“Tahun ini, saat Kakak Yue-jiao mewariskan tanggung jawab ketua tim, dalam tim kami terdapat 124 anggota. Sebagian besar anggota tim kami masih muda. Lalu, para anggota tim memilih 8 orang yang mungkin bisa menjadi ketua yang ideal. Bagaimana memilih ketua dari 8 orang ini? Saat itu, tidak ada seorang pun yang berani berkata, ‘Saya bersedia.’ Kami bukan kurang berani. Hanya saja, kami tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh ketua tim. Kami khawatir tidak bisa melakukannya dengan baik dan memasang standar yang tinggi untuk diri sendiri,” kata Lin Ji-hui, relawan Tzu Chi.
“Lalu, Kakak Yue-jiao mendapat sebuah ide. Beliau berkata, ‘Mari kita meminta Master untuk membantu kita menentukan pilihan. Mari kita pergi ke Kantor Tzu Chi Dashe dan lakukan pengundian di depan foto Master.’ Semua orang, kecuali saya, maju untuk mengambil undian. Tidak disangka, saya yang tidak pernah menang undian bisa memenangkan undian terbesar dalam hidup saya,” lanjut Lin Ji-hui.
“Hari itu, setelah mengambil undian, mereka tidak memiliki keberanian untuk membukanya. Karena saya tidak hadir hari itu, mereka pun membuka punya saya terlebih dahulu. Lalu, di kertas itu tertulis ‘insan berbakat idaman Master’,” punkgas Lin Ji-hui.
Berhubung mendapatkan kertas bertuliskan insan berbakat idaman saya, kamu harus mengemban tanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan dan sangat perhatian. Kalian semua merupakan murid idaman saya.
Bodhisatwa sekalian, saya berharap kalian dapat mengingat pertemuan kita hari ini. Hendaklah kalian sering berhimpun untuk saling memotivasi dan berbagi pengalaman. Dengan demikian, kita akan selamanya mengingat tekad pelatihan kita. Yang paling saya khawatirkan ialah suatu hari nanti, berhubung saya telah lanjut usia, jika kalian tidak meneruskan semangat Tzu Chi, ia akan terlupakan. Karena itu, kini yang paling saya harapkan ialah kalian dapat mewariskan semangat Tzu Chi. Ini sangatlah penting.
Buddha datang ke dunia pada lebih dari 2.000 tahun lalu dan ajaran Buddha terus diwariskan hingga sekarang. Namun, apakah setiap orang selalu mengingat isi ajaran Buddha? Belum tentu. Sebagai umat Buddha, saat terjadi sesuatu, kita selalu bersandar pada ajaran Buddha. Bersandar pada ajaran Buddha berarti mengingatkan diri sendiri untuk bertindak sesuai ajaran Buddha.
Jangan ada yang berpikir, “Buddha akan melindungi saya.” Buddha bukan melindungi semua orang, melainkan menenangkan hati dan pikiran semua orang dan mengajarkan untuk mempraktikkan ajaran-Nya. Namun, apakah orang-orang mempraktikkan ajaran-Nya? Ini bergantung pada diri masing-masing. Kita hanya ingin menjadi makhluk awam ataukah ingin meneladan Buddha dan menapaki Jalan Bodhisatwa?
Jika kita benar-benar yakin terhadap ajaran Buddha bahwa semua makhluk memiliki hakikat kebuddhaan, berarti kita yakin bahwa diri kita juga memiliki hakikat yang setara dengan Buddha dan bisa menjadi Buddha. Jika kehilangan hakikat kebuddhaan, kita akan terjatuh ke alam rendah. Di alam manusia ini, ada kebaikan dan keburukan. Jika berbuat baik, kita akan selalu berada di jalan yang penuh berkah. Dengan menjalankan praktik Bodhisatwa, kita dapat terus bersumbangsih bagi semua makhluk.
“Tahun lalu, saat berkunjung ke Kaohsiung, Master berkata bahwa kini ada banyak bencana yang terjadi di seluruh dunia dan kita hendaknya mengembangkan barang bantuan yang bisa disimpan agak lama, seperti makanan, pakaian, dan lain sebagainya. Karena itu, belakangan ini, kami terus mencari barang-barang seperti ini. Jadi, barang-barang yang sekarang Master lihat ini, ada yang memiliki masa simpan 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, bahkan ada yang 20 tahun,” kata Pan Ji-li, relawan Tzu Chi.
