“Saya ingat pada awal bulan Juni, saat kami kesulitan menemukan tempat untuk sentra vaksinasi, di televisi saya mendengar Master berkata bahwa semua tempat milik Tzu Chi boleh disediakan sebagai sentra vaksinasi. Saya pun segera datang kemari. Saat saya meminta tolong agar Tzu Chi dapat menyediakan pelayanan bagi warga masyarakat, tanpa ragu insan Tzu Chi segera menyediakan tempat yang dibutuhkan. Untuk setiap sentra vaksinasi, saya harus mengatur dan memesan makanan dan minuman bagi para petugas, tetapi di Tzu Chi, saya tidak perlu mengurus hal itu. Sama sekali tidak perlu,” kata Chen Chao-dong Kepala Pos Kesehatan Distrik Sanmin, Kaohsiung.

“Para relawan Tzu Chi sudah membantu saya menyiapkannya. Para relawan juga membagikan oleh-oleh kepada para warga lansia untuk dimakan setelah pulang dari vaksinasi. Ini membuat kami sangat terharu. Setiap kakek dan nenek serta para warga masyarakat berkata kepada kami bahwa datang ke sentra vaksinasi Tzu Chi, mereka tidak perlu khawatir dan dapat merasa tenang, juga mendapat doa sepulangnya dari sana. Ini membuat kami sangat terharu,” pungkasnya.

Pandemi kali ini sungguh panjang jika diceritakan. Singkatnya, rasa syukur saya tidak terhingga. Banyak hal yang patut disyukuri. Dalam hal pengadaan vaksin, kita sungguh berterima kasih dengan tulus. Ini bukan semata-mata karena dana miliaran dolar NT datang dengan tidak mudah dan banyak orang yang bertekad untuk menyumbang.

Meskipun dana tersedia, bukan berarti tidak ada masalah lain. Untuk membuat pemesanan dan mengimpor vaksin, berbagai kesulitan juga harus dihadapi. Namun, segala kesulitan ini dipandang sebagai berkah oleh insan Tzu Chi. Beruntung, kita dapat memperoleh vaksin tepat waktu. Ladang pelatihan Tzu Chi, Aula Jing Si, juga berkesempatan untuk menjadi sentra vaksinasi.

Insan Tzu Chi selalu tulus. Ketulusan ini mereka tunjukkan saat mendekorasi, membersihkan tempat, dan menggerakkan orang untuk tim penyambutan. Mereka terlebih dahulu menenangkan hati warga yang hadir dengan berperan sebagai anak-anak atau sahabat yang memberi perhatian. Kasih sayang ini sangat tulus dan dapat terasa di semua Aula Jing Si saat insan Tzu Chi memberi penghiburan kepada para lansia. Kita melihat kehangatan di dalam masyarakat. Karena itu, kita sangat bersyukur.

Tentu, kita juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota dan semua pimpinan dari berbagai instansi yang telah bekerja sama dengan baik dan memberi arahan yang jelas. Saya sungguh merasa pemerintah dan organisasi masyarakat telah bekerja sama dengan baik. Melihat keharmonisan seperti ini, saya sungguh merasa tenang. Inilah suasana kebaikan yang penuh keharmonisan. Suasana atau atmosfer seperti ini amat penuh kebaikan.

Orang-orang sering membahas energi langit dan energi bumi, tetapi yang terpenting ialah energi manusia. Energi manusia ini sangat penting karena energi manusia mengandung keharmonisan. Saat orang-orang berkegiatan bersama, kita dapat melihat keharmonisan itu. Ini karena saat berkegiatan, orang-orang baru dapat berkumpul. Jadi, dalam pandemi kali ini, insan Tzu Chi berhimpun dan bekerja sama untuk memberi perhatian dalam setiap komunitas.

Selain itu, setiap Aula Jing Si dan kantor-kantor Tzu Chi juga digunakan sebagai sentra vaksinasi komunitas. Semua ini sungguh mengharukan. Ini dari sisi manusia. Semua orang bergerak dan bekerja sama dengan harmonis. Ini membuat saya terharu dan bersyukur.

