Tahun berlalu seiring waktu yang terus berputar. Sejak kemarin, setelah melewati 86.400 detik, kita tiba pada hari ini, sedangkan 86.400 detik yang telah berlalu itu disebut kemarin. Karena itu, saya terus menyemangati kalian semua untuk menggenggam waktu.
Saat ini adalah waktu yang paling berharga dan waktu paling nyata yang harus kita genggam. Mari kita bersungguh hati dalam mendengarkan Dharma. Berkat kemajuan teknologi, kita lebih beruntung. Asalkan kita membangun tekad dan membangkitkan kebijaksanaan, kita dapat menggenggam waktu.
Dharma dapat diantar ke rumah kalian setiap hari. Asalkan setiap pagi tepat waktu, kalian dapat menekan tombol hanya dengan sentuhan satu jari saja, saya pun hadir di rumah kalian. Selama layar menyala, kalian dapat melihat saya. Saya akan berada di sana untuk berbicara dengan kalian, bercerita tentang prinsip dan norma kehidupan serta bagaimana menjadi orang yang berhasil.
Orang yang berhasil disebut Bodhisatwa. Bodhisatwa berarti makhluk dengan cinta kasih berkesadaran. Jadi, jika kita hendak meneladan Buddha, kita harus belajar bagaimana menjadi Bodhisatwa dan menapaki Jalan Bodhisatwa. Jalan Bodhisatwa merupakan arah kita. Saya menunjuk ke arah sana, arah itulah Jalan Bodhisatwa kita.

Orang-orang di Pingtung hidup sederhana dan bersahaja. Para relawan kita di sana bersumbangsih dengan kekuatan cinta kasih mereka. Ketika mengunjungi warga lansia, relawan kita memperhatikan apa yang dibutuhkan di rumah mereka serta segera mengantarkan barang kebutuhan ke rumah mereka. Selain itu, relawan kita juga memperhatikan keselamatan para lansia agar mereka dapat hidup aman di rumah. Inilah sandaran terbaik.
Ketika melihat relawan kita, dalam hati saya pun berkata, “Beruntung ada Tzu Chi.” Berkat upaya dan kekuatan relawan kita, para lansia dapat hidup dengan aman dan tenteram. Saya sungguh sangat tersentuh. Jadi, insan Tzu Chi bukanlah orang-orang biasa. Mereka adalah Bodhisatwa dunia yang menapaki Jalan Bodhisatwa.
Melihat para lansia yang tidak bisa leluasa bergerak dan hidup sebatang kara, kita sungguh tidak tega. Namun, apa yang bisa kita lakukan? Kita dapat melakukan yang terbaik untuk menemukan cara agar keselamatan para lansia tetap terjaga. Selain itu, apa lagi yang bisa kita lakukan? Mari kita mengimbau tetangga dari para lansia ini dan orang-orang di komunitas mereka, dengan harapan orang-orang di sekitar mereka dapat membangkitkan cinta kasih untuk mengunjungi mereka.

Jalinan kasih sayang yang panjang ini membutuhkan setiap orang untuk turut menariknya agar menjadi makin panjang. Karena itulah, disebut memperpanjang jalinan kasih sayang. Saya sering berpesan untuk menggalang Bodhisatwa dunia dan mengajak setiap orang untuk mempelajari Jalan Bodhisatwa. Mari kita menyebarluaskan cinta kasih kita. Di Jalan Bodhisatwa ini, kita berjalan sambil membentangkan jalan. Tujuan kita ada di ujung jalan.
Belakangan ini, kalian sering mendengar saya mengulas bahwa “tempat harta karun” itu dekat. Seperti yang dideskripsikan dalam Sutra Bunga Teratai, saya pernah membahas tentang “tempat harta karun” itu dekat. “Tempat harta karun” itulah arah kita. Jadi, dari kehidupan ke kehidupan, kita berharap menjadi bagian dari keluarga besar para Bodhisatwa.
Kita datang ke dunia karena ikrar yang telah kita bangun. Mari kita bertekad untuk memiliki hati Bodhisatwa. Kini, kita berharap dapat menjadi Bodhisatwa dan kelak kita akan menjadi guru yang tak perlu diundang. Kita harus berinisiatif tanpa diminta.

Selain membersihkan rumah mereka, kalian juga membimbing hati dan pikiran serta menyalakan pelita hati mereka sehingga mereka memiliki arah yang benar. Ajari mereka untuk mengenal Buddha, mengenal Bodhisatwa, dan menapaki jalan Bodhisatwa sehingga setiap keluarga dapat mengenal ajaran Buddha.
Dengan bimbingan seperti ini, ketika mendengar ratapan penderitaan ataupun orang yang membutuhkan pertolongan, kalian juga bisa menjadi bagaikan Bodhisatwa Avalokitesvara yang muncul di mana pun dibutuhkan. Dengan begitu, setiap keluarga mengenal ajaran Buddha dan setiap orang bagaikan Bodhisatwa Avalokiteshvara.
Melenyapkan penderitaan dan menyucikan hati dengan jalinan kasih sayang yang panjang