasi dalam baksos kesehatan bagi penduduk desa tanpa kewarganegaraan di Sabah, menjadi relawan di Aula Jing Si, dan ikut melakukan survei. Saya akan lebih tekun dan bersemangat dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan serta keahlian saya untuk membantu orang lain dan membawa manfaat bagi semua makhluk,” kata Chen Tai-cheng, Senior Tzu Ching.

Sebagai generasi pertama di keluarga, kalian telah menjadi teladan yang baik sehingga generasi kedua tumbuh menjadi anak yang berbakti, penuh kebajikan, dan turut mendedikasikan diri di Tzu Chi. Melihat hal ini, saya merasa penuh harapan. Melihat dunia masih memiliki harapan, saya merasa sangat tenang. Saya yakin bahwa benih di dalam hati kalian telah tertanam ke dalam batin anak-anak kalian. Dengan adanya teladan yang baik seperti ini, saya merasa sangat senang.

Dalam kehidupan ini, hendaknya kita menggenggam jalinan jodoh dan kesempatan dengan baik. Beberapa hari ini, saya terus berkata bahwa tenaga saya benar-benar melemah. Saya harus berusaha sekuat tenaga untuk berbicara. Saya berharap kalian yang datang ke Hualien bisa memiliki pemahaman lebih mendalam tentang Tzu Chi. Kehidupan fisik manusia terbatas, tetapi jiwa kebijaksanaan Tzu Chi itu abadi. Kita harus benar-benar memahami apa yang sebenarnya Tzu Chi lakukan.

Belakangan ini, saya terus mengatakan bahwa semua hal berawal dari sebersit niat. Jadi, hendaknya kita membangkitkan niat yang baik. Pada masa awal, saya menyerukan kepada semua orang untuk menyisihkan 50 sen setiap hari agar dapat menjalankan misi Tzu Chi. Saat ini, setelah 60 tahun berlalu, saya tetap berharap setiap orang dapat menyisihkan 50 sen setiap harinya. Hal itu sama sekali tidak memengaruhi kehidupan kita.

Dengan berbuat baik setiap hari, berkah dalam kehidupan kita akan bertambah. Setiap niat baik yang muncul akan menumbuhkan cinta kasih untuk membantu sesama. Inilah yang disebut menambah berkah. Saya berharap semua orang dapat mengembangkan cinta kasih. Kalian adalah orang-orang yang dipenuhi berkah. Lakukanlah hal yang benar dan tunjukkan kepada anak-anak kalian. Itulah kebijaksanaan.

Hendaknya kalian menciptakan berkah dan menumbuhkan kebijaksanaan. Didiklah generasi kedua sehingga perbuatan baik dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah dunia yang dipenuhi berkah dan kebijaksanaan. Melihat bagaimana kalian menciptakan berkah dan membina kebijaksanaan, saya merasa sangat bersukacita.

Kehidupan ini tidaklah kekal. Banyak hal yang sungguh berada di luar kuasa kita. Jadi, saat ini, kita harus benar-benar berbuat baik. Kita tidak tahu sepanjang apa hidup kita. Ketika ketidakkekalan tiba, sebanyak apa pun uang yang kita miliki, tidak akan dapat kita pertahankan. Hal terbaik ialah melakukannya sendiri. Apa yang kita lakukan dan sebanyak apa yang kita lakukan, itulah yang akan kita peroleh. Tidak ada orang lain yang bisa mengambilnya.

Saya sangat mengagumi orang-orang berkecukupan yang bersedia membantu orang lain. Itu sungguh luar biasa. Kalian semua adalah insan Tzu Chi yang senantiasa memberikan dukungan sehingga Tzu Chi dapat terus berkembang. Makin besar Tzu Chi dan makin banyak jumlah relawan, makin luas pula jangkauan informasi yang kita terima.

Kita akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertemu dengan mereka yang hidup dalam kemiskinan sehingga lebih banyak kesempatan bagi kita untuk membantu sesama. Tzu Chi membutuhkan dukungan yang sungguh-sungguh dan penuh cinta kasih dari kalian semua.

“Tzu Chi adalah sebuah organisasi Buddhis yang sangat berhasil dan mengesankan. Jika kita bisa mendorong lebih banyak orang yang berasal dari agama lain, seperti Kristen dan Islam, untuk menjadi anggota Tzu Chi, itu akan sangat baik. Tentu saja, mereka tetap dapat melanjutkan keyakinan agama masing-masing dan tidak perlu berpindah menjadi umat Buddha. Kita bisa mengajak mereka untuk bergabung bersama kita dalam mempelajari Dharma melalui bimbingan Master dan ikut dalam berbagai kegiatan misi amal Tzu Chi,” kata Tan Sri Vincent Tan, relawan Tzu Chi.

Oleh karena Tzu Chi telah berkembang begitu luas, kita dapat melihat penderitaan di seluruh dunia. Jika ada warga setempat yang mengalami kesulitan, kita bisa segera membantu. Jika ada penderitaan di negara lain, kita dapat bersatu dan membawa bantuan ke sana. Inilah makna berbuat kebajikan besar melalui dana kecil yang akan menciptakan lautan pahala.

Setiap tetes kebajikan yang dihimpun akan mengalir menjadi lautan pahala. Kekuatan satu orang sangatlah terbatas. Jika semua orang bersatu, akan tercipta kekuatan besar. Jadi, saya berharap semuanya terus membangkitkan kekuatan cinta kasih. Kita tidak harus memberi dalam jumlah besar langsung satu kali dan tentu tidak sampai memengaruhi kehidupan kita. Cukup 50 sen atau 5 dolar NT sehari pun bisa.

Kita harus membangkitkan niat baik dan mengakumulasi berkah setiap hari. Saya berharap semua orang membangkitkan cinta kasih di dalam hati setiap harinya. Namun, cinta kasih ini tidak hanya disimpan di dalam hati, melainkan harus segera diwujudkan dalam tindakan. Sejumlah kecil uang pun bisa digunakan untuk membantu orang lain.

Dalam mendidik anak pun harus demikian. Kita bisa berkata, “Uang ini untukmu, tetapi ingatlah untuk membantu orang lain.” Itulah cara menanamkan niat baik dalam diri mereka. Ini sangatlah penting. Inilah yang disebut mewariskan kebajikan di dalam keluarga.

Memiliki kesatuan ikrar dalam berbuat baik demi kestabilan masyarakat
Mewariskan cinta kasih di dalam keluarga dan menjadi teladan
Menyadari ketidakkekalan dan membangkitkan perhatian benar
Menghimpun tetes demi tetes kekuatan untuk melindungi dunia