Saya pun merasa saya sangat beruntung karena memiliki begitu banyak murid yang memiliki tekad yang sama dan bersedia melakukan yang ingin saya lakukan. Semua orang melakukannya dengan sukarela dan sukacita. Inilah sumbangsih yang disertai ketulusan hati. Saya sendiri sungguh merasa begitu penuh berkah. Di sisi lain, semua orang bersedia untuk bersumbangsih bagi masyarakat dan menciptakan berkah. Bukankah vaksinasi dijalankan demi keselamatan semua orang?

Semua orang memiliki cinta kasih dan ketulusan untuk bersumbangsih bagi masyarakat. Namun, semua ini terwujud berkat jalinan jodoh. Kalian semua adalah murid saya. Dalam pandemi kali ini, saya membuat seruan. Dengan adanya jalinan jodoh ini, kalian semua menghimpun kekuatan orang banyak.

Belakangan ini, saya sering berkata bahwa keselamatan bukan datang tiba-tiba, melainkan harus diciptakan dengan sepenuh hati. Untuk memiliki berkah, semua orang harus menyatukan energi untuk menciptakan berkah. Dengan demikian, barulah kita memiliki energi berkah.

Kesatuan hati dan kerja sama yang harmonis kali ini harus kita teruskan. Para relawan senior harus mengembangkan nilai kehidupan sendiri dan menginventarisasinya. Ada pula sekelompok relawan muda yang merupakan kekuatan bagi masa depan. Kini, mereka sudah mulai menghimpun dan meningkatkan kekuatan dengan sepenuh hati.

Dalam pandemi kali ini, di bawah arahan para relawan senior, mereka bersumbangsih dengan terampil dan sepenuh hati sehingga kita dapat melihat hasilnya. Inilah kerja sama yang harmonis.

Kesatuan hati para relawan senior dan semangat kebersamaan mereka telah menggugah kaum muda untuk turut saling menyemangati serta membangkitkan kreativitas dan semangat muda. Jadi, generasi demi generasi terus berganti. Yang terpenting untuk diwariskan ialah kebajikan dan cinta kasih.

Saat kebajikan dan cinta kasih menyatu, kita akan memiliki kebijaksanaan. Jika hanya sebatas cinta yang umum, itu hanyalah sementara. Itu hanyalah pengetahuan, bukan kebijaksanaan. Untuk mencapai kebijaksanaan, dibutuhkan cinta kasih yang tulus. Inilah kebijaksanaan. Inilah yang paling mengharukan. Jadi, untuk memiliki kebijaksanaan seperti ini, kita harus menghormati orang tua dan orang bijak. Orang tua harus kita hormati. Anak muda harus kita kasihi dan juga kita hargai.

Kondisi setiap generasi berubah seiring perubahan zaman. Setiap generasi memiliki masanya masing-masing. Jadi, entah itu anak kita, cucu kita, cicit kita, ataupun generasi penerus mereka, akan terus berkembang dalam pengetahuan. Namun, yang terpenting, kita harus menjaga cinta kasih.

Dengan banyaknya pengetahuan, menyimpang sedikit saja, kita tidak akan membawa berkah bagi masyarakat. Meski banyak pengetahuan, arah yang menyimpang bukanlah sumber berkah bagi masyarakat. Dengan kebijaksanaan yang murni dan tanpa ego, sumbangsih penuh cinta kasih dapat terus abadi. Inilah kebijaksanaan.

Jadi, yang terpenting bagi kita ialah mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan. Dengan banyaknya pengetahuan, kaum muda hendaknya mengubah pengetahuan ini menjadi kebijaksanaan. Kita harus terhubung dengan kebijaksanaan.

