“Ucapan terima kasih saja tidak cukup rasanya. Dengan kata-kata pun, tidak ada yang bisa mengungkapkan perasaan saya. Sungguh, Tzu Chi telah berbuat banyak untuk saya,” ujar Ibu Zhang Yun-hua.
“Pascabencana angin topan kali ini, ketika beliau melihat kami datang untuk membantu memperbaiki rumahnya dan terus mencurahkan perhatian, hatinya benar-benar tergerak. Beliau berkata kepada kami, ‘Saya ingin menambah donasi 100 dolar NT. Awalnya, beliau ingin berdonasi 100 dolar NT, tetapi kini beliau ingin menambah 100 dolar NT lagi sebagai bentuk balasan dan rasa terima kasihnya’,” kata Huang Xian-yi, relawan Tzu Chi.
“Dahulu, saat saya berada dalam kesulitan, ada orang-orang yang datang membantu. Sekarang, kalau saya bisa ikut berkontribusi agar Tzu Chi dapat membantu lebih banyak orang lagi, itulah yang menjadi harapan dan keinginan saya,” ujar Ibu Zhang Yun-hua.
Saya sering berkata bahwa Taiwan tidak memiliki harta berharga, kecuali kebajikan dan cinta kasih. Taiwan sungguh-sungguh dipenuhi dengan kebajikan dan cinta kasih. Dalam kehidupan, tetes demi tetes cinta kasih dapat menjadi kekuatan yang besar untuk menopang umat manusia dan memberi kemudahan bagi banyak orang. Semua ini juga bergantung pada para ahli untuk mengembangkan teknologi di arah yang benar.
Jadi, saat ini, hendaknya kita lebih bersungguh hati dalam membimbing semua orang. Jangan sampai generasi demi generasi belajar ke arah yang keliru. Kita harus membimbing mereka masuk ke dalam lingkungan yang penuh cinta kasih.
Beberapa hari ini, saya melihat insan Tzu Chi yang empat generasi keluarganya berkumpul bersama di Tzu Chi. Ini membuat saya dipenuhi harapan. Inilah makna mewariskan cinta kasih di dalam keluarga. Hendaknya kita mewariskan cinta kasih di dalam keluarga dari generasi ke generasi.
Jumlah insan Tzu Chi sangatlah banyak. Jika satu orang bisa mewariskan cinta kasih ke tiga orang, lima orang, bahkan sepuluh orang, itu akan lebih baik. Begitulah kita mewariskan cinta kasih di dalam keluarga serta menjadikan tempat kita sebagai lingkungan yang penuh kebajikan dan cinta kasih agung. Inilah yang harus kita usahakan saat ini.
Saya telah menjalankan Tzu Chi selama 60 tahun. Dalam 60 tahun ini, saya merasa sangat terhibur dan bersyukur. Saya pun menginventarisasi kehidupan yang telah saya jalani selama 60 tahun ini. Saat ini, saya melihat Bodhisatwaa sekalian mengenakan seragam dengan sangat rapi. Kini juga banyak relawan senior yang berambut putih. Lihatlah, betapa rapinya kalian semua. Jadi, hendaknya kita terus membimbing anak cucu agar mereka mengenal Tzu Chi.
Keluarga yang mewariskan cinta kasih akan dipenuhi berkah dan kebijaksanaan. Dengan kebijaksanaan, barulah kita dapat mendidik anak cucu kita untuk bisa bersumbangsih bagi masyarakat dengan cinta kasih. Itulah kebijaksanaan. Memahami bagaimana bersumbangsih dengan cinta kasih disebut sebagai berkah. Jika keturunan kita memiliki kebijaksanaan, seluruh keluarga pun akan dipenuhi berkah.