“Kami terus mencari barang yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Saat menghadapi kondisi darurat, kita dapat membagikan paket yang dapat digunakan oleh seluruh anggota keluarga,” kata Wang Xian-cong, relawan Tzu Chi.
Mengenai barang-barang ini, saya telah bertahun-tahun memberi tahu tiga orang relawan kita untuk melakukan pengembangan agar bisa disimpan lebih lama. Ini adalah persiapan untuk kondisi yang tak terduga. “Tak terduga” ini adalah kondisi yang abnormal. Saat ada korban bencana yang membutuhkan makanan, kita dapat segera menyalurkannya. Saya selalu berharap kita dapat melakukan pengembangan seperti ini.
Saya juga sangat khawatir karena orang-orang terbiasa hidup di tengah kenikmatan. Kita tidak bisa mengubah kebiasaan orang-orang. Yang bisa kita lakukan ialah melakukan persiapan untuk menyalurkan bantuan saat menghadapi kondisi tak terduga. Kini, kita hendaknya menggalakkan pola makan vegetaris karena hanya makanan vegetarislah yang bermanfaat bagi kelestarian lingkungan.
Hari ini, saya melihat bahwa kalian telah menguras pikiran dan melakukan penelitian. Janganlah kita berpikir, “Saya tidak membutuhkan orang lain. Saya bisa melakukan segalanya.” Jangan demikian. Hendaklah kita senantiasa belajar. Kita harus belajar dari kelebihan orang lain. Hingga kini, saya pun terus belajar. Janganlah kita sombong. Kita harus rendah hati dan terus belajar. Buddha datang ke dunia untuk mengajarkan hal ini.
Sebagai makhluk awam, kita tidak lepas dari enam alam kehidupan. Kita hendaknya terus-menerus melatih diri hingga terbebas dari alam rendah. Terbebas dari alam rendah berarti tak lagi menciptakan karma buruk. Tanpa karma buruk, kita tidak akan terjatuh ke alam rendah. Hendaklah kita selalu ingat untuk membawa manfaat bagi orang banyak. Yang penting ialah membawa manfaat bagi orang banyak. Jangan terus memikirkan berapa banyak keuntungan yang bisa kita peroleh. Membawa manfaat bagi orang banyak, inilah yang terpenting, bukan membawa manfaat bagi diri sendiri.
Kehidupan manusia hanya puluhan tahun. Kita harus mengerti bahwa karma yang kita akumulasi di kehidupan lampau akan menjadi akibat yang harus kita terima di kehidupan sekarang. Jika kita menerima akibatnya dengan sukacita, karma buruk dari masa lalu akan terus terkikis. Jika kita menciptakan banyak karma buruk, mungkin butuh berbagai kehidupan baru bisa mengikisnya hingga habis. Di berbagai kehidupan ini, kita juga harus mengakumulasi. Mengakumulasi apa? Mengakumulasi sebab dan kondisi yang baik. Inilah pelatihan diri di Jalan Bodhisatwa.
Dari kehidupan ke kehidupan, Bodhisatwa datang ke dunia untuk melatih diri. Karena itu, saat bangun setiap hari, kita hendaknya selalu bersyukur. Mengenang kemarin, kita terus berbagi tentang perbuatan baik. Selain itu, saat menginventarisasi kehidupan, kita juga mendapati bahwa kita selalu berbuat baik karena selalu berhimpun dengan orang baik. Jadi, setiap hari, kita harus berhimpun dengan orang baik.
Saat ini, kita berhimpun bersama orang-orang berkebajikan unggul. Mari kita menginspirasi lebih banyak orang. Ladang pelatihan kita ini merupakan ladang pelatihan yang sangat baik. Saya sangat bersyukur. Ladang pelatihan ini ada berkat kontribusi banyak orang. Ladang pelatihan ini bisa didirikan di sini berkat dukungan banyak orang. Dengan adanya ladang pelatihan ini, kita dapat melatih diri bersama di sini, berbagi kisah penuh kebajikan di sini, dan berhimpun di sini untuk mempersiapkan hal yang ingin kita lakukan. Inilah yang disebut ladang pelatihan Bodhisatwa. Jadi, mari kita menjaga ladang pelatihan ini dengan baik.
Senantiasa mengingat dan menjaga tekad pelatihan
Menjalankan ajaran dan mewariskan semangat Tzu Chi
Rendah hati dan terus belajar agar terbebas dari alam rendah
Bodhisatwa menciptakan karma baik dengan membawa manfaat bagi orang banyak