Bersumbangsih dengan tulus dan sukacita
Menciptakan berkah demi mendatangkan kebaikan
Mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan atas dasar kebajikan dan cinta kasih
Menumbuhkan dan terus mengembangkan akar Bodhi     

“Saya ingat pada awal bulan Juni, saat kami kesulitan menemukan tempat untuk sentra vaksinasi, di televisi saya mendengar Master berkata bahwa semua tempat milik Tzu Chi boleh disediakan sebagai sentra vaksinasi. Saya pun segera datang kemari. Saat saya meminta tolong agar Tzu Chi dapat menyediakan pelayanan bagi warga masyarakat, tanpa ragu insan Tzu Chi segera menyediakan tempat yang dibutuhkan. Untuk setiap sentra vaksinasi, saya harus mengatur dan memesan makanan dan minuman bagi para petugas, tetapi di Tzu Chi, saya tidak perlu mengurus hal itu. Sama sekali tidak perlu,” kata Chen Chao-dong Kepala Pos Kesehatan Distrik Sanmin, Kaohsiung.

“Para relawan Tzu Chi sudah membantu saya menyiapkannya. Para relawan juga membagikan oleh-oleh kepada para warga lansia untuk dimakan setelah pulang dari vaksinasi. Ini membuat kami sangat terharu. Setiap kakek dan nenek serta para warga masyarakat berkata kepada kami bahwa datang ke sentra vaksinasi Tzu Chi, mereka tidak perlu khawatir dan dapat merasa tenang, juga mendapat doa sepulangnya dari sana. Ini membuat kami sangat terharu,” pungkasnya.

Pandemi kali ini sungguh panjang jika diceritakan. Singkatnya, rasa syukur saya tidak terhingga. Banyak hal yang patut disyukuri. Dalam hal pengadaan vaksin, kita sungguh berterima kasih dengan tulus. Ini bukan semata-mata karena dana miliaran dolar NT datang dengan tidak mudah dan banyak orang yang bertekad untuk menyumbang.

Meskipun dana tersedia, bukan berarti tidak ada masalah lain. Untuk membuat pemesanan dan mengimpor vaksin, berbagai kesulitan juga harus dihadapi. Namun, segala kesulitan ini dipandang sebagai berkah oleh insan Tzu Chi. Beruntung, kita dapat memperoleh vaksin tepat waktu. Ladang pelatihan Tzu Chi, Aula Jing Si, juga berkesempatan untuk menjadi sentra vaksinasi.

Insan Tzu Chi selalu tulus. Ketulusan ini mereka tunjukkan saat mendekorasi, membersihkan tempat, dan menggerakkan orang untuk tim penyambutan. Mereka terlebih dahulu menenangkan hati warga yang hadir dengan berperan sebagai anak-anak atau sahabat yang memberi perhatian. Kasih sayang ini sangat tulus dan dapat terasa di semua Aula Jing Si saat insan Tzu Chi memberi penghiburan kepada para lansia. Kita melihat kehangatan di dalam masyarakat. Karena itu, kita sangat bersyukur.

Tentu, kita juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota dan semua pimpinan dari berbagai instansi yang telah bekerja sama dengan baik dan memberi arahan yang jelas. Saya sungguh merasa pemerintah dan organisasi masyarakat telah bekerja sama dengan baik. Melihat keharmonisan seperti ini, saya sungguh merasa tenang. Inilah suasana kebaikan yang penuh keharmonisan. Suasana atau atmosfer seperti ini amat penuh kebaikan.

Orang-orang sering membahas energi langit dan energi bumi, tetapi yang terpenting ialah energi manusia. Energi manusia ini sangat penting karena energi manusia mengandung keharmonisan. Saat orang-orang berkegiatan bersama, kita dapat melihat keharmonisan itu. Ini karena saat berkegiatan, orang-orang baru dapat berkumpul. Jadi, dalam pandemi kali ini, insan Tzu Chi berhimpun dan bekerja sama untuk memberi perhatian dalam setiap komunitas.

Selain itu, setiap Aula Jing Si dan kantor-kantor Tzu Chi juga digunakan sebagai sentra vaksinasi komunitas. Semua ini sungguh mengharukan. Ini dari sisi manusia. Semua orang bergerak dan bekerja sama dengan harmonis. Ini membuat saya terharu dan bersyukur.