Dengan adanya kebijaksanaan, barulah kita mengerti bagaimana menciptakan berkah bagi masyarakat. Dengan demikian, bagaimana mungkin keluarga kita tidak dipenuhi berkah? Kita pasti menjadi keluarga yang dipenuhi berkah. Jadi, hendaknya kita menciptakan lebih banyak berkah. Membimbing anak cucu dengan cinta kasih sangatlah penting.
Saat ini, dunia dipenuhi dengan bencana. Bagaimana sesungguhnya kita bisa membantu negara-negara yang terdampak bencana? Bumi ini tidaklah besar, tetapi banjir besar dan kebakaran hebat terus terjadi. Melihat semua itu, saya merasa sangat khawatir. Setelah semuanya berlalu, saya memberi tahu para insan Tzu Chi, “Saat ini, semuanya harus menjaga keselamatan diri. Perhatikan seberapa dekat daerah bencana dengan tempat kalian dan pahami seberapa parah situasinya. Sesaat setelah bencana mereda, kita harus bersiap-siap untuk merencanakan bantuan bencana.”
Saya selalu mengingatkan para relawan untuk memperhatikan keselamatan diri ketika bencana belum berlalu. Setelah bencana mereda, kita harus mulai memahami kondisi daerah bencana, mengumpulkan data korban, dan mulai menyalurkan bantuan. Inilah yang harus kita mulai lakukan. Jadi, hendaknya kita membangkitkan ketulusan hati untuk mendoakan dunia dan memohon agar dunia bebas dari bencana.
Saudara sekalian, hendaknya kita menyatukan hati dengan ketulusan. Ini disebut dengan kesatuan hati. Kita semua berkumpul di tempat ini untuk berdoa dengan kesatuan hati agar terdengar oleh para Buddha dan Bodhisatwa. Saya bersyukur dan berharap semuanya bersungguh hati. Saya juga berharap semuanya rajin menonton Da Ai TV. Melalui Da Ai TV, kita bisa melihat bagaimana insan Tzu Chi menjalankan misi.
Banyak dari mereka dulunya menjalani hidup yang penuh kebingungan, tetapi setelah bergabung di Tzu Chi, mereka belajar menjadi Bodhisatwa. Ini adalah sebuah pendidikan hidup. Jika setiap keluarga membangkitkan kekuatan cinta kasih, masyarakat dan dunia ini akan berubah menjadi tanah suci.
Kita sering membaca Sutra Amitabha yang berbicara tentang tanah suci. Semua orang ingin terlahir di Sukhavati karena tempat itu adalah tanah suci. Apakah kita benar-benar bisa pergi ke sana? Tidak ada yang tahu. Alam manusia juga bisa menjadi tanah suci selama kita mau mengubah diri.
Dahulu, kita adalah makhluk awam yang diliputi ketidaktahuan. Berkat jalinan jodoh, kita bisa dekat dengan orang baik dan perbuatan baik. Ketika mempraktikkan kebajikan bersama orang-orang baik, kita juga telah menjadi orang baik. Jika kita bisa menyatukan semua orang baik di dunia, kita bisa menciptakan berkah bagi dunia. Ketika orang baik bersatu dengan kondisi iklim dan alam yang mendukung, terciptalah tanah suci yang penuh kebaikan.
Saya berharap semuanya mau mendengarkan saya. Untuk mewujudkan tanah suci di dunia, diperlukan kontribusi semua orang. Tidak boleh kurang satu pun dari kalian. Pendidikan seperti ini harus dimulai dari keluarga. Ajaklah semua anggota keluarga untuk berbuat baik. Dengan demikian, dunia benar-benar menjadi tanah suci dan semua orang akan hidup dalam kebahagiaan. Inilah yang harus kita upayakan bersama.
Menciptakan lingkaran kebajikan dan keindahan demi melenyapkan bencana
Menciptakan berkah, membina kebijaksanaan, dan mewariskan cinta kasih di dalam keluarga
Bersatu hati untuk berdoa bagi dunia
Menciptakan tanah suci yang penuh kebahagiaan di dunia