“Master yang terhormat dan terkasih, murid-murid Jing Si Afrika Selatan bersyukur kepada Master yang telah memimpin kami menapaki Jalan Tzu Chi hingga kini Tzu Chi berusia 60 tahun. Dengan hati tertulus, kami berikrar di hadapan Master untuk menjalankan praktik Bodhisattva, mengembangkan welas asih dan kebijaksanaan, dan menyebarkan Dharma demi semua makhluk. Semoga semangat Tzu Chi bisa diwariskan dari generasi ke generasi, silsilah Dharma dan mazhab Tzu Chi dapat diteruskan hingga selamanya. Kami akan terus menggalang Bodhisattva dunia dan memenuhi dunia ini dengan cinta kasih dan kebajikan.”
Saudara sekalian, Afrika Selatan dan Taiwan terpisah oleh jarak yang sangat jauh. Namun, saya memahami ketulusan cinta kasih kalian terhadap saya. Saya bisa melihat kesungguhan hati dan cinta kasih kalian. Saat warga setempat membutuhkan, kalian selalu membantu mereka dengan penuh cinta kasih. Sesama saudara se-Dharma juga selalu menghubungi satu sama lain. Mengenai hal ini, saya sangat tersentuh.
Aula Jing Si di Afrika Selatan merupakan rumah kalian semua dan silsilah Dharma kita. Saudara sekalian, silsilah Dharma yang saya bangun pada 60 tahun yang lalu terus dipertahankan hingga sekarang. Di berbagai negara yang ada relawan Tzu Chi keturunan Tionghoa, mereka selalu berusaha untuk mengerahkan kekuatan cinta kasih dan menabur benih kebajikan.
Para relawan di Afrika Selatan bagaikan petani Dharma. Kalian menggarap ladang dan menabur benih. Saya sungguh sangat bersyukur. Saya berharap kalian dapat tekun dan bersemangat. Jangan lengah. Kehidupan kita bernilai jika kita dapat memahami, mempraktikkan, dan menyebarkan Dharma.
Hendaklah kalian memahami ajaran Buddha. Ajaran Buddha sangatlah dalam. Ajaran Buddha juga dibutuhkan di seluruh dunia. Karena itu, kalian harus mendalami ajaran Buddha. Saya berharap dengan memahami ajaran Buddha, kalian juga dapat memahami Tzu Chi dan mempraktikkan Jalan Bodhisattva. Inilah harapan saya terhadap kalian semua.
“Master yang terhormat dan terkasih, selamat Tahun Baru Imlek. Saya ingin melaporkan kepada Master bahwa sejak tahun 2013 hingga sekarang, kami telah membangun dan memperbaiki 4.715 sumur sehingga setiap hari, lebih dari 5 juta orang di Zimbabwe dapat mengakses air minum bersih. Saya bersyukur kepada Master yang terus memotivasi saya untuk menjadi seorang penggali sumur. Saya akan terus melangkah maju dengan berani,” kata Tino Chu, relawan Tzu Chi.
“Seluruh relawan di Zimbabwe sangat merindukan dan mengasihi Master. Karena itu, kini kami akan mempersembahkan sebuah lagu Mandarin untuk Master,” kata Li Zhao-qin, relawan Tzu Chi.
Sebagai pasangan suami istri, kalian sepenuh hati menyayangi warga setempat. Saya sungguh sangat tersentuh dan sukacita. Dari lubuk hati saya, saya merasa bahwa kalian sangat dekat di hati saya. Saya sangat bersyukur.
Saat bersumbangsih, kalian juga harus menjaga kesehatan. Bimbinglah kaum muda dengan baik agar mereka memiliki keterampilan dan dapat bekerja. Jika lahan di sana subur, garaplah dengan baik. Hasil pertanian di sana juga sangat berkualitas. Saya bisa melihat hasil panen yang berkualitas. Asalkan tahu bagaimana bercocok tanam, kita bisa mengajari warga setempat agar mereka dapat menghasilkan tanaman pangan sendiri. Ini sangat bermanfaat. Saya mendoakan kalian.