Saya pun merasa saya sangat beruntung karena memiliki begitu banyak murid yang memiliki tekad yang sama dan bersedia melakukan yang ingin saya lakukan. Semua orang melakukannya dengan sukarela dan sukacita. Inilah sumbangsih yang disertai ketulusan hati. Saya sendiri sungguh merasa begitu penuh berkah. Di sisi lain, semua orang bersedia untuk bersumbangsih bagi masyarakat dan menciptakan berkah. Bukankah vaksinasi dijalankan demi keselamatan semua orang?

Semua orang memiliki cinta kasih dan ketulusan untuk bersumbangsih bagi masyarakat. Namun, semua ini terwujud berkat jalinan jodoh. Kalian semua adalah murid saya. Dalam pandemi kali ini, saya membuat seruan. Dengan adanya jalinan jodoh ini, kalian semua menghimpun kekuatan orang banyak.

Belakangan ini, saya sering berkata bahwa keselamatan bukan datang tiba-tiba, melainkan harus diciptakan dengan sepenuh hati. Untuk memiliki berkah, semua orang harus menyatukan energi untuk menciptakan berkah. Dengan demikian, barulah kita memiliki energi berkah.

Kesatuan hati dan kerja sama yang harmonis kali ini harus kita teruskan. Para relawan senior harus mengembangkan nilai kehidupan sendiri dan menginventarisasinya. Ada pula sekelompok relawan muda yang merupakan kekuatan bagi masa depan. Kini, mereka sudah mulai menghimpun dan meningkatkan kekuatan dengan sepenuh hati.

Dalam pandemi kali ini, di bawah arahan para relawan senior, mereka bersumbangsih dengan terampil dan sepenuh hati sehingga kita dapat melihat hasilnya. Inilah kerja sama yang harmonis.

Kesatuan hati para relawan senior dan semangat kebersamaan mereka telah menggugah kaum muda untuk turut saling menyemangati serta membangkitkan kreativitas dan semangat muda. Jadi, generasi demi generasi terus berganti. Yang terpenting untuk diwariskan ialah kebajikan dan cinta kasih.

Saat kebajikan dan cinta kasih menyatu, kita akan memiliki kebijaksanaan. Jika hanya sebatas cinta yang umum, itu hanyalah sementara. Itu hanyalah pengetahuan, bukan kebijaksanaan. Untuk mencapai kebijaksanaan, dibutuhkan cinta kasih yang tulus. Inilah kebijaksanaan. Inilah yang paling mengharukan. Jadi, untuk memiliki kebijaksanaan seperti ini, kita harus menghormati orang tua dan orang bijak. Orang tua harus kita hormati. Anak muda harus kita kasihi dan juga kita hargai.

Kondisi setiap generasi berubah seiring perubahan zaman. Setiap generasi memiliki masanya masing-masing. Jadi, entah itu anak kita, cucu kita, cicit kita, ataupun generasi penerus mereka, akan terus berkembang dalam pengetahuan. Namun, yang terpenting, kita harus menjaga cinta kasih.

Dengan banyaknya pengetahuan, menyimpang sedikit saja, kita tidak akan membawa berkah bagi masyarakat. Meski banyak pengetahuan, arah yang menyimpang bukanlah sumber berkah bagi masyarakat. Dengan kebijaksanaan yang murni dan tanpa ego, sumbangsih penuh cinta kasih dapat terus abadi. Inilah kebijaksanaan.

Jadi, yang terpenting bagi kita ialah mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan. Dengan banyaknya pengetahuan, kaum muda hendaknya mengubah pengetahuan ini menjadi kebijaksanaan. Kita harus terhubung dengan kebijaksanaan.

Bersumbangsih dengan tulus dan sukacita
Menciptakan berkah demi mendatangkan kebaikan
Mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan atas dasar kebajikan dan cinta kasih
Menumbuhkan dan terus mengembangkan akar Bodhi