“Tolong bacakan kalimat ini,” kata Huang Tian-ming, relawan Tzu Chi.

“Sertakanlah saya dalam perbuatan baik; jangan libatkan saya dalam perbuatan jahat,” ucap salah seorang narapidana.

“Oke?” ucap Huang Tian-ming.

“(Oke.)” ucap seorang narapidana.

“Apakah Anda ingin berbuat baik?” tanya Huang Tian-ming.

“(Ya.)” sahut seorang narapidana.

“Setelah Anda bebas, bantulah lebih banyak orang dan jadilah orang yang penuh berkah dan cinta kasih,” pungkas Huang Tian-ming.

Kita harus menjalani hidup kita dengan baik. Jangan biarkan pikiran kita menyimpang. Hendaklah kita memulai langkah untuk berbuat baik dan mendekati Jalan Bodhisatwa.

“Ini adalah wujud doa dari Master Cheng Yen untuk kalian. Semoga kalian dapat mengembangkan berkah dan kebijaksanaan. Kami juga berharap setelah bebas, kalian dapat bergabung dalam barisan relawan Tzu Chi. Kita bersumbangsih bagi masyarakat, oke?” kata Zheng Wen-zhang, relawan Tzu Chi.

“Di sini, saya ingin memotivasi kalian bahwa apa yang ditabur, itulah yang dituai. Dengan pikiran benar, barulah kita bisa memanen buah yang baik,” kata Bapak Tan, Narapidana.

Saya sering berkata kepada semua orang bahwa kita harus selalu ingat untuk belajar. Kita semua adalah makhluk awam. Kini, setelah mengenal ajaran Buddha, kita hendaknya tahu bahwa kita harus terus belajar. Kita harus belajar untuk berbuat baik dan mempraktikkan Dharma. Ajaran Buddha tidak boleh kita sia-siakan. Sebelum mempelajari ajaran Buddha, kita hanyalah makhluk awam. Kini, setelah mempelajari ajaran Buddha, kita belajar menjalankan praktik Bodhisatwa.

Sebagai umat Buddha, kita harus membina cinta kasih dan kebiasaan berdana. Berdana tidak harus dengan uang. Dengan mengulurkan tangan untuk membantu orang, itu sudah termasuk berdana. Bertutur kata baik kepada orang lain juga termasuk berdana. Jadi, berdana sangatlah mudah. Karena itu, menjadi Bodhisatwa tidaklah sulit. Sesungguhnya, mempelajari ajaran Buddha sangat mudah. Hanya saja, kita tidak tahu makna dari belajar itu. Jika tahu, kita akan belajar hingga sadar. Jika sudah tahu, kita hendaknya segera belajar.

Setelah belajar, kita harus mempraktikkannya. Bagaimana cara mempraktikkannya? Apakah yang seharusnya kita lakukan? Apakah kalian tahu? Menapaki Jalan Bodhisatwa. Demikianlah kita melatih hati dan pikiran kita. Kita mengubah pola pikir dan menapaki Jalan Bodhisatwa selangkah demi selangkah. Inilah yang disebut tekun dan bersemangat melatih diri. Agar langkah kaki kita tepat dan benar, hati dan pikiran kita pun harus benar. Jadi, kita harus sangat bersungguh hati dan tahu untuk menggengggam waktu agar tidak terbuang sia-sia.

Kita sangat beruntung bisa hidup di era sekarang, era ajaran Buddha berkembang pesat. Karena itu, tidak sulit bagi kita untuk mendengar Dharma. Selama puluhan tahun ini, saya bukan hanya membabarkan Sutra, tetapi juga membimbing kalian mempraktikkannya. Kita mempraktikkan ajaran Buddha dengan menapaki Jalan Bodhisatwa. Karena itu, hendaklah kalian menghargai Jalan Bodhisatwa ini.

Saya sangat bersyukur di era sekarang, saya bisa melihat Tzu Chi menjangkau berbagai negara. Para insan Tzu Chi juga memikul ajaran Tzu Chi di pundak mereka. Inilah yang sering saya katakan, yakni “memikul bakul beras bagi dunia”. Apakah isi bakul beras ini? Santapan berkah dan kebijaksanaan. Kita semua harus memikul tanggung jawab untuk menciptakan berkah bagi dunia.