Kalian berdua sangat bersungguh hati di sana. Saya sangat bersyukur pada kalian. Kalian juga memperhatikan warga keturunan Tionghoa di sana. Semua orang menyatukan hati dan menghimpun kekuatan. Saya juga mendoakan mereka semua. Terima kasih. Selamat Tahun Baru Imlek.
“Master, selamat datang di Mozambik. Master, selamat Tahun Baru Imlek. Semoga Master panjang umur dan penuh berkah,” kata Denise Tsai, relawan Tzu Chi.
“Kakek Guru, selamat Tahun Baru Imlek. Kami sangat mengasihi dan merindukan Kakek Guru.”
Saya tahu bahwa kalian semua mengasihi saya. Saya yakin bahwa setiap insan Tzu Chi di Taiwan juga bersukacita melihat kalian dan ingin menyampaikan bahwa mereka mengasihi kalian. Kalian sungguh menggemaskan dan berhati murni. Saya sangat sukacita melihat kalian, lebih sukacita daripada merayakan Tahun Baru Imlek. Terima kasih.
Sungguh, Tzu Chi Mozambik bisa memiliki pencapaian seperti sekarang berkat adanya jalinan jodoh. Tentu saja, jalinan jodoh pertama kita ialah Denise. Denise pindah ke Mozambik setelah menikah dengan Dino. Ini merupakan jalinan jodoh yang sangat istimewa.
Dino juga mengerahkan kekuatan untuk mengembangkan Tzu Chi di sana. Berhubung memiliki lahan yang sangat luas, dia pun menyumbangkan 200 hektare lahan dan mengajari warga setempat untuk menggarapnya dengan sepenuh hati. Tanaman yang tumbuh di atas lahan itu sangatlah indah. Lahan ini mengandung harta karun.
Asalkan kita sepenuh hati mengajari mereka bercocok tanam, mereka dapat memperoleh hasil panen yang sangat bernilai. Saya sangat sukacita melihatnya. Lahan itu dapat menghasilkan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang tak terhingga. Asalkan lahan itu digarap dengan baik, hasil panennya pasti akan berlimpah. Saya sangat sukacita melihatnya.
Berkat adanya jalinan jodoh baik, Dino dapat memperbaiki kondisi kehidupan warga setempat. Asalkan memiliki niat dan ikrar, kita bisa membawa manfaat bagi orang banyak. Karena itu, kita harus meneruskannya. Janganlah kita membangkitkan kesombongan dan berpikir bahwa diri kitalah yang membawa berkah bagi warga setempat. Janganlah kita berpikir demikian. Namun, dengan bersumbangsih, kita memperoleh pencapaian.
Kita harus membantu warga setempat dengan hati yang sangat tulus. Saya sangat bersyukur kepada Dino. Tanpa Dino, yang bisa kita lakukan terbatas. Berkat Dino, kita dapat menginspirasi banyak warga setempat untuk bersumbangsih bersama. Jadi, partisipasi setiap orang sangatlah berarti.
Namun, semua jalinan jodoh pasti ada permulaannya. Berkat Denise dan Dino, barulah kita memiliki jalinan jodoh untuk menjalankan Tzu Chi di Mozambik. Karena itu, saya sangat tersentuh. Kisah yang menyentuh tidak habis untuk diceritakan. Setelah mendengar kata-kata saya, kalian hendaknya saling memotivasi. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Baik, terima kasih.
Memahami Dharma dan senantiasa tekun dan bersemangat mempraktikkannya
Pasangan suami istri menggarap ladang berkah bersama
Mengembangkan pertanian dan membina insan berbakat demi kemajuan komunitas
Rendah hati dan bekerja sama untuk membawa manfaat bagi orang banyak