Para insan Tzu Chi mendengar Dharma untuk belajar memperlakukan orang lain dengan baik. Ini disebut menciptakan berkah bagi dunia. Kita menciptakan berkah bagi dunia dengan bersumbangsih tanpa pamrih. Bodhisatwa sekalian, kalian telah melakukannya. Ingatlah kata-kata saya bahwa berdana tidak harus dengan uang. Tentu saja, bisa berdana dengan uang sangatlah baik. Namun, jangan berpikir, “Saya tidak punya uang. Bagaimana bisa saya bergabung dengan Tzu Chi?” Jangan berpikir demikian. Kita mengandalkan berkah satu sama lain.

Tzu Chi penuh dengan insan penuh berkah. Kita telah bergabung dengan organisasi besar yang penuh berkah dan sering mengadakan kegiatan. Dengan menyediakan kursi untuk orang lain, kita dapat membantu orang mendengar Dharma. Menyediakan tempat duduk agar orang-orang dapat duduk dengan tenang untuk mendengar Dharma, memberi tahu orang-orang bahwa saya tengah membabarkan Dharma, ataupun mengajak orang-orang untuk datang menemui saya dan mendengar insan Tzu Chi berbagi kisah, semua ini termasuk berdana.

Membimbing orang-orang memasuki pintu Bodhisatwa juga mendatangkan pahala. Demikianlah Dharma. Manusia sering kali terpengaruh oleh orang-orang di sekitar mereka. Jika berhimpun dengan orang-orang yang berhati murni, kita juga akan berhati murni. Jika berhimpun dengan orang-orang yang tidak mempraktikkan jalan kebenaran, kita yang semula ingin membimbing orang lain malah akan terpengaruh oleh mereka. Ini karena kita tidak memahami Dharma secara menyeluruh.

Saya sangat bersyukur kalian memiliki jalinan jodoh dengan saya. Kalian tidak hanya memahami ajaran saya, tetapi juga mempraktikkannya. Kalian sangat yakin terhadap ajaran saya. Kalian menggandeng tangan saya, saya juga menggandeng tangan kalian untuk bersama-sama menapaki Jalan Bodhisatwa. Saya ingin memotivasi kalian semua. Saya juga berharap kita dapat menginspirasi orang-orang untuk berbuat baik.

Saya sangat bersyukur kepada dua anak muda yang menelusuri salinan Sutra Teratai yang saya miliki. Salinan Sutra Teratai yang saya miliki ini, kapankah ia dicetak? Mereka mendapati bahwa salinan ini berasal dari Vihara Yong Quan, Fuzhou. Ternyata, dari sanalah Sutra saya ini berasal. Saat itu, ada seorang umat vihara itu yang membawanya ke Taiwan. Sutra ini merupakan jiwa kebijaksanaan saya.

Esensi dari Sutra Teratai ialah Sutra Makna Tanpa Batas. Sutra Teratai terdiri atas tujuh bagian yang sangat panjang. Sutra Makna Tanpa Batas merupakan esensi dari tujuh bagian ini, seperti sumsum tulang manusia. Inilah esensinya. Karena itulah, saya memandang penting Sutra Makna Tanpa Batas. Sutra Makna Tanpa Batas terdiri atas tiga bab. Ketiga bab ini mengajarkan untuk menciptakan berkah bagi dunia dan mengembangkan kebijaksanaan. Jika bisa melakukannya, berarti kalian adalah Bodhisatwa dunia.

Jadi, hendaklah kita bersungguh hati mendalami Sutra Buddha. Dalam hidup ini, ada banyak ajaran Buddha yang harus kita pelajari. Bodhisatwa sekalian, kalian harus bersungguh hati menyelami Sutra. Sulit bagi saya untuk sering datang ke sini guna memberikan ceramah. Saya sendiri pun telah lanjut usia. Saya tidak tahu apakah masih memiliki kesempatan untuk kembali berkunjung ke sini.

Saya ingin memberi tahu kalian bahwa kalian harus mempelajari Sutra ini, baru bisa memahami Dharma yang Buddha babarkan di dunia. Bagaimana menjadi orang baik, bagaimana terjun ke tengah masyarakat, dan bagaimana memahami ajaran Buddha, semuanya dijabarkan dengan jelas dalam Sutra ini. Jadi, mari kita senantiasa lebih bersungguh hati.

Berbuat baik, berpikiran baik, dan bertutur kata baik
Membantu orang lain mendengar Dharma juga mendatangkan pahala
Mendalami Sutra Buddha demi mencapai pencerahan
Bersumbangsih tanpa pamrih dan memikul bakul beras bagi dunia